Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Season 2 (chap 3)


__ADS_3

Saat ini, Isma dan anak anak sudah berada di depan rumah Cindi. Mereka benaran datang untuk menemui Gabriel. Dengan tidak sabarnya, Rara langsung menekan tombol bel rumah Cindi. Dia juga berteriak memanggil Gabriel.


"Kak Gabriel..." Teriak Rara dari luar.


"Iya, Rara sayang..." Sambut Cindi membuka pintu.


"Maaf loh Cin jadi ganggu." Seru Isma.


"Tidak mengganggu kok mbak. Yok silahkan masuk." Mengajak mereka semua masuk.


"Kak Gabriel mana, tante?" Tanya Rara tidak sabar ingin segera bertemu Gabriel.


"Kakak baru pulang sekolah. Jadi lagi ganti baju." Tutur Cindi.


Dia memberi kode agar Isma dan anak anak duduk terlebih dahulu.


"Sebentar aku panggil Gabriel, mbak Is." Melangkah menuju kamar Gabriel di lantai dua.


"Kak Gabriel ikut pulang nanti, ya Bunda." Rengek Rara.


"Kak Gabriel gak mau ikut pulang, tau. Apa lagi kamu selalu ganggu kak Gabriel belajar." Fazil ikut menyela.


"Benar tu. Makanya jangan suka gangguin." Sambung Feisal membenarkan.


Rara emosi, dia mengayunkan tangannya untuk memukul kedua saudaranya. Tapi, dengan cepat bunda menghentikan itu.


"Rara..." Panggil Gabriel yang mulai melangkah turun.

__ADS_1


"Kakak..." Berlari mengejar kearah Gabriel.


Melihat Rara berlari kearahnya, Gabriel mempercepat langkahnya. Lalu saat sudah tiba di dekat Rara, dia langsung memeluk erat tubuh adik kesayangannya itu.


Isma dan Cindi hanya tersenyum menyaksikan Rara dan Gabriel.


"Kakak marah sama Rara, ya?" Memeluk Gabriel makin erat.


"Kenapa harus marah? Memangnya Rara melakukan kesalahan apa, hayo?" Selidik Gabriel menggodanya.


"Gak ada kok. Rara gak nakal, Rara selalu belajar kok." Ucapnya semangat dengan melepas pelukannya.


"Bohong kak. Rara bandel di sekolah. Tadi saja dia bertengkar sama Ijul." Kompak Fazil dan Feisal mengadukan kelakuan Rara.


"Mhh, ayo ngaku?" Goda Gabriel.


"Mana ada Rara nakal. Mereka iri makanya bilang Rara nakal." Mempoutkan bibirnya.


"Ya sudah, jangan manyun gitu. Jelek." Mencubit hidung Rara pelan.


"Rara cantik, tau." Ketusnya marah tidak terima dibilang jelek.


"Baiklah, Rara yang cantik. Mau bermain di taman belakang?" Tanya Gabriel.


"Mau mau..." Sahut Rara semangat.


"Dua jagoan mau ikut?"

__ADS_1


"Mau kak." Jawab mereka.


Gabriel membawa mereka ke taman belakang. Yang tersedia beacam tempat bermain yang menyenangkan.


Sementara itu, Cindi dan Isma berbincag bincang di ruang depan.


"Mbak, sebenarnya dua hari yang lalu, Mamanya Gabriel datang kesini." Ungkapnya.


Isma terkejut mendengar hal itu. Rasa tidak percaya saja Keyra datang menemui Gabriel.


"Keyra maksudmu?" Selidik Isma.


"Iya, mbak. Dia dagang bersama suami. Dia menanyaka keadaan Gabriel. Dia juga memaksa untuk menemui Gabriel." Jelasnya.


"Jangan sampai Gabriel bertemu Keyra. Enak sekali dia mengatakan ingin bertemu pada anak yang dengan sengaja dibuangnya demi pria kaya raya." Celetuk Isma kesal.


"Aku memang tidak akan pernah mempertemukan dia dengan Gabriel... Gabriel anakku mbak." Tegasnya.


"Vino tahu tentang Keyra?" Tanya Isma.


"Belum mbak. Aku masih banyak berpikir untuk mengatakannya."


"Syukurlah. Aku juga merasa, belum saatnya untuk menceritakan keluhan seperti itu pada Vino. Lebih baik untuk sementara diamkan saja dulu." Saran Isma.


"Tapi, sebenarnya Keyra menggertakku, mbak." Ucapnya ragu.


"Menggertak seperti apa, maksudmu?" Selidik Isma.

__ADS_1


"Dia bilang, akan segera menjemput Gabriel dalam waktu dekat. Entah Gabriel mau diajak ikut suka rela, atau dengan paksaan. Dia mengancamku seperti itu!?" Tuturnya.


Isma hanya diam mendengarkan ucapan Cindi. Dia mulai membayangkan, akan seperti apa Gabriel saat kembali berjumpa dengan Keyra.


__ADS_2