Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Gara-gara Gabriel


__ADS_3

Akhirnya, malam ini Gabriel tiba di apartemen Dadi dan Mami. Isma menyambut senanng kedatangan Keyra dan Vino.


"Wuah… jagoan dadi datang." Sambut Prince.


Dia mengambil alih tubuh Gabriel dari gendongan Vino. Langsung saja tangan Gabriel memeluk erat Dadi yang sangat dirindukannya itu.


"Kalian sengaja ke Korea untuk mengantar Gabriel?" Tanya Prince.


"Ya, salah satunya." Jawab Vino.


"Berarti ada salah duanya, dong." Sela Bimo.


"Benar. Sekalian mau liburan saja. Honeymoon kedua." Ucap Vino bahagia.


Keyra tersenyum malu-malu saja. Sedangkan Rina dan Isma sedang menyiapkan makanan di dapur.


"Is, apa Gabriel memang sedekat itu ya sama Prince?" Tanya Rina. Matanya menatap kearah Prince dan Gabriel yang mulai bercanda dan tertawa.


Isma mengangukkan kepala mengiyakan saja. Entah mengapa, kadang Ism merasa sedih saat Prince bersama Gabriel. Karena, Prince seakan melupakannya begitu saja. Seperti waktu itu. Saat berkunjung ke rumah Keyra untuk menemui Gabriel.


Hari itu, Prince sibuk bermain dengan Gabriel. Dia melupakan kehadiran Isma. Prince bahkan tertwa bersama Gabriel dan Keyra. Sementada dirinya hanya duduk diam menatap kebahagiaan mereka.


Kadang Isma berpikir, sepertinya Gabriel lebih dekat dengan Prince dibandingkan Vino yang merupakan ayah kandungnya.


"Apa kamu baik-baik saja melihat itu?"


Rina menunjuk kearah sana. Dimana saat itu Gabriel bergantian mencium Prince dan Keyra. Tingkah Gabriel terlihat seperti sengaja ingin mengajak Mama dan Dadinya bermain. Semengata Vino hanya menatap sendu dengan senyum terpaksa di bibirnya.


"Entahlah Rin. Aku juga tidak tahu. Aku tidak mau terlalu memikirkan itu." Ucapnya malas.


Lalu Isma mencoba tersenyum sambil membawa nampan berisi gelas-gelas kopi untuk tamunya itu.


"Minum dulu, semuanya…"


Vino membantu Isma memindahkan gelas-gelas berisi kopi panas itu ke atas meja. Sedangkan Keyra, Gabriel dan Prince masih terus bermain dan bercanda.


Sejenak, Isma dapat menatap raut tidak nyaman di wajah Vino. Hingga keduanya saling menatap sebentar.


"Gabriel sayang, ini Mami belum di sapa." Vino memanggil Gabriel.


Ucapan Vino membuat Keyra dan Prince tersadar. Ternyata mereka telah melupakan suami dan istri mereka.


"Eh iya, ada Mami. Beri Mami ciuman gih." Saran Prince.


Gabrielpun melangkah menuju Isma. Lalu di peluknya Isma yang saat ini duduk berjongkok. Entah mengapa saat memeluk Gabriel, air mata Isma tumpah begitu saja. Dia tidak bisa membendungnya.


Semua yang melihat itu hanya diam dan saling salah tingkah. Terutama Prince. Dia kini tahu, mata Isma mengatakan ketakutan dan kekhawatiran. Prince mendekati Isma. Lalu dipeluknya tubuh Isma dan Gabriel bersamaan.


"Maafkan, Mas." Bisik Prince.

__ADS_1


Isma menjauhkan dirinya dari pelukan Prince, dengan cepat dia menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh Gabriel.


Lalu, Isma hendak kembali ke dapur. Tapi, pada saat itu Keyra menahannya.


"Biar aku yang mengantar nampannya ke dapur, Isma."


"Tidak Usah, Key. Kamu tamuku di sini. Tidak akan aku biarkan tamu menyajikan makanan di rumahku. Karena itu tugasku." Tegas Isma.


Ucapan Isma membuat Keyra salah tingkah. Ya, sesaat Keyra lupa, kalau Isma bisa saja cemburu dengan kedekatan dia dan Gabriel pada Prince.


Tapi, Keyra tidak bisa memungkiri. Bersama Prince jauh lebih membahagiakan dibanding bersama Vino yang selalu sibuk bekerja dan bekerja.


Rina perlahan menghampiri suaminya yang duduk diam mengamati kejadian didepannya. Sementara, Vino hanya diam menatap tingkah Keyra yang sama sekali tidak menghiraukannya. Dan Prince, dia langsung menyusul Isma ke dapur.


Gabriel ingin menyusul Dadinya tapi, ditahan oleh Papanya.


"Sayang sama Papa dulu. Dadi mau bantu Mami dulu." Bujuk Vino.


Dan kini, di dapur. Isma kembali menangis. Entah mengapa air matanya semakin deras mengalir meski dia mencoba menahannya.


"Sayang. Maafkan, Mas." Memeluk erat tubuh Prince.


"Aku tidak ingin menjadi ratu yang harus berbagi dengan selir. Aku bisa memberikan anak untuk suamiku. Aku tidak ingin Mas bahagia oleh wanita lain. Aku tahu Gabriel sangat dekat dengan Mas. Tapi, kenapa harus dekat juga dengan Keyra." Ungkapnya tanpa menahan lagi semua perasaan yang dia rasakan.


Prince mengeratkan pelukannya. Dia mencium puncak kepala Isma cukup lama.


"Kalau Mas masih bahagia bersama Keyra…"


Isma terus menangis. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Jujur rasanya dia ingin meminta Prince berhenti menemui Gabriel. Tapi, itu sangat keterlaluan dan tidak adil untuk Gabriel yang tidak tahu apa-apa.


"Temui mereka. Katakan aku tidak enak badan. Lagi pula, Gabriel juga tidak ingin bertemu aku, dia hanya ingin menemui Mas." Tegas Isma menghentikan tangisnya.


Lalu dia meninggalkan Prince. Isma kembali ke kamarnya. Dan Prince dia kembali ke ruang tamu. Ditemuinya Gabriel lagi.


"Dadi, aku mau tidur disini." Rengeknya manja.


"Kalau sayang tidur di rumah Dadi. Nanti Papa sama siapa?" Tanya Vino.


"Papa pulang aja. Papa, kan sibuk kerja. Mama disini aja, tidur sama Dadi juga." Ucap Gabriel.


"Sayang gak boleh ngomong gitu." Ucap Keyra langsung meraih tubuh Gabriel dari pelukan Prince.


Vino terdiam. Matanya terlihat menahan rasa kecewa. Tapi, bibirnya tersenyum dan pura-pura merasa gemas dengan ucapan Gabriel.


Rina dan Bimo pun saling menatap. Mereka merasa sepertinya akan terjadi pertengkaran hebat kedua pasangan itu malam ini.


"Gabriel gak boleh tidur sama Dadi. Soalnya Dadi tidurnya sama Mami. Apa lagi Mami sedang sakit sekarang." Bujuk Prince lembut.


"Papa aja yang sama Mami. Biar Papa yang bawa Mami berobat. Dadi sama Mama, temani aku tidur." Teriaknya mengamuk.

__ADS_1


Keyra salah tingkah. Dia tidak berani menatap Vino yang kini haus akan penjelasan dari Keyra. Kenapa putra mereka jadi bertingkah seperti malam ini. Vino curiga, kalau selama ini Keyra yang ingin menemui Prince dengan menjadikan Gabriel sebagai alasan.


"Kita pulang saja, sayang. Mama maunya sama Papa saja. Yuk kita pulang." Menggendong tubuh Gabriel yang terus bergerak berontak.


"Mama bilang kalau Mama mau tidur sama Dadi saja. Mama juga bilang gak mau tidur sama Papa." Teriak Gabriel dalam gendongannya.


Isma mendengar itu. Dia tidak benar-benar kembali ke kamarnya. Isma menghampiri Keyra.


Prince sempat menahan Isma, tapi ditepis oleh Isma. Mata Isma penuh dengan kemarahan bukan lagi tangisan.


"Gabriel masih sangat kecil, Key. Tega kamu meracuni pikirannya dengan memanfaakan suamiku untuk memjauhi Papanya." Ucap Isma tegas.


Dia tidak peduli saat itu ada Gabriel dalam gendongan Keyra.


"Aku tidak masalah, kalau memang Gabriel yang ingin menemui suamiku. Tapi, kalau kamu menjadikan Gabriel alasan untuk menemui suamiku. Kamu benar-benar keterlaluan, Keyra." Sambungnya.


"Sayang, sudah..." Cegah Prince merangkul tubuh Isma.


"Cukup, Mas." Bentaknya sambil menepis rangkulan Prince.


"Apa selama ini, Mas juga hanya berakting di depanku? Oh apa jangan-jangan kalian bermain api dibelakangku?" Teriak Isma sudah tidak mampu mengendalikan emosinya.


Keyra yang merasa tersinggung, mengayunkan tangannya untuk menanpar Isma. Tapi cepat Prince manarik tubuh Isma menjauh.


"Vino, bawa istri dan anakmu keluar dari rumahku." Bentak Prince sambil memeluk erat tubuh Isma yang menangis dan berontak dalam pelukannya.


"Kita pulang." Tarik Vino penuh amarah dan kecewa, juga rasa malu.


Gabriel menangis berteriak ingin tinggal bersama Prince. Tapi, Vino tidak memperdulikan tangisan putranya. Sedang Keyra dia diam saja merasa tidak enak dan bersalah pada semua orang.


Kembali pada Isma. Prince masih membujuknya. Dia menggendong tubuh Isma, membawanya ke kamar.


Rina dan Bimo masih terdiam di ruang tamu. Mereka seperti sedang menonton drama live di depan mata mereka beberapa detik yang lalu.


BERSAMBUNG


Hay hay Reader. . .


Semangat dan terus jaga kesehatan.


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE


Tinggalkan jejak kalian. Karena jejak kalianlah yang menjadi semangat Author menulis.

__ADS_1


Terimakasih semuanya. . .


__ADS_2