Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Season 2 (Chap 21)


__ADS_3

"Azam… Zam…" Teriak Rina yang sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan putra semata wayangnya itu.


"Iya, Ma. Ini Azam lagi merapikan dasi." Menuruni anak tangga tampa memperhatikan langkahnya.


"Ini sudah jam berapa? Kamu itu selalu saja telat ke sekolah." Celoteh Rina.


"Baru kali ini saja, Ma. Biasanya tepat waktu kok. Azam anak teladan loh ma dikelas." Jelasnya yang sudah duduk di meja makan.


"Semoga saja begitu." Memberikan piring berisi nasi goreng pada Azam.


"Papa pulang pagi ini." Menuang susu cokelat kedalam Gelas Azam.


"Loh, bukannya papa pulangnya besok, Ma?"


"Harusnya iya. Tapi, papa dapat tugas dari Om Prince untuk mengantar Fazil ke sekolah kamu."


"Uhhuukk…" Azam tersedak mendengar apa yang dikatakan Rina padanya. "Ngapain Fazil kesekolah Azam, Ma?"


"Gara gara isu kesalah pahaman itu, Om Prince memindahkan Fazil ke sekolah yang sama dengan kamu."


Azam mengangguk paham, lalu kembali menyantap sarapannya dengan nyaman.

__ADS_1


"Kok kamu seperti nggak suka Fazil pindah ke sekolahmu?" Curiga karena tidak ada respon apapun dari Azam.


"Senang kok, ma." Jawabnya singkat.


"Senang kok ekspresinya gitu." Mulai menyantap sarapannya.


"Azam cuma khawatir, Fazil menyaingi ketampanan Azam, Ma. Mama kan tau, Azam idolanya cewek cewek di Sekolah."


"Ih, kamu itu bisa saja. Iya deh, anak mama Khoirul Azam yang tertampan sejagat raya." Mencubit gemas pipi Azam yang tersenyum mendapat cubitan itu.


"Eh iya, kapan kamu mau ngenalin pacar kamu si… si…"


"Lia, Ma." Menyambung ucapan Mamanya.


"Nanti deh ma, kalau ada waktu. Sekarang Lia lagi sibuk mempersiapkan diri untuk ikut olimpiade IPA tingkat Nasional." Jelasnya.


"Wah, ternyata pacarmu anak yang cedas." Puji Rina.


"Iya dong ma. Azam gitu loh." Membanggakan dirinya.


Sejenak suasana hening, hanya terdengar suara sendok yang bergeseran dengan piring.

__ADS_1


"Rara sama Feisal juga ikut pindah, Ma?" Penasaran.


"Cie yang nanyain Rara." Goda Rina yang memang selalu berharap Azam akan berjodoh dengan Rara.


"Mama apaan ih, orang nanya doang." Tersipu malu.


"Rara hari ini berangkat ke Korea. Dan Feisal berangkat ke London. Mereka memutuskan untuk sekolah ditempat yang berbeda." Jelas Rina yang membuat Raut wajah Azam agak kecewa.


"Tumben mereka pisah. Biasanya selalu ingin bertiga."


"Mungkin, karena kejadian kemaren. Makanya mereka memutuskan untuk berpisah sementara." Terka Rina.


Azam hanya mengangguk paham. Lalu, dia menghabiskan sarapannya dan meminum susu cokelat kesukaannya hingga tetes terakhir tak tersisa.


"Coba saja Rara jadi menantu mama, pasti menyenangkan nantinya." Celoteh Rina tiba tiba dan membuat langkah Azam yang tadinya hendak berangkat pun terhenti.


"Mama apaan lagi sih. Rara itu miliknya kak Gabriel. Lagian Azam sudah punya pacar. Azam sayang banget sama Lia, Ma." Menjelaskan.


"Iya mama tahu. Tadi kan mama cuma berandai." Cemberut.


"Lagian mana pantas Azam bersanding dengan Rara, Ma." Mencium punggung tangan Rina.

__ADS_1


"Iya sih. Lagian mama tidak akan memaksa kamu kok sayang. Untuk saat ini selesaikan sekolahmu, terus kuliah, lalu cari pekerjaan dan langsung lamar gadis pilihanmu. Mama akan setuju siapapun itu selama kalian saling mencintai." Ungkapnya yang tidak ingin membebani pikiran Azam semata karena keinginannya untuk menjadikan Rara menantunya.


"Iya mama. Azam rasa pembicaraan ini terlalu dini. Azam masih 17 tahun untuk membahas hal itu." Mencubit lembut puncak hidung Rina. Lalu Azam pun berlalu meninggalkan rumah untuk menuju sekolahnya.


__ADS_2