Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Season 2 (Chap 20)


__ADS_3

Kediaman Arya dan Fitri.


"Syid, tadi kamu ke sekolah Fazil?" Fitri duduk di sofa sambil menyusun buku buku tentang kejiwaan.


"Iya, Mi. Uncle Prince yang minta Arsyid mewakili sebagai wali mereka." Matanya fokus pada gambar gambar di laptop.


"Terus, apa yang dikatakan guru mereka? Apa mereka benar benar nakal di sekolah?" Penasaran dengan gosip yag menyebar tentang ketiga ponakannya itu.


"Semua berita itu hoax aja, Umi. Mereka masih tetap sama seperti yang kita kenal." Mengedit photo hasil jepretannya.


"Syukurlah. Umi kira mereka berubah jadi nakal karena sering ditinggal. Lagian Umi juga sudah hampir tujuh bulan terakhir nggak pernah bertemu mereka. Semenjak kakek dan nenek meninggal, mereka jadi jarang main ke rumah kita." Tutur Fitri mengingat kerenggangan hubungan antara dirinya dan ponakan ponakannya.


"Mereka sibuk sekolah, Mi. Uncle sama Aunty juga sibuk kerja. Umi sama Abi juga sama sama sibuk kerja. Nah itu penyebabnya kita jarang bertemu dan kumpul seperti masih ada nenek dan kakek dulu." Penjelasan Arsyid menbuat Fitri paham. Karena kesibukanlah yang membuat mereka jarang berkumpul bersama seperti dulu.


"Umi, Arsyid ke kamar dulu ya. Ada urusan mendadak." Mencium pipi Fitri sebelum melanjutkan langkahnya menuju kamar yang ada di lantai atas.


Begitu tiba di kamar, Arsyid kembali membuka laptop yang tadi sempat ditutupnya. Dia mulai membuka aplikasi panggilan Video yang ditujukan pada ketika sepupunya yang saat ini sedang duduk santai di kamar mereka.


"Kak Arsyid nih. Gimana, Jawab nggak?" Tanya Fazil yang agak kaget melihat panggilan video masuk di bagian bawah samping komputer yang sedang digunakannya untuk bermain game.


"Jawab aja. Mana tau penting." Feisal menyarankan dan langsung duduk di sebelah Fazil. Melihat mereka berkumpul didepan komputer, Rara pun juga tidak mau ketinggalan.

__ADS_1


"Assalamualaikum bro!" Ucap Feisal pada Arsyid saat melihat wajahnya di vedeo yang tersambung pada mereka.


"Waalaikumsalam. Kalian lagi di Bogor, ya?"


"Iya, Mas. Ada apa tiba tiba ngubungi kita?" Tanya Fazil curiga.


"Tadi mas kesekolah kalian. Eh kalian malah nggak masuk sekolah." Rutuknya kecewa.


"Ayah yang minta mas Arsyid datang ke sekolah?" Tanya Rara.


Arsyid mengangguk sambil tersenyum. Lalu dia memperlihatkan tiga amplop putih yang berstempel nama sekolah yang berbeda beda. Fazil mulai paham apa yang akan Arsyid katakan pada mereka.


"Ayah meminta kita pindah sekolah?" Tebak Rara sedikit bersemangat.


"Yupps, uncle mau kalian pilih satu sekolah diantara tiga ini."


"Wah, pilihan yang rumit. Aku ingin sekolah di Korea." Ucap Rara.


"Nggak ah, Ra. Aku nggak mau ke Korea. Aku mau ke London saja Mas." Pilih Feisal.


"Kamu Zil? Mau sekolah dimana?" Tanya Arsyid menatap Fazil yang sejak tadi hanya diam seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Apa kalian benar benar akan bersekolah secara terpisah?" Fazil bertanya pada kedua saudaranya.


"Iya." Jawab mereka tegas dan lantang juga bersamaan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan tetap di Jakarta." Ucap Fazil.


Sebentar Arsyid yang menjadi terdiam. Dia tidak menyangka tiga kembar ini akan memilih sekolah yang berbeda. Sangat diluar dugaan. Bahkan Prince dan Isma saja, tadi mengatakan pada Arsyid mereka akan memilih sekolah yang sama.


"Kenapa, Mas? Kok diam?" Tanya Feisal penasaran.


"Kalian benar benar akan bersekolah di sekolah yang berbeda?" Mereka mengangguk yakin. "Kalian akan terpisah jarak yang jauh dan dalam waktu yang lama?." Jelas Arsyid.


"Iya kita tahu, Mas. Kita memang ingin sendiri sendiri dulu. Kita mau belajar bergaul dengan teman baru dan lingkungan baru." Jelas Fazil yang diiyakan oleh Rara dan Feisal.


"Ok. Kalau memang begitu, kalian akan langsung kesekolah masing masing mulai besok pagi." Ucapan Arsyid mendapat anggukan dari ketiga kembar itu.


"Mas sudah pesankan tiket penerbangan untuk kalian ketujuan kalian masing masing. Untuk Rara dan Feisal, Mas juga akan langsung mencarikan tempat tinggal untuk kalian selama bersekolah di sana. Dan kamu Fazil, besok kamu kembali ke Jakarta bersama Om Bimo dan akan langsung di antar ke SMA Nusa Bangsa. Kalian paham?" Jelas Arsyid dengan teliti bak asisten pribadi yang sedang mengatur jadwal atasannya.


Sejenak mereka saling menatap, lalu tersenyum dan memberi anggukan bahwa mereka paham apa yang dijelaskan Arsyid.


"Baiklah, kalian tidurlah. Istirahat yang cukup sebelum berangkat besok. Ingat semua barang yang penting kalian, persiapkan sendiri. Jika ada yang tertinggal di rumah, segera hubungi bik Tifah untuk mempersiapkannya. Ok." Tersenyum melihat wajah bahagia ketiga adiknya itu. Lalu setelah nengucap salam, Arsyidpun memutus sambungan panggilan mereka.

__ADS_1


__ADS_2