Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Pencarian


__ADS_3

Kini Arya berdiri di depan rumah Amanda. Dengan perasaan penuh emosi dia ingin bertemu dan bertanya langsung pada Amanda.


Ting. . . Tong. . .


Arya menekan tombol bel. Tidak berapa lama seorang perempuan tua, pembantu sepertinya, membuka pintu rumah.


"Cari siapa Tuan?" Tanya wanita tua itu.


"Benar ini rumah Amanda?"


"Benar tuan. Apa tuan sudah membuat janji?"


"Tidak. Tapi, ada hal penting yang mau saya bicarakan dengan mbak Amanda."


"Sebentar saya panggilkan."


Wanita tua itu kembali masuk dan menutup pintu. Dan Arya masih menunggu di luar rumah.


"Non, ada tamu." Panggil wanita tua itu menghampiri Amanda yang sedang duduk santai di depan Televisi.


"Siapa?" Tanya Amanda tanpa menoleh.


"Tidak tahu. Tapi, dia laki-laki."


Sejenak Amanda terdiam. Dia mencoba menebak siapakah tamunya itu.


"Ok. Suruh masuk aja langsung."


"Baik, Non."


Wanita itu kembali membuka pintu dan mempersilahakan Arya masuk. Dia juga langsung mengantarkan Arya ke ruang tempat Amanda sekarang bersantai.


"Siang, mbak Amanda. Maaf mengganggu." Sapa Arya.


"Oh, siang. Silahkan duduk, Mas. . ."


"Arya. Saya Arya, kakak kandung Isma Ramadhani." Tegas Arya menyebutkan namanya dan memberi penekanan saat menyebut nama Isma.


Amanda sedikit terkekeh, kemudian dia mempersilahkan Arya duduk.


"Ada keperluan apa mas Arya jauh-jauh datang ke sini. Dari Bandung kan, ya?" Tebak Amanda.


Ya, Amanda tahu tentang keluarga Isma. Karena diam-diam dia mencari tahu riwayat dan profil keluarga lengkap Isma sejak dia curiga dengan hubungan diam-diam Prince dan Isma.


"Ya, saya datang dari Bandung. Tentu saya punya sesuatu yang amat sangat penting untuk saya tanyakan." Tegas Prince.


Kembali Amanda terkekeh geli. Kemudian dia menyeduh tetes terakhir jus dietnya.


"Baiklah. Karena saya bukan seorang yang suka basa-basi. Langsung saja, Mas Arya mau bertanya tentang apa?"


"Tentang pernikahan mbak Amanda dengan Prince."


Amanda menghela napas. Lalu dia mengatur duduknya dengan menyilangkan kaki kanan ke atas kaki kiri.


"Saya menikah dengan Prince enam bulan lalu. Tapi, ya. . . Sebulan terakhir, suami saya kabur dengan ADEK tersayang mas Arya." Tuturnya.


"Apa pernikahan kalian terdaftar?" Tanya Arya.


Mata Amanda membola saat Arya menanyaka hal itu.


"Oh, tentu. Pernikahan kita sah dan terdaftar. Hanya saja karena kita belum sempat untuk mengadakan resepsi, jadinya tidak banyak yang tahu tentang pernikahan kami." Tuturnya dengan semangat.


Kini giliran Arya yang terkekeh geli. Dan hal itu membuat Amanda terpancing emosi.


"Mbak Amanda pintar banget bohongnya." Ketus Arya.


"Hei, mas Arya. Anda jangan sembarang bicara ya. Adek Anda yang merebut suami saya. Jika saya sebarkan tentang itu. Heh, saya rasa adek anda akan menjadi bahan cemooh masyarakat Indonesia. Karena dia PELAKOR."


"Tapi saya rasa, anda yang pelakor." Tuduh Arya.


"Apa maksud anda?" Teriak Amanda emosi.


"Jelas. Adik saya menikah secara sah dan terdaftar. Saya yang megurus semua persyaratan pernikahan mereka. Dan, Prince tidak terdaftar menikah dengan siapapun pada saat itu." Jelas Arya.


Amanda semakin emosi. Wajahnya bahkan sudah memerah, napasnya menggebu menahan luapan emosi.


"Kalaupun Prince sudah menikahi mbak Amanda. Berarti pernikahan kalian hanya sebatas ucapan saja dan tidak terdaftar." Ejek Arya.

__ADS_1


"Yaaakkkk. . . Keluar anda sekarang juga dari runah saya. Saya bersumpah, akan saya buat Isma menderita. Prince akan kembali kepelukan saya." Teriaknya memaki sambil mendorong paksa tubuh Arya untuk keluar dari rumahnya.


Arya tersenyum penuh kemenangan saat keluar dari rumah Amanda.


"Satu masalah terselesaikan. Ya, Prince tidak mungkin membohongi keluargaku, apalagi Isma." Ucap Prince lega.


Tapi, kekahawatiran lain masih menggerogoti pikirannya. Kenapa Prince dan Isma menghilang tanpa kabar.


"Apakah Prince menikahi Isma untuk di siksa? Apa karena itu dia membawa Isma ke Korea." Ucapnya dengan terus berpikir dan mencoba menerka-nerka.


Arya kini sudah di mobilnya. Dan dia sudah berada dijalanan. Laju mobilnya tidak terlalu cepat. Tapi, fokusnya tidak pada jalan. Melainkan pada Isma.


"Ya Allah lindungi adikku. Jika benar Prince menyembunyikan untuk menyiksanya, maka lembutkan hati Prince agar berhenti menyiksa adikku." Doanya sepanjang jalan.


Arya benar-benar terpengaruh dengan ucapan Abi. Kepercayaan Arya pada Prince mulai melemah. Dia semakin ragu dan bertambah takut jika Prince menyiksa Isma.


Ggubbrrraakkakk. . .


Mobil Arya menabrak mobil lain di depanya.


"Ya Allah. Apa yang aku lakukan." Ucap Arya kaget.


Matanya melihat sebuah mobil di depannya yang ternyata ditabrak oleh mobilnya.


Arya pun bergegas turun dari mobilnya untuk memeriksa keadaan pengemudi mobil yang di tabraknya.


"Mbak, Mas tidak apa-apa? Atau adakah yang terluka?" Tanya Arya khawatir.


Pemilik mobil itu pun turun dari mobil mereka. Mereka adalah sepasang suami istri dan seorang anak kecil yang kira-kira seusia dengan Arsyid.


"Tidak apa, Mas. Kami hanya kaget saja." Sahut sang suami.


"Mobil Mas lecet. Saya akan ganti rugi. Ini kartu nama saya."


Arya memberikan kartu tanda pengenalnya pada laki-laki yang mungkin seusia dengan Prince.


"Ah terimakasih, Mas. Oh iya, saya Vino, dan ini istri saya Keyra." Ucap lelaki yang ternyata adalah Vino.


"Saya Arya." Sambut Arya menyalami Vino.


Sejenak Arya menatap kearah Keyra. Dia merasa tidak asing dengan nama itu.


"Mbak Keyra. . . Maaf. . ."


Tin. . . Tin. . . Tin. . .


Suara klakson mobil bersahutan. Mereka terhambat karena mobil Arya dan Vino.


"Kita tepikan mobil dulu. Saya masih ingi bicara dengan kalian." Saran Arya.


Vino menyetujui itu. Dan mereka menepika mobil tepat di depan cafe.


"Kalau tidak keberatan, saya mau mengganggu waktu mas Vino da mbak Keyra sebentar." Ucap Arya.


Mereka kini berdiri di luar cafe, tepat di dekat mobil mereka.


"Boleh, Mas. Dan enaknya kita ngobrol di dalam saja." Ajak Vino.


Arya pun menyetujui. Merekapun akhirnya masuk ke cafe. Dan mengobrol di sana.


"Maaf sebelumnya. Saya tidak bermaksud untuk mengingatkan masa lalu mbak Keyra. Tapi, saya hanya penasaran." Tutur Arya.


Vino dan Keyra saling bertatapan, mereka merasa heran saat Arya membicarakan tentang masa lalu.


"Apa mbak Keyra ini. . . Mantan istrinya Prince Wijaya?" Tanya Arya penasaran.


Kembali keduanya saling bertatapan. Lalu, Vino menatap wajah Arya.


"Mas Arya kenal Prince Wijaya?" Tanya Vino.


"Iya. Saya kenal dia." Tegas Arya.


"Iya, Prince mantan suami saya. Tapi, kalau boleh tahu, mas Arya kenal Prince dari mana?" Tanya Keyra penasaran.


Sebentar Arya mereguk kopi nya yang baru saja di sajikan oleh waiter di meja mereka.


"Tiga minggu lalu, Prince menikahi adik saya. Dan sejak saat itu mereka menghilang tanpa kabar." Tutur Arya.

__ADS_1


Penuturan itu membuat Keyra dan Vino terbelalak kaget. Mereka bahkan juga tidak mendapat kabar dari Prince hampir sebulan terakhir.


"Menikahi adik Mas?" Ulang Vino.


Arya mengangguk. Kini, matanya terlihat sayu. Dia benar-bemar khawatir dengan keadaan Abi, jika belum juga mendapat kabar dari Isma.


"Adik mas Arya siapa. . .?" Tanya Keyra penasaran.


"Isma. Aku rasa mbak Keyra kenal."


"Isma? Mereka akhirnya menikah?" Ucap Keyra senang.


Matanya berkaca-kaca sambil menggengam tangan suaminya. Dan Vino juga ikut tersenyum senang.


"Akhirnya mereka menikah juga, sayang. Mas harap mereka akan bahagia." Sambung Vino dengan tak kalah bahagia juga.


Arya terdiam bingung. Kenapa mereka sebahagia itu mendengar kabar Prince sudah menikahi Isma. Dan kenapa mereka tidak terkejut.


"Maaf mbak Keyra. Kenapa mbak Keyra dan mas Vino bahagia?" Tanya Arya penasaran.


Keyra tersenyum denga penuh kebahagiaan dan juga mata yang berkaca-kaca.


"Lalu, kenapa mas Arya seakan besedih karena mereka sudah bersama?" Tanya Keyra.


"Apa mas Arya tidak menyetujui pernikahan mereka?" Sambung Vino yang juga ikut penasaran.


"Bukankah Prince membohongi adik saya. Kalian kan tahu, dia sudah menikah dengan Amanda?" Jelas Arya.


Vino dan Keyra tertawa, mereka tertawa lepas. Merasa lucu mendengar Arya mempercayai kebohongan Amanda.


"Jadi mas Arya termakan kebohongan Amanda?" Keyra menyimpulkan.


"Amanda dan kedua orangtua Prince hanya berbohong Mas. Prince belum pernah menikah lagi setelah bercerai dari saya." Jelas Keyra.


Arya merasa sedikit lega. Tapi, terputusnya komunikasi membuat Arya masih menaruh curiga.


"Mereka menghilang sejak hari Amanda menyebar kebohongan itu. Keduanya tak bisa dihubungi." Jelas Arya.


Kembali Vino dan Keyra saling menatap. Mereka tidak tahu harus berkata apa.


"Saya khawatir, terjadi sesuaatu pada mereka."


"Mas Arya harus yakin dan percaya, mereka berdua pasti akan baik-baik saja. Paling mereka sedang menikmati liburan honeymoon." Tutur Keyra.


"Apakah mungkin kalian tahu alamat Prince di Korea?"


"Tidak, Mas. Kita tidak sedekat itu. Hanya dulu, Prince selalu menghubungi seminggu sekali untuk menanyakan perkembangan Gabriel." Jelas Keyra sambil mengelus kepala Gabriel yang duduk anteng makan chees cake kesukaannya.


"Mas Arya tahu mereka di Korea dari mana?" Tanya Vino penasaran karena tadi Arya bilang mereka memutuskan komunikasi.


"Karena Prince pernah bilang akan membawa Isma ke Korea. Jadi mungkin saja mereka disana." Tuturnya.


Vino dan Keyra hanya mengangguk saja.


"Boleh saya minta nomor telepon Prince yang digunakan untuk menelpon kalian?" Tanya Arya yang masih belum menyerah untuk mencari info.


"Wah, terakhir kita menghubungi Prince sebulan yang lalu." Sambung Vino.


"Minggu lalu kita mencoba menghubinginya, karena Gabriel merindukan Dedynya. Dan kita tidak bisa tersambung dengan Prince." Jelas Vino.


Arya menghela napas. Dia merasa sia-sia, tidak mendapatkan apapun berita tentang Isma.


'Semoga adek baik-baik saja. Aamiin!' Batinnya.


"Begini saja, mas Arya. Nanti, kalau saya bisa mebghubungi Prince. Saya akan menyampaikan pesan mas Arya untuknya." Saran Vino yang juga di setujui oleh Keyra.


Arya mengangguk pelan. Ada raut kecewa, sedih dan khawatir yang terlihat jelas di wajahnya.


Sebenarnya Keyra penasaran ingin tahu. Tapi semua itu di urungkan. Mereka baru kenal mas Arya beberapa menit yang lalu. Jadi tidak enak untuk membahas masalah pribadinya.


'Abi, maafka Arya. Abi benar, Arya tidak membantu apapun. Yang ada malah memperkeruh keadaan.' Sesalnya dalam hati.


Bersambung. . .


Jangan lupa like, komen dan vote juga. . .


Agar Author tambah semangat berkaryanya.

__ADS_1


Salam sayang buat Reader dan teman author yang selalu setia memberi dukungan untuk karyaku ini.


😍😍😍😍😍😍😍


__ADS_2