Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Malam yang indah


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Mohon maaf karena terlambatan Up.


Thor sedang sakit 😷


Semoga Reader semua masih setia menunggu kelanjutan kisah Prince dan Isma.


Ini Up lanjutannya. Maaf karena hanya sedikit. Insya Allah, saat sembuh Thor akan lanjut Up setiap harinya.


🌙⭐


Jakarta.


Isma, Rina, Prince dan Bimo baru saja tiba di rumah mereka masing-masing. Rasa lelah yang kini tertinggal setelah hampir dua minggu menetap di Korea.


Begitu tiba di rumah. Prince langsung membersihkan diri. Lalu dengan hanya memakai celana bokser saja, dia merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Dengan menutup seluruh tubuh dibalik selimut tebal nan empuk yang dirindunya setelah lama ditinggalkan.


Sedangkan Isma. Kini baru saja selesai mandi. Masih dengan handuk diatas kepalanya.


"Mas, sudah tidur?"


Setelah berganti pakaian, dia pun berbaring disebelah suaminya itu. Segera saja Prince membawa Isma masuk kedalam selimutnya.


"Mas benar-benar lelah dek. Maukah adek melantunkan sholawat?" Menempatkan kepala Isma didadanya.


"Boleh, tapi Mas juga harus membacakan surah pendek juga untuk anak-anak."


Isma juga sudah terbiasa menyebut anak-anak untuk bayi dalam kandungannya. Karena kata adalah doa. Bisa saja Allah kabulkan doa mereka dan mengkaruniakan anak kembar.


"Siap, Bunda." Ucapnya dengan mengeratkan pelukannya.


Lalu, Isma pun mulai melantunkan sholawat yang selalu membuat Prince merasa nyaman dan menjadi pengobat rasa lelahnya.


"Mmh, perut adek semakin besar." Mengelus perut Isma.

__ADS_1


"Iya, kan dedeknya makin besar." Jawabnya.


Kini bergantian, Prince membacakan beberapa surah pendek untuk anak-anaknya.


"Mas ingin membaca surah Yusuf dan Maryam." Ucapnya, langsung berdiri.


Prince memakai piyamanya, lalu bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Setelah itu dia kembali dengan membawa Al-Qur'an ditangannya. Isma pun meminta diambilkan jilbabnya. Setelah rapi, dia pun ikut duduk di hadapan suaminya.


Lantunan ayat-ayat itu terdengar merdu. Tangan Prince mengelus perut Isma sambil membaca ayat-ayat indah itu. Tentunya Prince mengelus perut Isma dari luar bajunya saja. Sebab kalau menyentuh langsung kulit perut Isma makan wudhunya batal.


Tidak hanya Prince yang melantunkan ayat-ayat indah itu. Isma pun ikut serta melantunkannya. Hingga tidak terasa hampir satu jam mereka membacakan ayat-ayat Qur'an, agar didengar oleh bayi mereka.


"Sodaqollahhul 'aziim…" Ucap mereka berbarengan.


Prince menaruh kembali Qur'annya. Lalu dia kembali kedekat Isma. Di ciumnya perut Isma berkali-kali hingga membuat Isma tertawa karena geli.


"Semoga kelak anak-anak akan memiliki sifat yang baik dan ta'at seperti Nabi Yusuf 'alaihissallam dan semulia Maryam." Ucapnya.


"Aamiin. Dan semoga rupa mereka juga segagah Nabi Yusuf dan secantik bunda Maryam." Sambung Isma.


Bahagia bukan, kalau bisa menjadi umat kebanggaan Rasulullah.


Meninggalkan Isma dan Prince. Di Bandung, malam ini Umi tidak bisa tidur. Dia teramat sangat merindukan Isma.


"Umi, kenapa?" Tanya Abi.


"Entahlah, Bi. Perasaan Umi tidak menentu. Rasanya sudah tidak sabar menunggu esok."


"Umi merindukan Isma?"


"Iya. Tidak sabar ingin langsung memeluknya."


Abi bangkit dari posisi berbaringnya. Dia melangkah nenghampiri Umi yang berdiri menatap keluar jendela yang dibiarkan terbuka itu.


"Angin malam tidak baik untuk kesehatan." Menutup jendela.

__ADS_1


"Umi penasaran, bagaimana Isma melalui masa-sama awal kehamilannya." Tutur Umi dengan mata berkaca-kaca.


Abi melingkarkan kedua tangannya di perut Umi. Dia memeluk tubuh Umi dari belakang.


"Besok kita ke Jakarta, pagi-pagi sekali. Supaya tidak kesiangan, sekarang saatnya kita tidur."


Abi mencium pundak Umi. Merasakan itu, Umi tersenyum senang.


"Abi, terimakasih karena sudah kembali..." Membalik tubuhnya hingga berhadapan langsung dengan Abi.


Tangan Abi perlahan membelai wajah Umi. Lalu, Abi memberikan satu kecupan di kening Umi.


"Terimakasih, karena Umi dengan sabar merawat Abi. Kembali menjadi seperti ini juga karena Umi."


"Umi sangat merindukan Abi." Rengek Umi dalam pelukan Abi.


Senyum bahagia mengembang dibibir Abi. Lalu, Abi mengeratkan pelukannya.


BERSAMBUNG


Hay hay Reader. . . 👋👋


Semangat dan terus jaga kesehatan.


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE


Tinggalkan jejak kalian. Karena jejak kalianlah yang menjadi semangat Author menulis.


Terimakasih semuanya. . . 😍😍

__ADS_1


__ADS_2