Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Accident!!


__ADS_3

Ting tong…


Ting tong…


Ting tong…


"Mas ada tamu sepertinya. Adek masih belum memakai jilbab ini!" Seru Isma dari dalam kamar.


"Iya sayang, biar Mas yang buka pintunya." Sahut Prince sambil mematikan kompor.


"Siapa yang bertamu sepagi ini?" Membuka pintu.


"Prince…" Teriak Amanda yang langsung menghambur dalam pelukan Prince.


"Apa-apan kamu Amanda. Lepas." Teriak Prince sambil mendorong kuat tubuh Amanda.


Amanda jatuh terduduk di lantai. Dia menangis, bajunya berantakan, begitu juga dengan rambut yang acak-acakan, serta wajah yang tanpa make up.


"Siapa Mas…" Ucapan Isma terhenti saat melihat Amanda.


"Ada apa, Mas?" Tanya Isma yang mendekat ke arah Prince dan langsung di peluk oleh Prince.


"Pergi kamu dari sini, Amanda." Teriak Prince.


"Tolong aku Prince, tolong aku." Isaknya semakin menjadi.


Isma menatap keadaan Amanda, lalu menatap mata suaminya yang dipenuhi kemarahan.


"Pergi Amanda. Atau aku panggil Polisi untuk mengusir mu dari rumahku."

__ADS_1


"Aku diperkosa Prince. Mereka memperkosaku…" Teriaknya sambil terisak.


Mendengar itu Isma menutup mulutnya. Dia ingin memberi pelukan pada Amanda, tapi cepat dihentikan oleh Prince.


"Bohong. Aku tau siapa kamu Amanda. Pergilah sebelum aku panggil media untuk mempermalukanmu."


"Aku serius Prince. Aku tidak berbohong…" Masih terisak.


Mendengar itu, Prince melepaskan tubuh Isma dari pelukannya. Segera dia melangkah mendekati Amanda. Mata mereka kini saling bertatapan. Prince menelisik jauh kedalam bola mata Amanda yang juga menatap tajam mengiba padanya.


"Sungguh kamu tidak berbohong?"


"Tidak Prince, aku mengatakan yang sebenarnya. Tolong aku please!" Menggenggam tangan Prince erat.


Prince membalas genggaman tangan Amanda. Isma hanya diam melihat kejadian itu.


"Aku percaya sama kamu. Apa yang bisa aku bantu?" Ucap Prince lembut.


"Izinkan aku tinggal disini." Menghambur dalam pelukan Prince.


Tidak disangka, dengan cepat Prince menarik rambut Amanda untuk menjauhkan wanita itu dari pelukannya.


"Aku sudah memintamu pergi dengan baik-baik. Tapi kamu menolak, maka sekarang…" Prince menarik paksa tubuh Amanda keluar dari rumahnya.


"Pergi sekarang atau aku hancurkan kamu Amanda." Mendorong tubuh Amanda keluar dari rumah.


Isma hanya diam, gemetar dan tidak tahu harus berbuat apa. Ya, kini dia tahu suaminya sangat mengkhawatirkan keselamatannya.


Gubrakk…

__ADS_1


Suara bantingan pintu. Segera Prince mengunci pintu dan langsung memeluk Isma.


"Maafkan Mas, sayang. Mas hanya tidak ingin ada yang mencelakai kesayangan Mas." Mengelus punggung Isma.


"Kenapa Mas minta maaf sama adek?" Mengeratkan pelukannya.


"Karena teriakan Mas terlalu kencang. Mas takut sayang terjejut."


"Mas mungkin Amanda tidak berbohong. Bagaimana kalau ternyata dia benaran di…"


"Sayang, percaya sama Mas. Dia hanya berbohong. Wanita itu licik. Dia akan melakukan apapun demi kemenangannya."


"Tapi…"


"Sudah, tidak ada tapi-tapi lagi. Pokoknya jangan pernah percaya apapun sama Amanda. Kamu cukup percaya sama Mas saja. Ok." Memegangi kedua pipi Isma.


Isma mengangguk paham. Lalu dia kembali memeluk erat tubuh suaminya.


"Adek hanya akan percaya sama Mas. Adek gak akan membuka pintu, berbicara, ataupun bertemu Amanda."


"Jangan pernah sakit, jangan tinggalkan Mas." Mengecup puncak kepala Isma.


"Hmm... Mas adek lapar!" Rengeknya.


"Baiklah, Mas juga sudah masak, jadi sekarang kita sarapan dulu. Isi perut dan ngasih makan anak-anak kita."


Prince memapah tubuh Isma menuju meja makan. Begitu Isma duduk di sana, Prince menyajikan beberapa makanan yang dimasaknya tadi pagi.


"Ini sebelum makan, minum susunya dulu." Menyodorkan segelas susu kearah Isma.

__ADS_1


Isma seera meminumnya sampai habis. Lalu, segera menyantap sarapan pagi mereka.


BERSAMBUNG…


__ADS_2