
13 Tahun kemudian.
Hari ini merupakan hari Wisuda Gabriel. Hari bahagia itu dihadiri oleh ketiga adik kembarnya, Momi dan Dadi. Sementara, Vino tidak bisa hadir. Dia kini sibuk dengan keluarga kecilnya. Ya, semenjak mereka punya anak, mereka memutuskan pindah ke Bandung.
"Kak, I LOVE YOU." Teriak Rara menghampiri Gabriel yang sedang berfoto bersama dua teman perempuannya.
Wajah kedua perempuan itu berubah seketika saat melihat Gabriel tersenyum senang melambaikan tangan kearah Rara.
"Love you too my princess." Jawab Gabriel saat sudah berdekatan dengan Rara.
"Bunda, boleh gak Rara peluk kak Gabriel?" Rengek Rara pada Isma yang baru tiba di dekat mereka.
Isma hanya tersenyum kemudian menggeleng. Rara menunduk lesu. Ya, dia paham, Gabriel bukan mahramnya, sehingga dia tidak bisa memeluk Gabriel, seperti memeluk kedua saudara kembarnya.
"Sabar ya, sayang." Bisik Gabriel menghibur Rara.
Prince dan Isma hanya tersenyum melihat keduanya. Sudah enam tahun, Gabriel tidak lagi bisa menyentuh Rara. Sebenarnya, dia pun ingin memeluk adik kesayangannya itu, tapi apa boleh buat, agama mereka melarangnya.
Sebenarnya, sering Rara mencuri curi cara agar bisa menggenggam tangan Gabriel saat tidak terlihat oleh Isma dan Prince. Hanya saja, Gabriel selalu menolaknya. Dia tidak mau menodai kepercayaan kedua orangtuanya itu.
"Selamat ya sayang." Prince memberi pelukan pada Gabriel.
__ADS_1
"Akhirnya anak Momi jadi sarjana." Timpal Isma dengan menepuk lembut kedua bahu Gabriel.
Mata Isma berkaca kaca saat itu. Entah mengapa, meski Gabriel bukan anaknya Isma merasa kasih sayangnya pada Gabriel hampir sama seperti kasih sayangnya pada ketiga anaknya.
"Momi jagan nangis." Tersenyum mencoba menghibur Isma.
"Bro, selamat ya. Semoga makin sukses dan selalu menjadi kebanggan Bunda dan Ayah." Fazil dan Feisal memberi pelukan pada Gabriel.
"Terimakasih, dua jagoan kesayangan kakak." Balasnya mengelus kepala sikembar bergantian.
Usai acara memberi ucapan selamat, mereka pun akhirnya berfoto bersama dan terakhir, mereka makan bersama di salah satu restoran berbintang. Hadiah dari Prince dan Isma untuk ke empat anak mereka.
Sebentar Gabriel terdiam. Dia mereguk air untuk membantu mempercepat menurunkan makanan yanng baru tiba ditenggorokan.
"Dad, aku punya cita cita sendiri. Aku ingin bekerja di perusahaan tambang di Kalimantan." Ucapnya.
Rara membelalakkan matanya mendengar ucapan Gabriel.
"Kaimantan? Jauh..." Ucap Rara sedih.
Gabriel tersenyum, ditatapnya wajah sedih Rara. Betapa Gabriel ingin membelai wajah itu dan menarik tubuh Rara dalam pelukannya.
__ADS_1
"Dadi tidak melarang, jika memang begitu keputusanmu. Hanya saja, apa kamu tidak masalah harus berpisah dengan Momi dan Dadi?" Selidik Prince.
Isma, Fazil dan Feisal menatap penuh tanya pada Gabriel. Mereka seakan berharap Gabriel akan meresa sedih. Namun nyatanya, Gabriel malah tersenyum pada mereka.
"Dad, Mom... ini tahun 2021, jarak tidak akan membuat kita jauh. kita punya banyak alat yang bisa tetap menyatukan kita saat rindu." Tuturnya.
Prince mengangguk paham, begitu juga dengan Isma.
"Benar, jarak tidak akan memisahkan kita. Saat rindu Momi akan menelpon dan saat senggang, Momi dan Dadi juga bisa menemui kamu di Kalimantan." Ucap Isma.
"Mom, percayalah aku akan sering memberi kabar. Dan saat ada waktu segang, aku pun bisa pulang ke Jakarta." Meyakinkan wanita yang sangat dicintainya itu.
Meski asing, Isma adalah sosok ibu yang tidak akan tergantikan dihati Gabriel. Semua kasih sayang seorang ibu, dia rasakan dari Isma. Saat sakit, Isma adalah orang pertama yang merawatnya. Saat kesulitan, Isma orang pertama yang membantunya. Saat sedih Isma orang pertama yang menenangkannya.
"Baiklah, Dadi izinkan kamu bekerja di Kalimantan. Tapi dengan syarat..." Sambung Prince.
"Apa itu, Dad?"
"Sering seringlah memberi kabar." Ucapnya.
Gabriel sedikit tertawa mendengar ucapan Prince. Dia merasa bahagia sekaligus sedih. Keluarga ini benar benar menyayanginya tanpa batas. Padahal, perbedaan keyakinan sudah jelas jelas menjadi penghalang hubungan mereka. Tapi, keluarga ini tidak pernah membedakan kasih sayang untuknya meski berbeda.
__ADS_1