Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Badai Pernikahan


__ADS_3

Di kamarnya, Prince mengunci Isma dibawahnya. Tetap dengan mengatur dirinya agar tidak menindih perut Isma. Dan Isma masih menangis tersedu-sedu. Dia mulai memikirkan dan membayangkan bagaimana perselingkuhan suaminya dan Keyra selama ini.


Itu hanya pikiran Isma saja, karena sedang cemburu. Sungguh Prince tidak pernah melakukan itu. Dia pun memang tulus hanya ingin menemui Gabriel tanpa tahu ternyata Keyra sengaja menjadikan Gabriel umpan saja.


"Sungguh, percayalah. Demi Allah mas tidak melakukan apapun. Demi Allah Mas tidak pernah berselingkuh, Dek. Tolong, tolong percaya…"


Prince juga terisak menjelaskan pada Isma. Dia tidak sanggup melihat kesedihan Isma. Dunianya seakan runtuh melihat keadaan Isma saat ini.


"Maafkan Mas. Sungguh, Mas tidak melakukan apapun. Mas sangat mencintai adek."


"Tapi, aku tidak percaya." Ucap Isma memalingkan wajahnya.


Isma tidak menggunakan kata adek. Tapi, kata aku. Dan itu pertanda dia benar-benar tidak percaya pada suaminya.


Prince melepaskan tubuh Isma. Lalu dia duduk di samping Isma. Dia diam dan mengusap wajahnya yang penuh oleh air mata.


"Apa yang harus Mas lakukan, agar adek percaya?" Ucap lirih.


Isma masih menangis. Dia pun tidak tahu harus bagaimana. Rasanya sakit mengingat apa yang barusan terjadi.


"Sungguh, dek. Mas tidak pernah mengkhianati, Adek."


"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Mas. Aku tidak mungkin meminta Mas untuk berhenti menemui Gabriel. Anak itu tidak bersalah sama sekali."


"Berdiri." Prince menarik tubuh Isma secara paksa.


Isma terkejut. Dia tidak menyangka Prince melakukan itu. Begitu tiba di depan pintu kamar mandi. Prince mengangkat tubuh Isma. Dan Isma memejamkan matanya. Dia pasrah.


Jika saat ini suaminya akan memukul atau berlaku kasar padanya, dia pasrah. Isma benar-benar masih sangat merasa sedih dan cemburu. Kepercayaannya pada suaminya pun belum kembali.


Begitu tiba di kamar mandi. Prince membuka seluruh pakaian Isma, memakaikan kain tipis menutupi tubuhnya. Lalu, dimasukkannya tubuh Isma kedalam bathtube yang baru di isinya air hangat dengan suhu sedang.


Isma tidak membuka matanya. Dia pun menangis, namun tetap diam. Sesaat kemudian dia merasakan sentuhan yang jauh lebih menghangatkan dari pada air itu.


"Mas akan berhenti menemui Gabriel selamanya. Mas hanya kasihan pada anak itu. Mas tidak mencintai anak itu. Mas sudah bilang, kan. Seluruh cinta Mas hanya untuk sayang. Dan cinta Mas, sudah ada didalam sini."


Prince mengatakan itu sambil menyentuh seluruh bagian tubuh Isma termasuk perut Isma yang tertutup kain tipis itu.


"Mas tahu, sayang sedang memikirkan banyak hal. Tapi, sungguh maafkan Mas karena cuek saat sedang bersama Gabriel. Itu Mas lakukan, karena Mas tahu, saat Gabriel berada dekat antara kita berdua. Gabriel akan terus-terusan menyalahkan sayang. Mas tidak ingin mulut bocah itu menyakiti hati kekasih halal Mas, ini." Membelai rambut panjang Isma yang hanya miliknya seorang.


Perlahan Isma membuka matanya. Dilihatnya mata Prince sangat dalam. Lalu, Isma menangis saat menemukan kejujuran dimata sendu suaminya.


Tangan Isma meraih wajah Prince. Lalu melingkarkan kedua tangannya di pundak Prince.


"Adek takut... adek takut Mas marah." Rengeknya mulai bermanja.


Senyum kini menghiasi bibir Prince, saat merasa istrinya kembali bermanja. Itu berarti istrinya kembali percaya padanya. Prince memeluk tubuh Isma. Diangkatnya tubuh Isma keluar dari bathtube itu.


Dia menggantikan kain tipis ditubuh Isma dengan bathrobe. Diapun ikut mengganti pakaiannya yang sudah basah.


"Sayang kedinginan?" Kembali menggendong Isma.

__ADS_1


"Tidak. Hanya bingung kenapa Mas membawaku ke sini?"


"Rencananya mau melakukan adegan seperti di novel mafia gitu." Prince tersenyum menggoda.


"Apa?" Teriak Isma takut.


"Jangan takut. Mas tidak akan melakukan itu kok. Mas hanya bercanda. Lagi pula, Mas hanya ingin membuat hati sayang lebih tenang. Saat air hangat tadi masuk ke pori-pori tubuh sayang, peredaran darah akan mengalir dengan baik. Sehingga tekanan emosi dalam hati dan pikiran sayang berangsur melembut." Jelasnya.


"Apa ini terinspirasi dari drama kedokteran?" Tanya Isma, melingkarkan tangannya dilehar suaminya saat, tubuhnya kembali digendong.


Mereka keluar dari kamar mandi dengan perasaan senang dan lebih tenang.


Prince tertawa gemas melihat Isma mempoutkan bibirnya. Lalu, Prince memakaikan kemejanya pada Isma, tanpa menggunakan dalaman lainnya.


"Mas, adek gak mau seperti ini. Gak nyaman." Protesnya.


Prince meletakkan telunjuknya di bibir Isma, agar Isma berhenti bicara. Kemudian, Prince menggendong tubuh Isma dan meletakkannya di atas kasur.


"Anak-anak Ayah sudah tenang, kan? Jangan menyusahkan Bunda. Biarkan bunda istirahat tenang malam ini." Menyentuh perut Isma.


Isma tersenyum, karena merasa suaminya imut dan juga rasa geli karena Prince menyentuh perutnya tanpa alas.


"Boleh Mas tidur sambil memeluk sayang malam ini?"


Isma mengangguk cepat. Sepertinya amarahnya telah reda. Rasa sensasi segar oleh air hangat tadi, benar-bemar efective menghilangkan perasaan tidak nyaman dalam hati dan pikirannya.


Prince berbaring di sebelah Isma. Kepalanya diletakkan di ceruk leher Isma. Sementara tangannya mengelus terus perut Isma.


Prince menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Bersholawatlah. Mas ingin mendengar sholawat."


Isma melantunkan sholawat seperti keinginan suaminya. Setelah bersholawat, Prince membacakan surah-surah pendek sambil terus mengelus perut Isma.


Betapa bahagianya Isma. Dia ingin kembali menangis. Tapi kali ini tangisan bahagia. Karena, setelah badai menghantam, kini Allah memberinya bintang-bintang untuk menemani tidurnya.


"Maafkan adek, Mas."


"Tidurlah. Adek tidak melakukan kesalahan apapun. Mas yang selalu menyakiti adek. Padahal Mas berjanji untuk tidak menyakiti adek. Maafkan Mas, karena masih saja membuat adek terluka." Ucapnya sambil membelai wajah Isma.


"Jangan tinggalkan adek." Mendekatkan tubuhnya Pada Prince.


Dengan sigap Prince memanjakan tubuh Isma dalam pelukan hangatnya. Dikecupnya kening Isma, sebelum kemudian dia memejamkan matanya.


'Terimakasih ya Allah. Engakau jawab doaku agar dijauhkan dari semua orang yang berniat dzalim. Lidungi pernikahan kami ya Allah. Aamiin.' Batin Prince.


Sementara itu. Vino dan Keyra baru tiba di hotel. Keyra membaringkan tubuh Gabriel yang sudah tertidur saat dijalan. Mata Gabriel terlihat bengkak karena menangis dan mengamuk ingin tetap tinggal di rumah Prince.


Lalu, dia menghampiri Vino yang menatap jauh menembus dinding kaca kamar hotel.


"Mas…" Keyra memeluk tubuh Vino dari belakang.

__ADS_1


Vino hanya diam. Tidak ingin mengeluarkan suara apapun. Dia benar-benar kesal, marah dan kecewa pada Keyra.


"Mas maafkan aku. Aku tidak bermaksud…"


Sebelum Keyra menyelesaikan ucapannya. Vino menyingkirkan tangan Keyra dari tubuhnya.


"Mas… maafkan aku, Mas…" Menahan kaki Vino.


Keyra berlutut sambil memegang erat kaki Vino agar tidak melangkah pergi meninggalkannya.


"Semua salahku. Aku sadar, aku memang tidak biasa membahagiakan kalian. Mungkin, satu-satunya jalan terbaik untuk kita…" Menatap wajah Gabriel yang terlelap.


"Kita lebih baik berpisah." Tegasnya.


"Tidak, Mas. Tidak, Mas… aku tidak mau. Aku mencintaimu. Aku tahu, aku memang kesepian, karena Mas jarang bersamaku dan Gabriel. Tapi, sungguh… aku tidak ingin kita berpisah." Teriaknya protes sambil terus menahan kaki Vino.


Air mata Vino menetes jatuh mengenai uncak kepala Keyra.


"Apa kamu mencintai Prince?"


Cepat Keyra menggeleng. Da menegakkan kepalanya sambil menggeleng dan menangis.


"Aku hanya mencintai, Mas. Aku sempat terlena karena dia sangat memperhatikan Gabriel..."


"Kalau begitu, mulai sekarang. Jangan pernah pertemukan Gabriel dengan Prince lagi." Tegasnya.


"Iya, Mas. Aku janji tidak akan mempertemukan Gabriel dengan Prince lagi. Maafkan aku Mas…" Ucapnya sambil menangis.


Perlahan Vino menarik tubuh Keyra agar berdiri. Cinta Vino yang terlalu besar pada Keyra membuat hatinya luluh. Dipeluknya erat tubuh Keyra.


"Jangan tinggalkan aku, Mas. Aku tidak mau kita berpisah. Aku janji tidak akan melakukan hal konyol lagi."


Vino mengangguk, lalu melayangkan ciumannya pada bibir Keyra. Mereka melepas perasaan mereka dengan saling melampiaskan hasrat yang tertahan selama ini.


BERSAMBUNG


Hay hay Reader. . .


Semangat dan terus jaga kesehatan.


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE


Tinggalkan jejak kalian. Karena jejak kalianlah yang menjadi semangat Author menulis.


Terimakasih semuanya. . .

__ADS_1


__ADS_2