
Isma bercerita banyak hal tentang kehamilannya. Dia juga menceritakan kalau Prince lah yang mengalami muntah dan mengidam. Umi mendengarkan dengan sangat antusias.
Sedangkan, Prince dan Abi juga mengobrol tentang beberapa hal. Seperti bagaimana kehidupan di Korea. Dan beberapa hal lainnya yang sebenarnya hanya untuk bahan pembicaraan agar lebih dekat satu sama lain.
Puas mengobrol, Umi mengajak mereka untuk menyantap masakan yanng sudah Umi siapkan sejak pagi tadi.
"Kita tunggu Teteh sama Mas Arya dulu, Umi. Bentar lagi mereka tiba kok." Saran Isma.
Umi menyetujui itu. Begitu juga dengan Abi dan Prince.
"Abi, Umi, boleh Prince pamit mau tidur sebentar saja." Ucap Prince tiba-tiba.
Matanya terasa sangat mengantuk. Terlebih tadi malam memang dia tidak tidur, karena menemani Isma yang tidak bisa tidur.
"Boleh, dong. Dek temani suamimu istirahat." Saran Abi.
"Iya. Kamu juga Umi lihat matamu itu lelah. Tidurlah sebentar." Ucap Umi pada Isma.
Lalu, Isma dan Prince menuju kamar. Begitu tiba di kamar, mereka langsung merebahkan tubuh diatas kasur.
"Alhamdulillah…" Ucap Prince saat merasa punggungnya nyaman berbaring diatas kasur.
Isma pun ikut bergumam didalam hatinya. Lalu dia mendekatkan tubuhnya pada suaminya. Dengan cepat, Prince meraih tubuh Isma untuk dipeluknya.
"Mas, adek ngantuk!" Serunya dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
"Tidurlah. Mas juga akan tidur sebentar." Ucap Prince.
Isma semakin menggelungkan tubuhnya dalam pelukan suaminya. Rasanya begitu hangat dan nyaman. Hingga keduanya tertidur lelap.
Sementara itu, di kamarnya. Amanda sedang duduk santai di atas sofa yang menghadap ke luar. Sesekali dia mereguk air memabukkan dari gelasnya itu.
Tadi pagi, dia mendapat kabar kepulangan Prince dan Isma dari Korea. Ya, diam-diam Amanda membayar seseorang untuk membuntuti pasangan itu.
Tujuan Amanda saat ini hanya satu. Dia menargetkan Prince sebagai sasaran balas dendamnya. Tentu Amanda tidak melepaskan Isma dari pengawasannya.
"Jika bisa membidik keduanya, kenapa harus satu." Ucapnya sambil tersenyum licik.
Lalu, Amanda kembali mereguk air itu satu gelas penuh hingga habis. Kemudian senyum penuh kemenangan terlukis dibibirnya yang merah merona itu.
📱"Saat ini terus awasi pergerakan mereka. Selalu laporkan padaku apapun itu, meski hanya sedikit." Ucapnya pada lawan bicaranya di seberang sana.
📱"Jangan pernah lengah sedikitpun. Dan ingat, perlahan tapi pasti. Kalau kamu bisa memulai dengan memotong ujung kukunya, lalu jarinya, dan lanjut pergelangan tangan…" Sambungnya.
Sebentar Amanda menghentikan ucapannya. Dia berdiri melangkah menuju tembok kaca kamarnya.
📱"Kemudian, takkk… pangkas seluruhnya. Maka… aku akan memberi bonus sebanyak lima kali lipat." Tegasnya.
Setelah mendengar jawaban memastikan dari lawan bicaranya. Amanda langsung memutuskan sambungan itu. Dia menatap jauh kedepan. Senyum mengerikan itu kembali ditunjukkannya pada dunia.
"Ini pembalasanku, Prince. Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Jika aku tidak bisa memiliki kamu. Maka tidak akan ada yang boleh mendapatkan kamu." Ucapnya lembut menyimpan dendam dan amarah yang meluap.
__ADS_1
"Tunggu aku sayang. Aku datang memberi peringatan padamu. Aku akan bermain sedikit lebih sabar dan penuh pertimbangan. Aku masih memberi kesempatan. Meski aku tahu, pada akhirnya kamu tetap akan berpaling dariku." Sambungnya.
"Welcome Isma yang malang. Sebelum aku menemuimu, aku akan menyelesaikan urusan dengan pangeran kesayanganmu."
Amanda kembali ke tempatnya semula. Kembali dia menuangkan air memabukkan itu kedalam gelas. Lagi dan lagi, Amada mereguknya tanpa henti.
Tidak berapa lama kemudian, dia tertawa. Sungguh tawa yang sangat menggelegar. Membuat pembantunya terkaget dan merasa khawatir mendengar tawa majikannya itu.
BERSAMBUNG
Hay hay Reader. . .
Semangat dan terus jaga kesehatan.
Jangan lupa
LIKE
KOMEN
VOTE
Tinggalkan jejak kalian. Karena jejak kalianlah yang menjadi semangat Author menulis.
Terimakasih semuanya. . .
__ADS_1