Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Kembar tiga


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Saat ini usia kandungan Isma sudah enam bulan. Dan kandungan Rina sudah memasuki bulan kedelapan. Saat ini keduanya tengah memeriksa kandungan mereka pada dokter Maha Rani.


"Kandungan buk Rina sangat sehat. Bayinya sangat aktif bukan?" Tanya Dokter Maha Rani.


Setiap kali tangannya menyentuh perut Rina. Bayinya menendang dengan sangat keras.


"Iya, dokter. Mungkin akan menjadi pemain sepak bola." Sahut Rina senang dan merasa geli karena tendangan kaki mungil dalam perutnya.


Setelah memeriksa kandungan Rina. Kini giliran Isma. Seperti biasa dokter hanya nemeriksa detak jantung bayinya saja. Isma dan Prince memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaan jenis kelamin pada calon bayi mereka.


Saat Isma berbaring, dokter Maha Rani mulai memeriksa perutnya. Saat itu, dokter Maharani menemukan beberapa detak jantung dalam perut Isma.


Dia memeriksa hingga tiga kali untuk lebih meyakinkan lagi. Lalu, dia menyentuh langsung permukaan perut Isma sambil memberikan pijatan ringan.


"Kemungkinan bayi buk Isma kembar." Ujarnya.


Mata Isma membola mendengar itu. Dia menatap mata dokter Maha Rani yang tersenyum padanya meyakini apa yang ditemukannya dalam perut Isma.


"Kembar, dokter?" Ulang Isma.


"Iya, buk. Untuk lebih yakin kita bisa lansung melakukan USG saja." Saran dokter Maharani.

__ADS_1


Isma tersenyum senang. Sungguh dia penasaran ingin tahu, berapa jumlah bayi dalam perutnya. Rasa penasaran itu lebih dari rasa ingin tahunya tentang jenis kelamin bayinya.


Rina tersenyum bahagia mendengar kabar bahagia itu. Dia tersenyum bahagia sambil mengangguk pada Isma. Berharap Isma akan setuju melakukan USG.


"Iya Dokter. Saya mau tahu, apakah mereka kembar?" Ucapnya setuju.


Segera dokter Maharani menpersiapkan semuanya. Dan begitu alat itu diletakkan di permukaan perut Isma. Didalam rahimnya ada tiga bayi yang meringkuk nyaman disana.


Air mata Isma menetes begitu saja. Rina mengahampiri Isma dan menggenggam tangannya.


"Apa yang selalu di ucapkan suami buk Isma menjadi kenyataan. Ibu akan memiliki tiga bayi sekaligus." Jelas dokter maha Rani.


"Alhamdulillah ya Allah. Fa bi ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān." Ucap Isma mengungkapkan rasa syukurnya.


Rina juga ikut menangis terharu bersama sahabatnya itu. Rasanya sangat luar biasa bisa mengetahui ada tiga bayi yang hidup dalam rahim sahabatnya itu.


Isma dan Prince saat ini tengah menerima semua hasil dari setiap doa yang mereka panjatkan pada Allah.


Disaat Isma mendapat kabar bahagia itu. Prince tengah sibuk mengerjakan seabrek pekerjaannya. Jujur, dia sangat merindukan Isma. Semenjak kembali dari Korea, hubungan mereka memang baik-baik saja.


Tapi, kesibukan pekerjaan membuat Prince jarang berbincang dengan Isma. Saat pagi hari, paling hanya berbincang sebentar sebelum berangkat ke kantor. Sepulang dari kantor, Isma sudah tertidur lelap.


Begitulah yang terjadi beberapa bulan terakhir. Sehingga, Prince merasakan amat sangat merindukan istrinya itu. Merindukan pelukannya, merindukan bermanja dipangkuannya. Merindukan lantunan showatnya untuk pengantar tidur.

__ADS_1


Prince tidak pernah mengungkapkan itu pada Isma. Karena dia tidak mau mengganggu istirahat Isma dimalam hari. Dia juga tidak ingin membuat Isma kecapek an kalau harus membawanya ikut ke kantor.


Padahal, mungkin saja Isma akan memilih ikut ke kantor, ketimbang ditinggal di rumah sendirian. Ya, sebenarnya Isma juga sangat merindukan suaminya. Hanya saja, dia tidak ingin membebani pekerjaan suaminya dengan sikap manjanya.


Sehingga keduanya saling diam dan memendam perasaan masing-masing. Tapi, baik Isma maupun Prince sama-sama selalu bersyukur karena mereka bisa bertahan untuk tidak bertengkar.


Setiap ada masalah atau kesalah pahaman, mereka membicarakan dengan kepala dingin. Dan mereka sama-sama bisa menyembunyikan perasaan rindu mereka, agar tidak membebani satu sama lain.


Padahal, mengungkapkan rasa rindu sangat penting. Agar mempererat hubungan rumah tangga. Meski, begitu biar mereka memutuskan cara untuk melepas rindu itu dengan cara mereka sendiri.


BERSAMBUNG


Hay hay Reader. . .


Semangat dan terus jaga kesehatan.


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian. Karena jejak kalianlah yang menjadi semangat Author menulis.


Terimakasih semuanya. . .


__ADS_2