Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Season 2 (Chap 18)


__ADS_3

"Kak, Gabriel?" Panggil Rara melalui ponselnya.


"Ini siapa ya?" Suara seorang wanita menyahut panggilan Rara. Hal itu membuat raut wajah bahagia Rara berubah menjadi sedih.


"Adiknya. Dan, kalau boleh tahu mbak ini siapa ya?" Tanya Rara terbata menahan perasaan yang berkecamuk dihatinya.


"Oh kamu pasti Rara, kan?" Tebak Wanita itu yang membuat Rara semakin tidak mood. "Aku Elya, teman dekat Gabriel. Eh iya, aku senang bisa mengobrol dengan Rara. Gabriel selalu menceritakan tentang kamu. Katanya kamu adiknya yang paling lucu dan sangat dia sayangi." Tutur wanita itu tampa mengetahui suasana hati Rara.


"Teman dekat!" Ulang Rara pelan.


"Nah, ini Gabriel." Memberikan ponsel pada Gabriel yang baru datang entah dari mana.


"Siapa El?" Bertanya pad Elya tanpa melihat nama di layar ponselnya.


"Ini Rara, kak." Ucap Rara agak kesal.


"Rara. Kamu apa kabar, sayang. Kakak rindu loh sama kamu." Celoteh Gabriel semangat. Sementara Rara menjadi malas mendengar ocehan Gabriel yang menurutnya hanya kebohongan.


"Kalau rindu, kenapa nggak pernah nelpon, Rara."


"Maafin kakak, sayang. Disini benar benar sibuk. Banyak pekerjaan, sehingga kakak nggak punya waktu untuk menelponmu." Jelasnya.


"Ya sudah, kalau gitu nggak usah nelpon lagi. Aku membenci kakak." Teriak Rara dan langsung mengakhiri pembicaraan menyebalkan itu.

__ADS_1


Karena kesal, Rara bahkan tidak menyadari Fazil berjalan kearahnya. Rupanya Fazil sudah selesai berenang. Kaos putih yang dipakainya saat berenang tadi, masih terlihat basah sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang berotot. Dan handuk kecil dibiarkan dikepalanya untuk menutupi rambutnya yang basah.


"Kenapa, Ra?" Duduk di samping Rara sambil mengusak handuk di kepalanya.


"Gabriel playboy. Aku benci dia." Rutuknya.


Melihat Rara seperti itu membuat Fazil tersenyum. Sebentar dia menghentikan kegiatan mengeringkan rambut dengan handuk. Kini dia merangkul bahu Rara dan membiarkan kepala Rara bersandar di bahunya.


"Bunda selalu bilang, jangan pernah menggantungkan harapan pada manusia." Ucap Fazil.


"Aku tahu. Dan inilah balasannya karena aku berharap pada manusia. Aku akhirnya kecewa." Akunya menyesal.


"So, masihkan my princess menginginkan kak Gabriel?"


"Good. Ini baru my sister." Mencubit lembut pipi Rara.


"Hyaaakkk, aku meluncur…" Teriak Feisal yang hampir sampai di akhir seluncurannya.


"Selamat datang kembali bro." Fazil dan Rara meneriakkan ucapan itu sambil melambaikan tangan ke arah Feisal.


Bbuuurrrrrrkkk…


Tubuh Feisal masuk keair. Dia tertawa bahagia, lalu berenang ketepian mendekati kedua saudaranya. Feisal berjalan dengan santai meski tampa menggunakan baju. Perutnya yang sedikit berotot terlihat jelas oleh para pengunjung yang terpana melihat kearahnya. Sesekali Feisal menyibak rambut basahnya, sehingga ketampanannya semakin membuat cewek cewek berteriak kegirangan.

__ADS_1


"Dasar tukang pamer." Teriak Rara melemparkan sandalnya pada Feisal yang dengan sigap menangkap sandal itu.


"Sepertinya dia akan mengakhiri hubungannya dengan Jelita." Ucapan Fazil membuat Rara menatap penuh tanya padanya.


"My princess, maukah kamu ikut berenang bersamaku." Feisal berlutut dihadapan Rara dengan gaya seorang pangeran yang hendak mengajak permaisurinya berdansa.


Sebelum menyetujui ajalan Feisal, Rara menatap Fazil sekali lagi. Sementara yang ditatap hanya tersenyum senang dan memberi isyarat agar Rara menerima ajakan Feisal untuk ikut berenang.


"Aku terima ajakanmu, tapi dengan satu syarat." Pinta Rara.


"Syarat apakah itu Princess?"


"Prince Fazil harus ikut berenang bersama kita." Ucap Rara yang sudah menggenggam erat tangan kiri Fazil.


"Baiklah. Syarat di terima." Feisal menarik tangan kanan Fazil. Lalu tanpa persetujuan Fazil, mereka menariknya ke tengah kolam.


Meski tidak suka berenang di kolam yang sama dengan banyak pengunjung, Fazil tetap tersenyum demi membuat kedua saudaranya yang sedang sedih itu merasa bahagia.


"Ini sangat menyenangkan." Teriak Feisal yang mulai memercikkan air pada Rara. Merasa jilbabnya sudah basah semua karena percikan air dari Feisal, Rara pun membalasnya. Dan Fazil hanya tersenyum melihat pertikaian kedua saudaranya.


"Fazil, sini…" Gamit Rara dan Feisal yang sudah berada ditengah kolam.


"I am coming." Berlari mendekati Rara dan Feisal. Begitu tiba di bagian dalam kolam, Fazil berenang untuk bisa sampai didekat mereka.

__ADS_1


__ADS_2