Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Season 2 (Chap 42) End


__ADS_3

Siang ini Rara menemani Keni dirumah. Ayah sama bunda pergi Ke Bandung untuk mengurus sesuatu pekerjaan. Fazil sudah berangkat ke kantor dan Feisal sudah berangkat ke kampus.


"Maaf ya, Ra. Kamu jadi nggak boleh ke butik, gara gara aku." Ucap Keni merasa tidak enak hati.


"Ini permintaan maaf yang ke seratus kalinya selama satu jam terakhir." Rara yang tadi berbaring sambil membaca novel pun akhirnya bangkit dan menatap.wajah tidak enak iparnya itu.


"Kamu benaran merasa tidak enak padaku?" Tanya Rara.


"Iya." Jawab Keni singkat.


"Kalau begitu, mari kita pergi." Ajak Rara.


"Kemana?"


"Mall, kita belanja, dan makan makan." Rara kegirangan.


"Tapi Fazil tidak mengizinkanku untuk keluar rumah."


Rara menghela napas kesal. "Benar benar istri yang patuh." Lalu dia meraih ponselnya. Rara menelpon Fazil.


"Zil, aku bosan dirumah. Keni juga bosan dirumah. Kami mau ke mall boleh ya?" Bujuk Rara meminta izin pada Fazil.


"Tapi jagain Keni baik baik lo, Ra." Tegasnya.


"Tanang. Ratu Keni aman berada ditangan Rara si pengawal yang malang." Teriaknya kesal.


"Ra, kamu marah ya sama Fazil?"


"Ah, enggak kok, hanya sedikit kesal." Rara memberikan cadar pada Keni, lalu merekapun berangkat.


Keni benar benar bahagia berada ditengah tengah keluarga bahagia itu. Mereka semua memperlakukannya dengan sangat baik dan hati hati. Mereka menjaga Keni dengan baik.


Skipp…

__ADS_1


Malam ini, keluarga bahagia itu berkumpul bersama. Mereka menonton sinetron yang bertema komedi. Tidak jarang mereka tertawa. Dan kadang sangking lucunya, mereka tertawa sampai mengeluarkan air mata.


Prince berbaring dipangkuan Isma. Mereka duduk disofa yang menghadap langsung pada Tv. Sementara Fazil juga berbaring dipangkuan Keni. Mereka berada di sofa yang lainnya di dekat tv. Dan Rara bersama Feisal, duduk di lantai, sangat dekat dengan tv. Mereka hanya sesekali saling merebahkan kepala pada bahu masing masing.


"Cepatlah menikah, saudara saudaraku." Ujar Fazil yang tidak digubris oleh mereka.


"Mereka bahkan belum menemukan orang yang tepat untuk mereka ajak menikah." Seru Isma sambil menyuapkan buah apel pada Prince.


Lalu, perlahan Rara menoleh pada Isma. Dia terlihat ingin mengatakan sesuatu. Melihat hal itu membuat Fazil dan Prince yang tadinya baring nyaman, kembali duduk.


"Ada apa, Ra? Mau ngomong apa?" Tanya Isma.


"Ngomong apa loe? Mau nikah, mimpi kali!" Feisal meledeknya, lalu tertawa terbahak bahak.


"Ayah, bunda. Rara mau dilamar!" Ungkapnya dengan suara yang agak ragu ragu.


"Loe serius, Ra." Feisal berhenti tertawa dan menatap Rara dalam dalam.


"Siapa nak?" Tanya Ayah dan bunda barengan.


Sebentar Rara menghela napas. "Mas Arsyid." Ucapnya ragu.


"Siapa? Mas siapa?" Tanya Fazil yang langsung melompat kedekat Rara.


Kini Rara berada ditengah tengah kedua saudara kembarnya. Ayah dan bunda hanya diam karena mereka sudah menduga itu sebelumnya. Dan Keni, hanya menatap Rara yang merasa tidak yakin mengungkapkan kebahagiaannya.


"Mas Arsyid mau melamar Rara." Ulangnya lebih jelas.


Sebentar Fazil dan Feisal saling bertatapan, lalu mereka menoleh pada ayah dan bunda yang tersenyum dan memberi isyarat agar mereka memeluk Rara.


"Yeee, akhirnya Rara dilamar juga." Mereka memeluk Rara, menghapus air mata Rara dan memberi ciuman dipipi kiri dan kanan Rara.


Disaat mereka semua sedang bahagia itulah Arsyid tiba tiba muncul.

__ADS_1


"Aunty, uncle." Sapa Arsyid.


Fazil, Rara dan Feisal berdiri menghadap Arsyid yang berdiri di antara kedua orangtuanya.


"Sayang, sini." Fazil berbisik menggamit istrinya. Kenipun mendekat dan menggenggam erat tangan suaminya.


"Almahyra, maukah kamu menikah denganku?" Ucap Arsyid langsung dihadapan kedua orangtuanya dan orangtua Rara.


"Rara terdiam malu malu. Sementara Arya, Fitri, Isma dan Prince saling tersenyum mereka merestui cinta anak anak mereka, karena itulah janji mereka untuk tidak memaksakan cinta pada anak anak mereka agar tidak menderita seperti mereka saat dulu.


"Te ri ma, te ri ma, te ri ma." Fazil dan Feisal bersorak sorak menggoda Rara yang semakin malu malu.


"Dengan ucapan bismillah, Rara mau menjadi Istri mas Arsyid." Jawab Rara yang akhirnya meneteskan air mata.


Semua orang bahagia malam itu. Tapi, yang paling bahagia adalah Rara dan Arsyid. Sementara yang paling berduka, adalah Feisal. Dia masih betah sendiri dan memang belum punya keinginan untuk menikah muda.


"Keni…" Rengek Rara yang langsung meneluk Keni dengan manja.


"Apa kamu bahagia, Ra" Tanya Keni sambil mengusap lembut punggung Rara.


"Sangat bahagia." Jawab Rara yang juga didengar oleh Arsyid.


Jodoh itu benar benar perkara rahasia. Rara yang mati matian mengharapkan cinta Gabriel, ternyata diam diam dicintai oleh Arsyid sepupunya sendiri. Fazil dan Keni yang menjaga cinta mereka secara diam diam selama bertahun tahun dan tidak pernah membayangkan bisa hidup bersama, merekapun ternyata bersatu dalam ikatan cinta yang kokoh. Semoga Feisal akan segera menemukan jodoh duania akhiratnya juga.


The End.


TERIMAKASIH UNTUK SEMUA TEMAN TEMAN YANG SELALU SETIA MEMBACA DAN MENUNGGU NOVEL INI. KINI TIBALAH SAATNYA KITA BERPISAH TEMAN TEMAN.


SAMPAI JUMPA DI KARYA TERBARU AUTHOR YANG TIDAK KALAH INDAHNYA DARI NOVEL INI.


SEKALI LAGI, TERIMAKASIH KARENA SELALU SETIA MENUNGGU DAN MEMBACA HINGGA AKHIR.


πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2