Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Mandi bersama


__ADS_3

Isma berdiri tersenyum menyambut kedatangan Prince yang baru saja tiba di Bandung. Isma merentangkan tanganya. Prince melangkah cepat dan menghambur dalam pelukan Isma. Dan tidak lupa, Prince mencium bayi bayi nya dalam perut Isma.


"Terimakasih sudah menjaga Bunda selama Ayah pergi." Mengelus perut Isma yang dibalas dengan tendangan dari jagoan jagoannya itu.


"Mas kangen banget sama sayang." Mencium seluruh wajah Isma tanpa henti.


"Adek juga. Tapi ciumnya jangan disini. Ada semua orang, malu." Bisik Isma.


Prince menghentikan perbuatanya, lalu melihat sekeliling dimana ada Umi, Abah, Arya, Fitri dan juga Arsyid.


"Umi." Melangkah menemui Umi.


"Abah…" Memeluk Abah.


Prince menyalami semua keluarga secara bergantian. Kemudian mereka masuk ke rumah bersamaan.


"Apa sudah selesai projek mu di Korea?" Tanya Abah.


"Sudah, Bah. Dipastikan Prince tidak akan bolak balik Korea lagi untuk lima bulan kedepan." Merangkul bahu Isma.


"Ya sudah, kalau gitu istirahat lah sana. Kangen kangen juga di kamar, jangan disini." Ledek Umi.


Isma tersenyum malu sambil menyembunyikan wajahnya didada suaminya. Dan Prince langsung merangkul tubuh Isma untuk menuju kamar.

__ADS_1


Begitu tiba di kamar, Prince langsung mencium bibir Isma. Dia juga mengarahkan tubuh Isma untuk berbaring di tempat tidur. Prince melakukan itu dengan sangat hati hati, agar tidak menyakiti bayi bayinya.


Meninggalkan pasangan yang tengah melepas rindu. Di kediamannya, Vino sedang mereguk minuman keras. Sedangkan Keyra diikatnya diatas tempat tidur. Dan Gabriel di kurung di kamarnya sendirian.


"Lepas. Kamu sudah gilaaa…" Teriak Keyra berontak.


"Kamu yang gilllaa. Aku suamimu. Tapi, setiap malam kamu memanggil nama pria lain. Aku tidak terima dengan semua itu Keyra. Kamu bahkan meracuni pikiran Gabriel untuk membenciku juga." Mengamuk dengan menampar wajah Keyra.


"Aku sangat mencintaimu, sayang. Aku ingin kita hidup bahagia tanpa bayang bayang Prince." Membelai wajah Keyra.


Keyra menangis gemetas. Dia benar benar ketakutan. Tapi dia juga sadar akan perlakuan buruknya akhir akhir ini pada Vino. Entah mengapa Keyra merasa sangat membenci Vino setiap kali dia teringat pada semua perhatian Prince padanya saat masih menjadi istri Prince.


"Jadilah milikku sekali lagi. Bukan hanya ragamu tapi juga hatimu sayang. Aku mohon." Memeluk erat tubuh terikat Keyra.


Sementara itu, Prince dan Isma kini sedang menikmati makan malam. Prince begitu manja, dia meminta Isma menyuapkan makanan padanya dengan alasan malas menggerakkan tangan untuk makan.


"Tumben Mas jadi malas bahkan hanya untuk menggerakkan tangan saja." Menyuapkan makan menggunakan tangannya langsung.


"Tangan Mas terlalu sering bergerak saat di Korea. Mas benar benar lelah sayang." Rengeknya manja sambil mengunyah makanan.


"Ya sudah, nanti selesai makan, adek pijitkan tangan Mas."


"Tidak usah. Cukup adek berbaring dalam pelukan mas sepanjang malam sampai pagi." Ucapnya.

__ADS_1


"Iya. Adek akan selalu ada dalam pelukan mas sampai kapanpun mas inginkan." Menyuapkan lagi makanan.


"Mmhp. Adek tau selama di Korea mas sangat menderita." Ucapnya manja.


"Menderita karena apa?"


"Merindukan kalian." Membuka lebar mulutnya untuk menerima suapan terakhir dari tangan Isma.


"Kita juga merindukan Ayah ya nak?" Menarik tangan Prince lalu meletakkan diatas perutnya.


"Semoga Allah selalu melindungi kita." Mencium perut Isma.


Usai menyantap habis makan malamnya, mereka kembali ke kamar. Isma menyiapkan air hangat untuk Prince mandi. Dan saat Isma sedang di kamar mandi, Prince ikut masuk lalu mengunci pintu kamar mandi.


Tangannya langsung melingkar di pinggang Isma, dia mengelus lembut perut Isma dan menyingkap piyama Isma.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama." Bisiknya ditelinga Isma.


"Boleh, tapi adek malas bergerak." Ucap Isma.


"Tidak usah bergerak sayang. Cukup diam dan terima semua kenyamanan dan kehangatan dari mas." Menuntun tubuh Isma masuk kedalam bathtub.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2