
"Pelit"
"Apa??? " Mala menatap tajam sang suami, dia benar-benar amat tersinggung akan kata-kata yang keluar dari mulut tipis sang suami.
"Jangan marah-marah dihadapan rezeki Nur" Satria memperingatkan sang istri membuat Mala menundukan kepala.
"Apa aku pelit jika tidak meminjamkan uang pada suami? Tapi itu uangku, hanya minjam Mala. Ayolah jangan tunjukan kepelitan mu" Batin Mala.
...Cukup lama Mala perang batin dengan hatinya hingga dia memantapkan pilihannya, yaitu meminjamkan uang yang dia miliki kepada sang suami, toh apa yang dilakukan suaminya untuk dirinya juga sebab yang akan menikmati buah hasil dari pekerjaan sang suami adalah dirinya....
"Kak, aku mau minjamin uang tapi harus janji ya DIGANTI" Ucap Mala dengan menekankan kata ganti diujung ucapannya.
...Satria hanya menganggukan kepala tanda menyetujui permintaan sang istri, dan Satria lekas bangun dari bangkunya sambil membawa piring diwastafel untuk dicuci sebab dia telah selesai....
"Kakak mau apa?"
"Mau BAB" Jawab Satria asal.
"Ko ke wastafel? " Tanya Mala binggung.
"Jadi kalau ke wastafel emangnya mau apa?" Tanya Satria balik yang sangat suka mengerjaii sang istri.
"Mau nyucilah, masak BAB"
"Itu tahu, kenapa tadi tanya? "
"Iya juga ya kak" Ucap Mala sambil menganggukkan kepala mencerna ucapan sang suami.
...Akhirnya mereka telah menyelesaikan makan siang yang sangat menyenangkan, Mala mengajak sang suami menuju ke kamar....
"Ayo kak"
"Mau kemana? " Tanya Satria binggung dengan tangannya di tarik sang istri.
"Kekemar"
"Eeeemmmm.... " Satria berdehem menetralkan perasaannya.
...Disinilah mereka duduk diatas kasur yang empuk dengan posisi saling menghadap....
"Kamu mau apa Nur? " Tanya Satria memulai pembicaraan setelah lumayan lama mereka terdiam.
"Mau ngasih kakak hadiah"
"Nanti malam saja ya" Jelas Satria seolah tahu akan hadiah yang dimaksud sang istri.
"Jangan lah kak, kebaikkan tidak boleh ditunda"
...Satria memikirkan perkataan sang istri ada benarnya, tidak apa-apa lah sekali-kali melakukan disiang hari pikir Satria....
...Ketika Satria mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya Mala langsung protes....
"Kakak, mau apa?" Tanya Mala panik.
"Mau ngambil hadiah" Jawab Satria polos.
__ADS_1
"Hadiah apa yang lepas baju? " Tanya Mala yang masih binggung akan tingkah sang suami.
...Satria terkekeh mendengar ucapan sang istri yang kadang membuat dia selalu ingin mengerjai istrinya yang suka lama melodingnya....
"Hadiah diranjang panas"
"Plakkk.... "
...Mala menepok kening sang suami yang sudah berada diluar jalur kalistiwa....
"Aduh... Sakit tau" Keluh Satria sambil mengelua jidatnya yang terasa panas akibat telapak lima sang istri.
"Habisnya kakak nakal" Jawab Mala sambil bangun dari duduknya menuju kelemari, dan mencari sesuatu didalam sana.
"Nakal sama istri itu boleh loh, malahan dianjurkan" Balas Satria sengit.
...Mala tidak menaggapi ucapan sang suami, dia menemukan yang dicari dan membawanya mendekat kearah sang suami....
"Ini untuk kakak" Ucap Mala sambil menyerahkan kota yang dibawanya.
"Ini apa Nur? " Tanya Satria binggung.
"Ini hadiah untuk kakak, tapi nanti harus dikembalikan"
"Isinya apa? " Tanya Satria penasaran.
"Coba dibuka" Saran Mala sambil duduk disebelah sang suami.
...Satria menganggukan kepala dan membuka kotak yang ada ditanggannya, setelah melihat isinya Satria tertegun....
"Iya, tapi nanti harus dikembalikan"
"Ini mau dikasih atau mau dipinjamkan sih? " Tanya Satria binggung akan ucapan sang istri.
"Ya Allah kakak, katanya mau meminjam uang untuk modal usaha? Tadi katanya mau minjam? Yang namanya minjam itu harus dikembalikan tau! "
...Mendegar ucapan sang istri membuat Satria tersadar akan ucapannya yang ingin meminjam uang yang ternyata dikabulkan oleh sang istri....
"Tapi ini terlalu banyak Nur"
"Pakai seperlunya jangan semuanya kakak" Mala geregetan sama sang suaminya yang binggung sendiri.
...Satria menggangukan kepala tanda menyetujui saran sang istri....
"Tunggu dulu, kamu dapat ini semua dari mana? " Tanya Satria penuh selidik.
"Dari uang amplop yang diberikan tamu undang ketika kita nikah kemarin" Ucap Mala sambil menyengir malu.
"oh... gitu"
Seditik kemudian.
"Berati ini uang kita dong? Kan kita nikah berdua" Ucap Satria sambil menaik turunkan alisnya menggoda sang istri.
"Huhhh... kakak bilang mau meminjam dan nanti diganti. Tidak bisa menarik janji" Jelas Mala dengan tangan menyilang membentuk huruf X.
__ADS_1
"Iya, iya, berati kemarin acaranya sukses ya sampai uangnya banyak terkumpul seperti ini"
"Bukan hanya uang kak, tapi beberapa ada yang ngasih kotak hadiah" Jelas Mala membuat Satria menatapnya penuh tanya.
"Dimana kotak hadiahnya? " Tanya Satria penuh selidik, dia penasaran akan sang istri yang diam-diam telah mengamankan aset mereka berdua.
"Ada di dalam lemari" Jelas Mala sambil menunjuk lemari yang dimaksud.
...Satria bangun dari duduknya dan mendekat kearah lemari yang tadi telah dibuka oleh sang istri, dan ternyata benar banyak sekali kotak-kotak hadiah yang terbungkus cantik dengan kertas kado....
"Kenapa kamu gak ngasih tahu aku Nur? " Tanya Satria sambil sibuk mengeluarkan kotak-kotak iti dari dalam lemari.
"Kita kan kemarin sibuk mengurus mami yang sakit dan tinggal disana" Jelas Mala sambil mendekati sang suami.
"Wah,,, siapa ya kira-kira memberi kita ponsel? " Tanya Satria girang akan kotak yang dibukanya ternyata isinya dua ponsel dengan model keluaran terbaru, dan tidak menaggapi ucapan sang istri.
"Kakak, bisa menggunakan ponsel? " Tanya Mala ingin tahu.
"Ya jelas tahu lah" Jawab Satria sombong.
"Masak? Dipondok kan gak boleh main ponsel"
"Aku main ponsel ketika pulang kerumah lah Nur pas liburan, kalau dipondok ya memang gak boleh" Ucap Satria memberi tahu.
"Kalau begitu nanti ajarin aku ya kak" Tanya Mala dengan mata penuh harap.
"Emangnya kamu gak tahu menggunakan ponsel? " Tanya Satria yang masih sibuk membuka kotak-kotak yang ada disitu.
"Ya enggak lah kak, kalau tahu gak bakalan mintak diajarin" Balas Mala sewot sambil ikut membantu sang suami membuka kotak hadiah yang diberikan tamu undangan yang menghadiri pernikahan mereka tempo lalu.
...Mereka larut akan keasikan membuka kotak hadiah hingga melupakan pekerjaan mereka yang tadi ditinggal yaitu membersiahkan toko kelontong dan membukanya untuk memulai menjalankan bisnis kecil itu....
...Hinga sore datang baru lah mereka selesai membuka kotak hadiah pernikahan mereka dan menatanya dengan cantik didalam kamar....
"Wah banyak sekali bungkus balon KB ya kak?" Teriak Mala membuat Satria terkejut.
"Dimana kamu mendapatkanya?" Tanya Satria sambil mengambil satu box balon KB yang dimaksud oleh sang istri.
"Dari kotak yang terakhir kak" Jelas Mala dengan mata berbinar.
"Kenapa dengan kamu Nur? " Tanya Satria yang aneh dengan perangai sang istri.
"Kita akan aman dalam jangka waktu ya lama kak"
...Mendegar ucapan sang istri membuat Satria mengumpat kesal....
..."Siapa pun yang memberikan ini akan ku buat perhitungan" Batin Satria...
.
.
.
...Bersambung......
__ADS_1
*Setelah baca wajib like end comen ya 😇*