Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Terungkap


__ADS_3

Suasana rumah Isma dan Prince menjadi sangat ramai. Para orangtua mengobrol saling bercanda. Begitu juga dengan Arsyid yang bermain bersama Azam. Dia membuat ekspresi lucu dan bermain ciluk ba dengan Azam.


Meski masih berusia kurang dari tiga bulan Azam sudah sangat senang tertawa dengan menggerakkan kaki dan tangannya sekaligus sambil berbaring.


"Umi, nanti dedek Fazil, Feizal sama Rara juga bisa diajak bermain, kan?" Tanya Arsyid pada Fitri.


"Tentu sayang. Nanti kalau mereka semua sudah besar, bisa diajak main lari lari, petak umpet dan main bola." Tutur Fitri menjelaskan.


"Yee yee yee. Nanti aku punya banyak teman." Teriaknya kegirangan. Azam pun ikut bersuka ria.


"Masih sakit juga, sayang?" Menghampiri Isma yang tersenyum melihat Arsyid bermain dengan Azam dari kejauhan.


"Tidak begitu. Sudah lebih nyaman rasanya." Menatap wajah khawatir Prince dengan senyuman.


"Mas boleh pergi sebentar gak sayang?" Memegang tangan Isma.


"Boleh. Tapi jangan lama lama." Mengelus wajah suaminya.


"Siap Bunda. Ayah akan pulang lebih cepat." Mencium kening Isma.


Lalu prince berpamitan pada semua orang. Tapi, sebelum itu dia malah meminta Bimo menemaninya.

__ADS_1


"Lama gak?" Tanya Bimo.


"Bentaran. Janji." Melirik pada Rina. "Rin, aku bawa Bimo bentaran ya." Berpamitan pada Rina.


Rina mengangangguk sambil tersenyum. Meski ada sedikit perasaan curiga dihatinya pada Prince yang setelah tadi mendapat notif di ponselnya. Ya, setelah melihat layar ponselnya, Prince langsung berpamitan pada Isma.


'Semoga semuanya baik baik saja.' Batinnya sambil memperhatikan kepergian suaminya dan Prince.


"Sebenarnya mau kemana?" Tanya Bimo setelah berada di mobil.


"Vino mau ketemu aku. Katanya dia butuh bantuan untuk menghadapi Keyra." Jelasnya.


"Loh, memangnya kenapa lagi Keyra?"


"Wah gila tu perempuan. Banyak hutang kali ya. Makanya sampai bawa kabur banyak uang gitu." Komentar Bimo.


"Setahu aku, Keyra sangat baik dan gak pernah berbuat yang aneh aneh sebelumnya." Mengingat Keyra yang dulu saat masih menjadi sahabatnya.


"Apa mungkin Vino yang kurang memperhatikan dan kurang memberi kasih sayang padanya. Makanya dia kabur." Menerka nerka.


"Entahlah. Nanti saat bertemu Vino kita tanyakan apa penyebabnya dan bagaimana dia memperlakukan Keyra."

__ADS_1


Mobil mereka melaju menyusuri jalan raya menuju hotel tempat Vino dan Gabriel saat ini. Karena rumah sudah digadaikan oleh Keyra dan sudah di tarik oleh Bank.


Begitu tiba di hotel, Bimo dan Prince diajak masuk oleh Vino. Gabriel sedang tertidur pulas, setelah menangis semalaman karena merindukan Mamanya.


Prince mendekati tubuh mungil itu, lalu memberikan kecupan hangat di keningnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Prince menatap Vino yang terlihat sangat berantakan.


"Keyra memintaku menceraikannya. Dia ingin kembali padamu. Karena itu aku mencoba menahannya dengan mengurungnya di rumah. Terkadang aku mengikatnya agar dia tidak pergi kemanapun." Jelasnya datar.


Bimo mengerutkan dahinya mendengar penuturan Vino. Sedangkan Prince terdiam tidak mengerti kenapa Keyra bisa menjadi sangat terobsesi padanya.


"Vin, sedikitpun aku tidak pernah mencintai Keyra. Aku hanya menyayangi dia sebagai sahabat. Saat aku menikah dengan nya, aku juga tidak memperlakukannya dengan baik. Aku selalu membatasi hubungan kami. Aku bahkan tidak sekalipun menyentuhnya lebih dari sekedar pelukan saja." Menjelaskan panjang lebar.


"Aku tahu dan aku percaya sama kamu. Tapi, entahlah aku juga tidak mengerti dengan jalan pikiran Keyra. Ini pesan terakhirnya saat meninggalkan aku dan Gabriel." Melemparkan hp nya pada Prince.


Prince membaca pesan dilayar ponsel Vino. Pesan itu berisi sumpah serapah dan segala kebencian Keyra pada Vino. Dalam pesan itu, Keyra juga mengungkapkan rasa penyesalannya yang tidak lagi bisa mencintai Vino. Keyra juga mengabarkan, dia pergi bersama lelaki yang akhirnya bisa membuatnya bahagia lebih dari Vino dan Prince.


"Apa kebetulan kamu tahu siapa lelaki yang dia maksud?" Tanya Prince hati hati.


"Sahabat baikku. Dan, sebenarnya Gabriel bukan anakku." Ucap Vino lirih menyimpan segala luka yang teramat mendalam.

__ADS_1


Mata Prince dan Bimo membelalak kaget. Mereka mulai menerka nerka rangkaian kejadian yang sedang dialami Vino dengan Keyra selama ini.


"Aku baru mengetahui hal itu saat aku terus terusan mengikat Keyra. Dia mengaku selingkuh saat kami masih berpacaran, dia hamil oleh selingkuhannya. Untuk menutupi semuanya, dia menemui kamu saat hamil. Lalu, dia mengatakan itu anakku. Padahal dia telah hamil sebelum aku menyentuhnya." Jelas Vino lebih tenang dari sebelumnya.


__ADS_2