
Fazil, Rara dan Feisal tiba disekolah. Selalunya setiap mereka mulai melewati gerbang sekolah, semua mata tertuju pada mereka. Ada yang berbisik bisik, ada yang terperangah dan ada juga beberapa cewek yang menyodorkan surat dan coklat pada Fazil.
Fazil merupakan idola cewek cewek di sekolah. Wajah tampannya, postur tubuhnya yang tinggi dan juga badan yang berotot. Terlebih, kalau disekolah Fazil sangat misterius, cool dan cuek. Dia tidak akan bicara kecuali saat membicarakan pelajaran. Dia tidak akan menyapa, kecuali menyapa guru dan kedua kembaranya.
Fazil tidak punya teman. Dia memag sengaja memutuskan untuk tidak berteman dekat dengan siapapun. Berbeda dengan Rara yang punya banyak teman. Rara juga sagat ramah pada semua orang, dan juga merupakan wakil OSIS. Sedangkan Feisal, dia pintar, kutu buku, disiplin, ramah dan baik hati.
Feisal diidolakan cewek cewek, tapi sejak Feisal berpacaran dengan Jelita, cewek terpintar disekolah mereka, semua cewek mulai berhenti menggodanya. Makanya, semua godaan itu ditumpukan pda Fazil yang cuek dan dingin.
Jam pelajaran pertama dimulai. Feisal satu kelas dengan Jelita. Tapi, mereka tidak menggunakan waktu belajar untuk pacaran. Jika di kelas, keduanya seakan tidak saling mengenal. Karena, itu yang menjadi komitmen mereka saat pertama kali berpacaran.
__ADS_1
Sementara itu, Fazil dan Rara satu kelas. Meski begitu, keduanya duduk terpisah. Fazil terkenal suka tidur di kelas saat belajar. Meski begitu saat guru mencoba menjebaknya dengan pertanyaan pertanyaan sulit, tanpa harus berpikir lama Fazil bisa menjawabnya dengan tepat dan sempurna.
Di jurusan mereka, Nilai Fazil tertinggi kedua setelah Jelita. Bukannya ingin sombong, sebenarnya Fazil bisa saja mengalahkan Jelita. Tapi, karena dia tahu Jelita harus mempertahankan peringkat satunya hingga lulus agar bisa mendapat beasiswa. Jika Jelita turun ke peringkat dua, beasiswanya akan langsung dicabut.
Itulah salah satu alasan Fazil, bermalas malasan belajar. Tidak belajar saja, nilainya tertinggi kedua. Apa lagi kalau dia belajar, dengan sekali belajar saja dia bisa langsung menurunkan Jelita dari peringkat satunya.
Tidak ada yang tahu akan hal itu. Semua orang memandang Fazil dengan cara mereka sendiri. Ada yang memandangnya si tukanng tidur. Ada yang memandangnya dengan si sombong dan sebagainya. Tapi, tentu saja lebih banyak yang memandangnya dengan kagum dan penuh cinta. Terutama para cewek cewek.
Dengan langkah pelan, Fazil pun meninggalkan kelas. Rara hanya bisa menggelengkan kepala. Sementara, itu di sekolah yang berbeda. Kumpulan anak basket sedang bermain basket dengan penuh semangat, ditambah suara riuh dari para cewek cewek.
__ADS_1
Si kapten basket itu adalah Khoirul Azam. Dia cowok yang diidolakan di sekolahnya. Tapi, berbeda dengan Fazil. Azam lebih ramah dan tentunya sudah punya pacar. Lebih disayangi guru dan juga punya banyak teman.
"Saya berencana untuk mengadakan persahabatan dengan SMA sebelah." Saran pak Toni, selaku kepala sekolah.
"Ide yang bagus, pak. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mempererat persahabatan dengan SMA sebelah." Sambut pak Ido selaku guru olahraga.
Mereka saling tersenyum dan kembali melihat siswanya bermain basket.
Sejauh ini, Azam sudah memegang lima medali, salah satunya medali emas, dalam kejuaraan karate. Sedangkan medali perak dan perungu didapat dari bermain basket, voli pantai dan juga renang.
__ADS_1
Itulah perbedaan Azam dan Fazil. Meski banyak perbedaan seperti itu, Fazil adalah sahabat terbaik Azam. Persahabatan kedua orangtua mereka dilanjutkan oleh kedua remaja itu.