Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Season 2 (Chap 22)


__ADS_3

Azam ke sekolah naik taxi. Begitu tiba didepan gerbang sekolah, dia melihat mobil papanya yang juga baru tiba. Segera saja Azam menghampiri Bimo yang hendak turun dari mobilnya.


"Papa." Berlari kearah Bimo.


"Hei, jagoan papa." Memeluk Azam yang sudah berada di dekatnya. Dan pada saat itu juga Fazil keluar dari mobil.


"Woi, bro." Mendekati Fazil yang tersenyum senang padanya.


"Bro, nice to meet you." Mereka berpelukan sebentar. Lalu keduanya membuat tos dengan gaya yang mereka ciptakan sendiri.


"Zam, kamu langsung masuk kelas ya. Papa sama Fazil mau ke kantor kepala sekolah dulu. Ada beberapa berkas yang harus papa urus tentang kepindahan Fazil." Jelasnya pada anak semata wayangnya itu.


"Ok, pa. I like you bro." Menepuk pelan bahu Fazil yang saat itu hanya tersenyum.


Setibanya di ruangan kepala sekolah, Bimo dan Fazil disambut dengan senang oleh kepala sekolah.


"Nak Fazil bisa pilih kelas apa yang nak Fazil mau." Memberikan fail berisi informasi tentang kelas kelas yang ada.

__ADS_1


Sebentar Fazil membuka fail tersebut. Dia mendapati dua kelas yang membuatnya tertarik.


"Saya merekomendasikan, nak Fazil masuk kelas IPA 1. Kelas itu sangat cocok untuk nak Fazil." Sarannya.


"Saya lebih tertarik dengan kelas IPS 3, pak." Ucap Fazil dengan senyumnya yang misterius. Sepertinya ada yang menarik perhatiannya di kelas yang dipilihnya.


Kepala sekolah terkejut dengan pilihan Fazil. Dia bahkan tidak pernah membayangkan Fazil akan memilih kelas itu untuk tempatnya belajar.


"Kenapa dengan kelas IPS 3?" Tanya Bimo heran melihat ekspresi wajah bapak kepala sekolah.


"Zil, Om rasa kamu harus memilih kelas lain. Meski bukan IPA 1, tapi kalau bisa jangan kelas ini." Menyarankan pada Fazil yang masih tetap dengan pilihannya.


Merasa tidak bisa membujuk Fazil, Bimo dan kepala sekolah menyetujui pilihan Fazil. Dia diantar langsung oleh pak kepala sekolah ke kelasnya.


"Kamu yakin, nak Fazil?" Sekali lagi pak kepala sekolah bertanya pada Fazil tepat sebelum pintu kelas itu dibuka.


"Iya saya yakin, pak." Fazil menegaskan sambil tersenyum.

__ADS_1


Pak kepala sekolahpun menyerah untuk membujuk Fazil. Dia pun langsung membuka pintu kelas itu.


"Pagi anak anak." Sapa pak kepala sekolah yang tidak diindahkan oleh siswa siswi penghuni kelas. Mereka asik dengan kegiatan masing masing.


"Pagi anak anak!" Teriak kepala sekolah dengan suara yang lantang dan menggelegar, sehingga membuat siswa siswi itu terpaksa mengalihkan perhatian mereka pada pak kepala Sekolah.


"Ada apa sih pak, ribut banget deh." Rutuk mereka memaki kepala sekolah. Lalu mereka kembali pada kegiatan awal mereka.


Ada yang berkejar kejaran sambil membawa sapu. Ada juga yang adu panco dan bermain game di hp mereka. Tidak lupa, ada anak anak yang bermake up. Bahkan yang lebih parah, ada yang memegang senjata tajam ditangan mereka sambil menatap tajam kearah pak kepala sekolah.


"Hello guys, I am Fazil Pratama. Nice to meet you." Fazil memperkenalkan dirinya dengan santai. Dan dia berhasil mencuri perhatian semua teman sekelasnya.


"Hai Fazil, you look so handsome." Goda siswi siswi.


"You are my type. I love you." Yang lain ikut menggoda Fazil yang hanya membalas dengan senyuman.


"Ok. Kamu boleh duduk di kursi yang kosong. Saya kembali keruangan saya." Ucap pak kepala sekolah, lalu dia meninggalkan Fazil di kelas itu.

__ADS_1


__ADS_2