Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Aqiqah


__ADS_3

Acara aqiqah Azam. Rina dan Bimo memakai pakaian yang sama, begitu juga dengan sikecil Azam, Banyak tamu yang datang mendoakan dan memberi selamat untuk mereka. Terutama rekan kerja satu kantor.


Isma tidak terlihat diantara ratusan tamu yang ikut memeriahkan acara aqiqah tersebut. Hanya Prince yang dengan senantiasa menemani Bimo dan Rina serta sesekali berbincang dengan teman.


"Istrimu tidak ikut Prince?" Tanya salah seorang keluarga Bimo.


"Ikut, tapi dia istirahat di kamar. Maklumlah, usia kandungannya sudah di bulan kedelapan." Jelasnya.


"Iya juga, terlebih istrimu benaran mengandung tiga bayi, kan?" Bertanya penasaran


"Iya, Allah beri tiga sekaligus."


"Jadi ingin punya bayi kembar tiga juga. Atau setidaknya kembar dua sudah cukup." Ungkapnya.


"Berdoa saja. Jangan lupa usahanya juga di rapetin." Goda teman lainnya.


Mereka tertawa bersama dengan obrolan kosong dan ngawur itu.


"Btw, gimana gaya nya, supaya bisa kembar gitu." Mengajukan pertanyaan pada Prince.


Wajah Prince memerah malu. Ya, dia nggak mungkin kan mencontohkan sama teman temannya.


"Apa gaya kayang?"

__ADS_1


"Atau mungkin gaya kapal selam?"


Mulai menyebutkan berbagai gaya yang entah apa namanya itu. Mereka benar benar hanya bicara omong kosong untuk mencairkan suasana saja. Dan Prince pun ikut tertawa saja menimpali candaan teman temannya.


Acara berlanjut dengan meriah. Prince memperhatikan dengan baik setiap rangkaian acara, sebab dia ingin menyimpannya untuk nanti mengaqiqahkan buah hatinya yang akan segera lahir tidak lama lagi.


Dan tibalah dipenghujung acara. Tamu sudah pada pulang usai memberi selamat pada Rina dan Bimo. Yang terakhir Prince dan Isma. Dengan sangat hati hati Prince menggandeng Isma mendekat kearah Rina dan Bimo.


"Susahnya berjalan bumil satu ini." Goda Rina yang sedang menggendong Azam.


"Selamat ya Rin, semoga kelak Azam tumbuh jadi anak yang sholeh dan gagah seperti ayahnya." Ucap Isma lalu memberikan ciuman di dahi dan pipi Azam.


"Terimakasih Ounty." Jawab Rina tersenyum senang.


"Selamat Bim. Harus jadi ayah yang siap siaga menjaga anak istri." Memeluk Bimo.


"Kalian akan merasakan bagaimana rasanya menjaga bayi." Sambung Rina.


"Siap siap saja mental kalian. Menjaga satu bayi saja kita berdua kadang kewalahan. Apa lagi kalian akan punya tiga bayi sekaligus." Ungkap Bimo.


Prince hanya tersenyum dengan terus merangkul bahu Isma yang juga hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Bimo dan Rina.


"Kalau begitu kita pamit pulang. Mau istirahat." Menunjuk Isma.

__ADS_1


"Iya. Hati hati pulangnya. Jaga Isma dengan baik. Kalau ada apa apa telpon kita." Rina menyarankan.


Isma mengangguk sambil tersenyum. Kemudian mereka meninggalkan rumah Rina dan Bimo.


Di perjalanan pulang, Isma merengek merasa sangat tidak nyaman pada perutnya.


"Kita ke rumah sakit ya, periksa." Mengelus perut Isma.


Isma hanya bisa mengangguk. Lalu Prince mengalihkan arah mobilnya menuju rumah sakit.


Begitu tiba di ruangan dokter Maharani, Isma langsung diperiksa.


"Apa rasa nyilu sering dirasakan mbak Isma?" Memeriksa perut Isma.


"Iya, Dokter. Biasanya, dia merasa nyilu saat pagi dan malam hari sebelum tidur." Menjelaskan pada Dokter.


"Ini, coba kalian lihat." Menunjukkan gambar bayi di perut Isma yang terlihat dilayar monitornya.


"Bayi kalian sangat sehat. Perkembangan mereka juga bagus. Rasa nyilu yang dirasakan mbak Isma, berasal dari tekanan pergerakan ketiga bayi kalian yang sudah mendekati proses persalinan." Menjelaskan dengan sangat hati hati.


Prince dan Isma mendengar sambil melihat gambar bayi mereka.


"Ada kemungkinan, mbak Isma akan melahirkan di akhir bulan kedelapan kehamilan. Yang artinya sekitar kurang lebih tiga minggu lagi. Tapi, bisa juga akan melahirkan di bulan ke sembilan kehamilan. Berarti sekitar lima minggu lagi." Sambungnya menjelaskan.

__ADS_1


Isma dan Prince tersenyum haru mendengar penuturan dokter Maharani. Lalu, Isma juga diberikan vitamin untuk tetap menjaga kestabilan mental dan fisiknya.


Bersambung…


__ADS_2