Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Pemilik Hati


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Tidak banyak yang berubah. Isma masih tetap bekerja sebagai sekretaris, Bimo masih terus berharap mendapat kesempatan untuk mencintai Isma. Sedangkan Rina, semakin hari semakin tertarik dengan Bimo, dia yang biasanya cuek sama Bimo, perlahan mulai membuka hati.


Sedangkan Prince, dia sibuk dengan pekerjaannya. Lebih tepatnya dia menyibukkan diri sendiri agar tidak terlalu memikirkan tentang rumah tangganya dan juga cintanya. Namun, diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun, Prince mulai mempelajari Islam.


Bimo memang menolak untuk mengajarinya. Tapi, Prince belajar dari video youtube. Seperti saat ini, dia sendirian di ruang kerjanya sambil menonton video tata cara sholat. Bukan hanya menonton, tapi juga mempraktekan gerakan-gerakan sholat itu.


"Oh Allah, please help me!" Rengeknya sedikit kecewa karena belum juga bisa menghapalkan bacaan sholat dan juga gerakan yang masih suka tertukar.


Seperti saat gerakan Rukuk, Prince malah langsung sujud. Atau saat harusnya sujud lagi, Prince malah sudah berdiri. Semuanya masih terasa sangat kaku dan susah menurutnya.


Tok… tok… tok…


"Prince, aku boleh masuk?" Teriak Keyra dari luar sambil mengetuk pintu.


Mendengar suara itu, Prince segera melipat sajadah, sarung dan juga pecinya. Semua perlengkapan sholat itu di sembunyikan kedalam lemari tempat file-file bekas miliknya.


"Ya boleh ko!" Sahutnya.


Keyrapun masuk, dia tersenyum menghampiri Prince dengan membawa segelas hot coklat kesukaan Prince.

__ADS_1


"Aku bawain hot coklat buat kamu." meletakkan di atas meja.


"Terimakasih. Tapi kamu gak usah repot, kamu tu harus banyak istirahat, lagian kandungan kamu juga udah berat kan?" Tanya Prince sambil melirik perut Keyra yang sudah sangat besar.


"Justru aku disaranin dokter untuk banyak bergerak dan beraktivitas. Agar nanti bayi nya bisa lahir normal, cerdas dan juga atif. Gitu..." Tuturnya senang sambil mengelus perutnya.


"Baiklah."


"Masih banyak yang harus dikerjakan?"


"Lumayan. Kenapa?"


Sebentar Prince terdiam, lalu dia mematikan layar komputernya.


"Baiklah, permintaan tuan putri di kabulkan."


Prince pun menggendong tubuh Keyra dan membawanya ke kamar. Begitu tiba di kamar, Prince merebahkan tubuh Keyra dengan sangat hati-hati di atas kasur. Kemudian dia pun ikut berbaring disebelahnya sambil memeluk tubuh Keyra.


"Nyamannya. . ." Keyra membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.


"Tidur yang nyeyak." Lalu Prince nemberi kecupan di dahi Keyra.

__ADS_1


"Semoga mimpi indah Isma." Bisiknya pelan.


Mendengar nama itu yang keluar dari mulut Prince membuat Keyra merasa sesak. Sebenarnya bukan hanya kali ini Prince menyebut nama itu, tapi sudah berkali-kali.


Keyra hanya bisa diam menekan perasaan sakitnya sendiri. Sedangkan Prince sama sekali tidak sadar akan hal itu. Mungkin dia pikir Keyra tidak mendengarnya setiap kali mengucapkan nama Isma.


Sementara itu, si empunya nama tengah khusuk duduk di atas sajadahnya. Baru saja selesai membaca surah Al-mulk kesukaannya. Kini dia menengadahkan tangannya untuk berdoa dan bercerita pada Tuhannya.


"Ya Allah yang Maha memiliki segala sesuatunya, ya Allah yang Maha mengetahui segala-galanya. Ya Allah Engkaulah pemilik hati dan cinta."


Sejenak Isma menghela napas. Tidak terasa air mata mulai menetes di pipinya.


"Ya Allah bimbing hati ini untuk berhenti merasakan cinta pada lelaki yang sudah beristri. Ampunilah dosa hamba ya Allah. Ampunilah ya Allah. . ."


Tangisnya semakin menjadi. Isma terus memanjatkan doa sekaligus berkeluh kesah menceritakan segala kegundahan hatinya.


"Sesungguhnya, hati ini, cinta ini, jiwa dan raga ini Engkaulah Pemiliknya ya Allah. Hamba serahkan segalanya hanya padamu. Aamiin ya Robbal 'aalamiin."


Isma menutup doa nya dengan melantunkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW. sebanyak-banyaknya sampai ia lelah sendiri dan akhirnya tertidur di atas sajadah dengan air mata yang masih terus mengalir dari pelupuk matanya.


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2