
Sepekan berlalu begitu saja dengan aman dan tanpa gangguan. Amanda tidak ada kabar sama sekali. Entah sengaja menghilang sebelum melancarkan aksinya atau mungkin memang sudah menyerah untuk melampiaskan dendamnya.
Pagi minggu yang cerah ini Isma dan Prince saling berbagi tugas menyiapkan sarapan dan menyajikannya di atas meja makan. Dengan senang hati, Prince membantu istri tercintanya itu beraktivitas dipagi hari.
Saat memakan sarapannya, Prince menyuapi Isma. Meski Isma menolak Prince tetap melakukannya. Dia ingin melakukan banyak hal bersama Isma hari ini.
"Mas, Usia kandungan adek sudah masuk tujuh." Ucapnya sambil menyusun piring yang baru selesai dicuci oleh Prince.
"Lalu?" Tanya Prince tidak mengerti.
"Mm biasanya kalau kandungan sudah memasuki tujuh bulan, orang-orang akan mengadakan acara syukuran tujuh bulanan gitu." Jelasnya.
"Bagus, boleh. Kapan sayang mau mengadakan acaranya?"
Sebentar Isma menyelesaikan pekerjaannya, lalu Prince memapahnya untuk melangkah menuju kursi meja makan.
"Bagaimana kalau minggu depan."
"Boleh sayang. Apa persiapan yang di perlukan?"
"Banyak hal. Tapi, adek cuma mau ada pengajian dan doa saja untuk bayi kita."
"Ya sudah, sayang atur semuanya. Tapi, yang mengerjakan jangan sayang. Mas akan carikan orang untuk mengatur semuanya."
"Tapi jangan berlebihan. Sayangkan kalau mubazir."
"Iya sayangku. Mas ikut apapun yang sayang inginkan." Menggenggam tangan Isma.
__ADS_1
"Terimakasih, Mas. Tapi, adek ingin syukurannya di Bandung boleh?" Rengeknya manja.
"Boleh. Dimanapun sayang mau, Mas izinkan selama sayang baik-baik saja dan bahagia." Mengelus pipi Isma.
Isma tersenyum lebar. Dia merasa sangat bahagia, karena suaminya memberi izin untuk syukuran tujuh bulanan di adakan di Bandung.
"Hari ini sayang mau jalan gak?" Tawar Prince.
"Mau."
"Baiklah, hari ini Mas akan menemani kemanapun sayang ingin pergi."
"Benaran?"
"Iya, sayang." Mengecup punggung tangan Isma.
"Boleh. Tapi, mau beli apa? Biasanya sayang tidak suka belanja ke Mall?" Tanya Prince heran.
Sebentar Isma menarik napas dalam. Lalu, dia berdiri dan langsung duduk di pangkuan suaminya.
"Kenapa malah jadi manja gini, sayangnya Mas?" Mencium pipi Isma yang sudah mulai berisi.
"Kita itu calon orangtua yang lambat."
"Maksudnya?"
Isma mengganti posisi duduknya. Kini dia duduk menghadap suaminya langsung. Isma duduk dalam pangkuan suaminya. Duduk Isma yang seperti ini membuat Prince berkeringat dingin.
__ADS_1
"Sayang kenapa jadi nakal gini? Ini masih pagi loh?" Ucap Prince terbata menahan luapan gejolak naluri sebagai suami.
"Kenapa memangnya. Kan kita suami istri. Jadi terserah adek lah mau ngapain juga." Celotehnya.
Tangan Isma mulai meraba masuk sedikit-sedikit ke dalam kemeja Prince yang sengaja dibiarkan dua kancing atasnya terbuka. Tangan Isma kini mengelus bagian dada bidang suaminya itu.
Prince masih diam dan menelan ludah susah payah. Dia sedikit gemetar. Andai Isma sedang tidak dalam keadaan hamil besar, Prince pasti akan melaksanakan ibadahnya pagi itu juga di meja makan.
"Sayang, kita ini masih di dapur loh." Bujuk Prince sambil mengelus lembut punggung Isma.
"Biarin. Tidak ada yang akan melarang kita juga kok." Rengeknya.
Kali ini Isma semakin menggoda Prince. Dia semakin merapatkan duduknya dan semakin mendekat pada Prince. Perut buncitnya sudah sangat menempel dengan perut Prince.
"Sayang, dedek bayinya menendang. Mungkin dia kesempitan karena posisi sayang seperti ini!" Seru Prince terbata-bata, takut menyinggung perasaan Isma.
"Iih, Mas… sudah berapa lama kita tidak seperti ini?" Tanyanya dengan merengek manja.
Membuat seluruh indera Prince terjaga. Tapi, dia mencoba menenangkan diri.
"Mas tidak menginginkannya?"
Prince menelan ludah. Lalu perlahan tangannya yang tadi hanya mengelus punggung Isma beralih menopang tubuh Isma. Tanpa basa basi, Prince menggendong tubuh Isma yang terasa sangat berat itu menuju kamar.
"Sayang yakin menginginkannya?" Goda Prince sambil menggendong Isma menuju kamar.
Isma hanya mengangguk malu-malu dengan meletakkan kepalanya diceruk leher suaminya. Sedangkan kedua kakinya melingkar indah di pinggang suaminya.
__ADS_1
BERSAMBUNG…