
Dua hari kemudian.
"Zil, kenapa sih merahasiakan calon ipar kita?" Tanya Rara dan Feisal.
"Sabar, beberapa menit lagi kalian juga akan tahu siapa dia." Ujar Fazil yang merasa gugup didetik detik kedatangannya kerumah calon istrinya.
"Yee, pelit." Rara kesal. Tapi meski begitu, dia menyandarkan kepalanya dibahu Fazil. Lalu, Feisal pun ikut menyandarkan kepalanya di bahu Fazil yang satunya.
Fazil duduk antara kedua saudarnaya. Sementara Prince dan Isma duduk di kursi belakang sopir. Dan yang duduk di samping sopir adalah bik Tifah.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah panti asuhan.
"Kok panti? Jadi calon ipar kita anak panti? Atau pengasuh di panti ini?" Rara mencoba menebak.
"Dia tumbuh dan besar di panti ini." Jawab Fazil.
Mereka turun dari mobil. Pengasuh panti menyambut kedatangan mereka dan mengajak mereka segera masuk.
"Zil, I love you." Rara mengucap itu dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
"I love you too, Almahyra." Jawab Fazil, lalu memberi kecupan sayang di kening Rara.
"Bro, ini baru mau tunangan. Tapi gue udah sedih banget." Feisal memeluk Fazil.
"Kalian juga akan segera menemukan jodoh kalian. Jadi, jangan bersedih, Ok. Dan satu lagi, tidak ada pertengkaran saat acara berlangsung." Fazil mencubit hidung mereka bergantian. Lalu, mereka pun masuk.
Suasana hening sejenak, kemudian Prince menjelaskan maksud kedatangan mereka pada pengasuh panti dan sepasang suami istri yang merupakan orangtua angkat calon menantu mereka.
Prince melanjutkan ucapannya, sampai akhirnya dia memberikan kotak cincin emas putih dengan berlian. Dia mengutarakan keinginan putranya untuk melamar putri mereka.
"Sebagai kedua orangtua, kami tidak bisa memberi jawaban atas lamaran putra bapak Prince dan ibu Isma. Alangkah baiknya jika kita langsung bertanya pada putri kami." Ujar wanita yang merupakan ibu angkat calon menantu Isma dan Prince.
"Putri kami menerima lamaran, nak Fazil." Jawab mereka.
Kemudian, Isma dan Rarapun ikut bersama kedua orangtua calon menantunya untuk menemui gadis itu.
"Nak, izinkan bunda memakaikan cincin ini di jari manismu." Ucap Isma. Sedangkan Rara penasaran ingin melihat wajah gadis yang tersimpan dibalik cadarnya.
Gadis itupun mendekatkan jarinya pada Isma. Saat Isma memakaikan cincin itu, mereka menangis bersama, lalu saling berpelukan.
__ADS_1
"Terimakasih nak, Keni. Fazil bahagia memiliki kamu, nak." Ucap Isma pada gadis yang bernama Keni Humairoh, cinta pertama Fazil.
Rara mengangguk paham, dia ingat siapa gadis ini. Karena Fazil pernah cerita tentang seorang gadis yang membuatnya suka sekolah di sekolah barunya delapan tahun yang lalu. 'Jadi ini cinta pertamanya Fazil. So sweet!!' Ucap Rara dalam hati.
"Boleh bunda melihat wajahmu?" Tanya Isma.
Dengan tanpa ragu, Keni melepas cadarnya. Rara terperangah melihat wajah Keni. Begitu juga dengan Isma. Benar benar diluar dugaan.
"Maafkan saya, bunda. Saya tidak secantik, bunda dan Rara." Ucapnya sambil menunduk.
"Fazil akan sangat mencintaimu, nak." Isma kembali memeluk Keni.
Sedangka Rara masih terperangah dan tidak bisa berkata kata. Fazil benar benar luar biasa, dia memilih untuk menikahi gadis, yang sama sekali belum pernah melihat wajahnya. Cinta memang luar biasa. Terlebih, ketika cinta itu menyatu atas izin yang Maha pemilik cinta.
"Pakai kembali cadarmu, dan mari kedepan untuk melihat Fazil. Sebelum kami permisi pulang." Ajak Isma pada Keni.
Dia pun menurut. Dan begitu tiba di ruang depan, Keni menegakkan pandangannya untuk melihat wajah Fazil yang hampir terlupakan dalam ingatannya.
Seketika, mata mereka saling bertemu untuk beberapa detik saja. Keni meneteskan air mata haru, karena tidak menyangka bisa memakai gaun pemberian Fazil delapan tahun lalu, saat acara lamaran seperti yang pernah diucapkannya dulu.
__ADS_1
Fazil pun terharu, tapi dia bisa menahan air matanya. Keni sangat cantik memakai gaun pilihannya. Fazil yakin Keni sangat cantik, meski dia belum pernah melihat wajah asli Keni. Sebenarnya, Fazil boleh saja melihat langsung wajah Keni, karena mereka sudah terikat. Tapi, Fazil ingin menyimpannya untuk malam pertama setelah mereka menjadi pasangan halal.