
Sabtu, akhir pekan. Berhubung besok Prince dan Isma akan mengadakan acara syukuran tujuh bulanan di Bandung. Hari ini, Prince membatalkan acara peluncuran proyek barunya di Korea.
Hari ini mereka akan berangkat ke Bandung. Dan saat ini, Isma tengah sibuk menyiapkan beberapa perlengkapan untuk di bawa ke Bandung.
"Sayang, kita di Bandung berapa hari?" Teriak Prince dari kamar mandi.
"Paling lama sampai hari selasa." Sahutnya.
"Tapi, Mas boleh pulang duluan, kan nanti. Soalnya gak mungkin menunda lagi peluncuran proyek baru di Korea." Teriaknya lagi.
"Iya nggak apa-apa. Asal Mas beri adek izin untuk tetap di Bandung sampai urusan Mas di Korea selesai."
Tidak ada jawaban lagi dari Prince. Rupanya dia tengah mengelap tubuhnya dengan handuk. Selesai mandi, Prince langsung menghampiri Isma.
"Sayang boleh nginap di Bandung sampai Mas jemput sayang untuk pulang. Ok." Mencium kening Isma dengan kedua tangannya membekap pipi Isma.
"Dingin…" Protesnya melepas tangan Prince dari pipinya.
"Segar tau." Beranjak menuju lemari.
Prince memilih pakaian casualnya. Dia ingin terlihat keren, layaknya papa muda gitu.
"Mas mau pakai ini, boleh ya?" Bertanya pada Isma.
"Boleh. Tapi, nanti sampai Bandung jangan pernah lepas tangan adek."
"Kenapa? Mas kan nggak akan kemana-mana sayang."
"Biar semua orang tau, kalau Mas itu milik adek."
Prince tersenyum senang, segera dia mendekat dan memeluk pinggang Isma. Di ciumnya puncak kepala Isma.
"Selamanya Mas hanya milik adek, kok."
Kini Isma yang tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Cepat sana ganti bajunya. Adek sudah hampir siap ini." Perintahnya.
"Baik Tuan Putri. Pangeran akan segera siap."
Saat Prince dan Isma bersiap. Di kediaman Bimo dan Rina sedang terjadi kegaduhan.
Rina mengalami sakit perut yang teramat sangat. Sepertinya dia akan segera melahirkan.
"Mas, sakit… hiks." Teriaknya sambil menggenggam erat pergelangan tangan Bimo.
"Sebentar sayang, Mas siapkan mobil dulu, kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Bimo khawatir.
Bimo tidak tahu harus melakukan apa. Dia ingin menyiapkan mobil untuk membawa Rina ke rumah sakit. Tapi, Rina tidak mau melepas tangannya. Jadi Bimo tidak bisa bergerak sama sekali.
Terlintas dalam pikirannya untuk meminta bantuan Prince. Tapi, Bimo ingat hari ini Prince dan Isma akan berangkat ke Bandung.
"Telpon dokter Maharani saja." Mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
📱"Halo dokter. Ini saya Bimo."
📱"Ada apa Mas Bimo?"
📱"Tapi, bukankah jadwalnya dua minggu lagi?"
📱"Itu dia Dokter, mungkin istri saya akan melahirkan lebih awal. Tolong saya dokter."
📱"Ok. Bagaimana keadaan istri anda saat ini?"
📱"Dia sangat kesakitan. Katanya perutnya melilit, dan rasa ingin buang air kecil juga."
📱"Baiklah, segera bawa istri anda kemari."
📱"Bisa kirimkan ambulan secepatnya Dokter? Saya sangat mengkhawatirkan istri saya."
📱"Ok, ambulan akan segera tiba. Mas Bimo yang sabar, terus bantu istri anda untuk menarik napas dan membuang napas secara teratur." Jelas dokter Maharani.
__ADS_1
📱"Baik dokter."
Segera Bimo mengakhiri pembicaraannya. Lalu, dia meminta Rina untuk melakukan saran dari dokter Maharani.
"Sayang, dengar instruksi dari Mas, ok."
Rina mengangguk. Wajahnya sangat merah, keringat dingin bercucuran.
"Tarik napas perlahan…"
Rina mengikuti istruksi Bimo dengan baik.
"Hembuskan lagi perlahan…"
Saat menghembuskan, Rina malah berteriak histeris. Dengan kasar dia meremas kencang pergelangan tangan Bimo.
"Aakhhh, sakit Mas." Teriaknya yang akhirnya menangis.
Bimo juga berteriak, tapi teriak yang tertahan. Saat merasa pergelangan tangannya akan segera patah.
"Aaahhkkk… Mas ssaaakkkiiiitt…" Teriaknya lagi.
"Sayang istighfar. Astaghfirullah…"
"Aasstaghfirullah… sakittt…"
Bimo sangat khawatir dengan keadaan Rina. Dia menangis sambil memeluk tubuh Rina yang meronta-ronta karena menahan rasa sakit.
"Sebentar sayang, bentar lagi ambulan datang. Maafkan Mas, mas minta maaf…"
"Aahkk, kenapa Mas minta maaf?" Tanya Rina terbata-bata.
"Mas hanya merasakan enaknya saja, tapi sayang yang harus berjuang sesakit ini… hiks" Isak Bimo dalam tangisnya.
Rina tertawa sambil menangis. Melihat tangisan Bimo membuatnya merasa tergelitik geli. Akibatnya, Rina sedikit merasa lega.
__ADS_1
"I love you sayang." Ucap Bimo sambil mengecup kening Rina dan mengelus pelan perutnya yang terasa sakit itu.
BERSAMBUNG…