
Halo Readers setia Pangen cinta beda agama.
Terimakasih buat kalian semua yang masih setia membaca novel Ini. Dan sedikit cerita, novel ini adalah novel pertama Author yang mencapai 100 + Bab. Rasanya senang sekali.
Author ingin meminta saran dari Reader tersayang. Author sudah punya gambaran untuk menamatman novel ini. Hanya tersisa beberapa episode lagi. Tapi, jika masih ada Reader yang suka dengan kisah Isma, Prince dan anak anak mereka, ada kemungkinan novel ini masih akan berlanjut.
Jadi Author tunggu koment dari teman teman readers semua.
😍😍😍😄😄😄😉😉😉😉
"Sayang, Mas capek banget hari ini." Merebahkan tubuhnya usai mandi.
Beberapa hari ini Prince memang sangat sibuk. Dia mengerjakan semua pekerjaan yang sudah menumpuk.
"Mau adek pijat?" Tanya Isma yang baru saja selesai menidurkan ketiga buah hatinya.
"Boleh, asal pijat \+\+" Ucapnya menggoda Isma.
Satu cubitan mendarat di pipi Prince akibat menggoda Isma.
"Kenapa dicubit sih sayang? Harusnya kamu cium." Rengeknya.
"Besok jadi kan mau menjenguk Gabriel?" Tanya Isma mulai memijat bahu Prince yang berbaring telungkup.
"Jadi sayang. Sekalian mau menemui Vino juga." Tuturnya.
"Adek boleh ikut, kan?"
__ADS_1
"Tentu. Mas memang mau mengajak kalian semua. Sekalian kita liburan di Bogor, Wonderland."
Isma tersenyum senang lalu melanjutkan memberi pijatan pada Prince. Perlahan tangan Prince mulai nakal. Sesekali tangannya menelusup masuk kedalam baju Isma.
"Mas, jangan gitu." Menyingkirkan tangan Prince perlahan.
"Capek Mas jadi hilang. Mas malah ingin bermanja." Menarik Isma ikut berbaring dalam dekapannya.
"Boleh ya?" Mengiba.
"Iya." Mengelus kepala Prince yang kini berbaring di antara lehernya.
"Sayang mau bikinin adek sekalian gak untuk si kembar." Mulai memasukkan tangannya kedalam baju Isma.
"Sayang, kita lupa baca doa." Bisiknya ditelinga Isma.
Wajah Isma bersemu malu. Sentuhan Prince malam ini membuatnya terbuai dan lupa untuk membaca doa.
"Mas akan membuat sayang merasa luar biasa malam ini." membaca doa bersamaan dengan Isma.
Lalu, Prince pun melaksanakan tugasnya. Dia membuat Isma merasakan keindahan yang luar biasa. Rasanya seperti saat mereka baru melakukan di malam pertama.
"Meski sudah melahirkan tiga jagoan sekaligus, sayang masih saja membuat Mas menggila saat kita berhubungan." Puji Prince terengah menahan rasa yang mulai memuncak.
__ADS_1
Ya Prince masih menggoda dan menyentuh bagian tubuh Isma untuk memperlama malam indah mereka.
"Sayang, bersiplah..." Menautkan jemari mereka, lalu menyatukan bibir mereka.
Malam itu mereka melakukannya tidak hanya sekali atau dua kali sperti biasanya. Tapi Prince melakukannya sangat lama dan berulang ulang.
"Mas, adek ngantuk..." Keluh Isma.
"Sayang, jangan tidur dulu." Mencoba menelusuri bagian tubuh Isma yang bisa membuat Isma melupakan rasa kantuknya.
"Mas..." Keluh Isma yang tidak tahan dengan sentuhan Prince.
Prince menyentuh Isma diberbagai tempat tersensitive nya. Dimana saat mendapat sentuhan dari Prince, akan membuat Isma tidak bisa menahan suaranya.
"Sayang, panggil namaku. Panggil aku sayang." Pinta Prince sambil terengah engah.
"Mas... Mas..." Menarik kuat rambut Prince.
Isma benar benar merasa seakan terbang melayang. Sehingga dia berpegangan erat pada rambut Prince.
"Sayang, sakit... kepala Mas sakit." Protes Prince mencoba melepas cengkraman tangan Isma. Dialihkannya tangan Isma melingkar dilehernya.
Isma yang semakin melambung tinggi tidak terkendali, lebih mengeratkan lingkaran tangannya dileher Prince. Gairah semakin memuncak. Prince bertambah semangat dan tidak ingin segera mengakhiri pergelutan mereka.
Malam yang indah bagi pasangan yang baru bisa merasakan kebahagiaan. Sebab sepanjang perjalanan cinta dan awal pernikahan mereka, selalu saja diuji dengan berbagai masalah yang datang bertubi tubi.
__ADS_1