Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Pengantin Baru


__ADS_3

Tiga tahun kemudian…


Rina sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi pertama untuk suaminya. Dan dia terlihat sangat kerepotan. Bagaimana tidak, selama ini Rina belum pernah berkutat dengan pekerjaan di dapur. Biasanya Mama yang selalu menyiapkan sarapan untuknya.


"Semangat Rina. . . Demi suami." Teriaknya menyemangati diri sendiri.


Sementara itu suaminya baru saja keluar dari kamar mandi. Dan dengan hanya memakai handuk, dia keluar dari kamar, langsung menuruni anak tangga menuju dapur.


'Cantiknya istriku, bahkan disaat masakpun tetap cantik.' Batinnya.


Dia menyenderkan badannya di tempok pembatas dapur dan ruang tengah sambil menatap Rina dengan tatapan berbinar.


"Ehmm. . ." Mencoba mengambil perhatian dari istrinya itu.


Dan benar saja, Rina sontak menoleh kearah sumuaminya. Namun, Rina langsung mengalihkan pandagannya untuk fokus ke masakannya.


"Bimo, kamu kok be..lum pakai baju…?" Ujarnya pelan dan ragu.


Pipinya merona malu. Ah, tubuh indah suaminya membuatnya teringat kejadian tadi malam. Rina tersenyum malu-malu.


"Iyalah, soalnya ada yang bilang. . ." Melangkah mendekati Rina. Lalu mendekatkan mulutnya kearah telinga Rina.


"Dia suka saat melihat tubuhku tak tertutupi pakaian." Bisik Bimo dengan nada menggoda.

__ADS_1


Rina semakin malu, hingga membuatnya segera mematikan kompor dan hendak melangkah pergi. Tapi, sebelum itu terjadi, Bimo sudah lebih dulu memeluk pinggang Rina dari belakang. Bimo juga meletakkan dagunya di pundak Rina.


"Morning kiss nya mana?" Tagih Bimo.


"Bimo… lepas, aku lagi masak, iihh. . ." Sungutnya marah tapi dengan nada suara yang menurut Bimo terdengar manja.


"No." Tegas Bimo dengan mempererat pelukannya.


Lalu, Bimo membalik tubuh Rina, dan kini mereka berhadapan dan tanpa jarak. Rina menundukkan kepalanya, dia tak berani menatap mata Bimo.


"Kenapa? Apa sayangku malu?" Membelai lembut pipi Rina dan menarik dagu Rina agar bisa saling bertatapan.


"Sayang, kamu adalah wanita tercantik dalam hidupku." Lalu Bimo mengecup pelan bibir Rina.


Rina tak menghindar. Dia malah tersenyum bahagia dalam ciuman itu. Dan Rina pun mengeratkan pelukannya di pundak Bimo.


Rina tak menjawab, dia hanya tersipu malu. Kemudian, tanpa di duga, Rina mencubit perut telanjang Bimo.


"Aawwhhh. . . Sayang. . ." Teriak Bimo kaget, sehingga melepas pelukannya.


"Pembohong." Rutuk Rina, lalu dia kembali melanjutkan memasak.


"Pembohong? Maksudnya?" Protes Bimo tak mengerti.

__ADS_1


"Mmhh, bukankah wanita tercantik dalam hidupmu. . . Isma." Ucapnya tanpa menoleh dengan nada datar.


Bimo membelalakkan matanya. Lalu dia mengusap wajahnya dan mengibaskan rambutnya yang masih basah itu.


"Jadi, istriku ini cemburu sama Isma, toh?" Ucap Bimo sambil mematikan kompor. Lalu sebelum Rina sempat untuk protes. Bimo pun langsung menggendong ala bridal tubuh Rina.


"Bimo apa-apa-an? Lepas. . ." Protesnya sambil bergerak mencoba turun dari gendongan Bimo.


Tapi, sayang. Tenaga Bimo lebih kuat darinya. Dengan percaya diri dan penuh rasa bahagia, Bimo menggendong tubuh istrinya menaiki anak tangga satu persatu sambil saling bertatapan malu-malu, melangkah menuju kamar.


Ah, pagi yang indah pangantin baru. Betapa bahagianya Rina saat itu, ketika Bimo tiba-tiba melamarnya dan sekarang dia bahkan merasa seperti sedang bermimpi.


'Aku harap kamu benar tulus mencintaiku, Bim. Dan semoga aku bukan hanya pelarian dari putus asanya kamu mengejar cinta Isma.' Batinnya,


Rina menatap tajam jauh mencoba menelusuri bola mata suaminya itu. Begitu juga sebaliknya, Bimo pun menatapnya tak berkedip. Tangan Rina semakin erat berpegangan pada pundah Bimo.


Merasakan hal itu, senyum manis terukir di bibir Bimo. Lalu dia pun memberikan kecupan di hidung Rina.


"Sepertinya aku lapar." Bisiknya pelan.


"Makanya lepas. Aku akan lanjut masak untuk sarapan kita." Jelas Rina.


Bimo tersenyum nakal, lalu dia mempercepat langkahnya. "Aku ingin memakanmu, sayang." Bisik Bimo menggoda yang membuat Rina kembali tersipu malu.

__ADS_1


Rina pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bimo yang tak terbungkus pakaian. Aroma tubuh Bimo yang baru saja selesai mandi, membuat Rina seketika seakan mabuk kebahagian dalam gendongan suaminya.


Bersambung. . .


__ADS_2