Mengejar Cinta ROBBKU

Mengejar Cinta ROBBKU
Tamu Tidak Dikenali


__ADS_3

...Sudah beberapa bulan terakhir ini, Mala uring-uringan. Dia malas melakukan apa pun, termasuk mengurus mini market miliknya. Untung ada Suci yang bisa diandalkan. Walau mungkin mereka sering bertengkar dan marah-marahan. Namun, akan kembali baik lagi. Sebab, sifat Mala yang bukan pendendam. Dia akan meminta maaf jika bersalah, dan akan menegur siapa yang salah termasuk sang suami....


"Kak, kenapa enggak ngajak aku sih?" tanya Mala sambil menatap tajam sang suami.


"Kamu tinggal aja di rumah," pinta Satria sambil berlalu.


"Kak," teriak Mala sambil menyusul sang suami. Mala terkejut ketika sang suami meminta izin akan keluar rumah tanpa mengajaknya.


...Sebenarnya, Satria memiliki urusan yang mendesak. Namun, dia tidak ingin mengikut sertakan sang istri. Karna, hanya akan menghambat urusanya. ...


"Kakak, mau ke mana?" tanya Mala sambil menghadang sang suami yang ingin masuk ke dalam mobil.


"Aku ada urusan, Nur. Tolong minggir! pinta Satria sambil menatap nanar wajah sang istri.


"Urusan apa? Jangan bilang kakak, sudah main di belakangku?" tanya Mala penuh selidik.


"Allahu Akbar,"


...Satria benar-benar jengah akan sikap curiga sang istri. Bukan kali ini saja istrinya melanyangkan tuduhan yang kejam. ...


"Kalau kamu mau ikut? Ayuk," ajak Satria sambil mengeser tubuh sang istri untuk masuk ke dalam mobil.


...Mala mengikuti permintaan sang suami, masuk ke mobil dan duduk manis di samping lelaki yang amat dicintainya itu. ...


...Satria melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Dirinya sebenarnya ingin cepat sampai tujuan. Namun, karna ada sang istri. Satria memilih pelan-pelan dari pada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. ...


...Mala hanya diam, dia sebenarnya penasaran. Ke mana kiranya sang suami membawanya. ...


...Mobil yang di kendarai Satria mulai memasuki halaman RSJ tempat sang Mami di rawat. Menimbulkan pertanyaan besar dalam benak Mala. Namun, dia berusaha menahan rasa keingin tahuannya. Hingga mereka keluar dari mobil dan menuju lobi RSJ tersebut. ...


"Kak," panggil Mala yang kulahan mengejar langkah sang suami.


"Cepat Nur," pinta Satria dengan wajah cemas.


"Aku, ko mual ya?" tanya Mala tiba-tiba.


"Jangan aneh-aneh, kita di RSJ nih! Banyak bau obatan."


...Satria tetap berfikir logia hingga mereka sampai di ruangan tempat sang Mami di rawat. ...

__ADS_1


"Bapak Satria?" tanya Suster jaga, ketika melihat kedatangan Satria dan Mala.


...Satria mengangguk menaggapi sang Suster tersebut, pikirannya terlalu kalut. Sebelumnya dia menerima pesan dari salah-satu Suster yang di perintahkan oleh sang Papi untuk menjaga Maminya di RSJ secara khusus....


"Silahkan masuk, keadaan Ibu Marissa sudah agak tenang."


...Satria mengikuti langkah sang Suster menuju ruangan sang Mami, dirinya benar-benar cemas dengan keadaan Maminya. ...


...Mala hanya diam seribu-bahasa, dia binggung dan penasaran. Namun, tidak berani untuk sekedar bertanya. ...


...Di dalam ruangan Marissa. Wanita itu terbaring lemah dengan banyak sekali ikatan yang melilit di tubuhnya. Marissa yang sempat mengamuk karna kedatangan seseorang membuat petugas harus menyuntikkan obat bius dan mengikat wanita cantik tersebut....


"Mami," lirih Satria menghampiri wanita yang telah melahirkannya kedunia itu.


...Miris memang hidup sang Mami, bukan Satria tidak menyayangi wanita yang sudah membesarkannnya itu. Namun, apalah daya? Keadaan yang memaksa mereka harus melakukan hal yang kejam seperti saat ini. ...


"Kak," lirih Mala sambil duduk di samping sang suami yang menatap wajah sang Mami dengan lelehan air mata.


...Mala binggung harus mengatakan apa? Sang suami tertutup dengan masalah sang Mami. Semua itu sebab, Satria menjaga perasaan Mala agar tidak terluka. Jika, bersinggungan dengan Maminya. ...


"Pak Satria, di sini ini ada vidio rekaman CCTV yang menagkap wajah tamu Ibu Marissa," jelas seorang petugas keamanan yang baru datang kepada Satria.


"Bisa anda putarkan rekaman vidionya?" tanya Satria penasaran. Siapakah? Tamu yang datang dan membuat sang Mami sampai terpuruk seperti ini.


...Satria menghembuskan nafasnya kasar. Dia tidak mengenali siapa lelaki di dalam video tersebut. Namun, Satria teringat sesuatu dan tersenyum penuh arti. ...


"Tolong, kirimkan video tersebut ke alamat email saya," pinta Satria kepada petugas ke amanan tersebut. Setelah vidio berakhir dan dia mamasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.


"Baik, Pak! Saya permisi dulu," jelasnya sambil berlalu.


"Kak, siapa dia?" tanya Mala penasaran. Setelah, kepergian petugas keamanan.


"Dia?" tanya Satria sambil menatap punggung petugas keamanan itu berlalu.


"Iya, emang siapa lagi yang datang ke sini?" tanya Mala kesal.


"Petugas keamaan," jelas Satria sambil berbalik menghadap sang Mami yang terbaring belum sadarkan diri, efek dari obat bius yang di suntikkan sebelumnya.


...Mala menghirup udara dengan kasar, dia benar-benar kesal dengan sang Suami yang suka mempermainkannya....

__ADS_1


"Kak, siapa yang datang menemui Mami?" tanya Mala penuh selidik, kali ini dia harus bisa mendapatkan informasi dari sang suami.


"Aku tidak tahu, Nur?" jawab Satria acuh.


"kalau kakak, tidak tahu? Bagaiaman kakak, bisa tahu dengan keadaan Mami?"


...Satria sebenarnya enggan memangapi ocehan tidak berfaedah sang istri. Terlebih lagi, keadaan sang Mami yang sebelumnya mulai membaik. Namun, kini koleps lagi. Semua gara-gara tamu tidak di kenal....


"Aku harus mencari tahu, siapakah dia?" batin Satria.


"Kak, aku di sini. Bukan di situ!" teriak Mala kesal.


"Nur, kamu bisa diam tidak?" bentak Satria geram akan tingkah-laku sang istri.


"Aku, akan diam. Jika, kakak. Jawab pertanyaanku dulu," pinta Mala tak kalah sengit.


...Satria hanya bisa mengelus dada (sabar), menghadapi sang istri. Kalau, bukan di RSJ. Mungkin saat ini Satria akan menggingit bibir sang istri yang tidak mau diam itu. ...


"Nur, Papi aku itu pemimpin perusahan Permata Grub. Itu berati Beliau memiliki banyak uang untuk meyewa Suster atau perawat di sini, agar menjaga Mami. Salah satunya penjaga keamanan tadi," jelas Satria panjang lebar seking kesalnya.


...Mala mengangguk menanggapi ucapan sang suami, dirinya masih mencerna baik-baik setiap kata yang telah terucap. Hingga sebuah kesimpulan yang dia dapat....


"Apa mungkin, orang yang datang menemui Mami sebelumnya adalah rival Papi?" tanya Mala ragu. "Maksudku, pesaing bisnis Papi.


...Satria mendegar penuturan sang istri, seolah mendapat pencerahan dari masalah yang dihadapi. Satria segera mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi seseorang....


"Halo," sapa Satria ketika sambungan teleponnya masuk.


"Halo, Asssallamuallaikum Nak. Ada apa?"


"Keadaan Mami memburuk," jelas Satria.


"Apa?"


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung.... ...


*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*


__ADS_2