Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Hamil...!


__ADS_3

Prince pulang dengan pikirannya yang tidak menentu. Hatinya hancur saat meninggalkan Isma sendirian dalam keadaan menangis. Tapi, apa boleh buat. Keyakinan yang tidak mengizinkan cinta mereka bersatu.


Cukup lama Prince berdiam dalam mobilnya yang sudah terparkir di depan rumah. Sebentar Prince memejamkan matanya, dan telinganya nendengar langkah kaki yang semakin mendekat kearah mobil.


Tok… tok…


Seseorang mengetuk jendela kaca mobilnya. Terpaksa Prince membuka matanya, lalu membuka jendela kaca. Begitu di buka, kepala seorang wanita berambut panjang yang sangat dikenalnya mendongakkan wajahnya.


"Keyra?"


"Surprise…" Teriak Keyra kegirangan.


Tanpa izin, Keyra masuk ke dalam mobil. Dia langsung memeluk Prince dan tiba-tiba menangis.


"Key, hey… kamu kenapa?" Tanya Prince mencoba melepaskan pelukan itu.


Tapi Keyra semakin mengeratkan pelukannya. Air matanya terus mengalir, dia menangis sampai terisak. Karena merasa kasihan, Prince akhirnya membiarkan Keyra menangis dalam pelukannya.


Cukup lama Prince membiarkan Keyra menangis dalam pelukannya. Mungkin hampir 30 menit, barulah Keyra mulai melepas pelukannya dan menghapus sisa-sisa air mata di pipinya.


"Coba cerita? Ada apa?" Tanya Prince dengan lembut dan hati-hati.


"Aku hamil…" Ucapnya pelan.


Prince mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan Keyra. Mata Prince beralih menatap area perut Keyra yang belum begitu kelihatan.


"15 minggu…" Jawabnya sambil mengelus pelan perutnya.


"Siapa ayahnya?"


Sebentar Keyra menelan ludahnya. Ada perasaan takut dan khawatir untuk mengakuinya. Terlebih lelaki itu adalah musuh Prince sejak kecil.


"Key... Kamu baik-baik saja?" Memeriksa suhu tubuh Keyra.


Dia mengangguk pelan. Lalu diberanikan dirinya untuk menatap mata Prince.


"Berjanjilah kamu tidak akan membenciku!"

__ADS_1


Mendengar perkataan Keyra yang memintanya untuk berjanji. Prince mulai menebak dan dia pun mendapat jawaban sendiri. Matanya memerah, Prince terbakar emosi. Tapi sebelum emosinya semakin menjadi, Keyra segera memeluk Prince lagi.


"Please! Aku tidak mau kamu berurusan dengan dia…" Ucapnya kembali terisak.


Mendengar isak tangis Keyra, Prince mulai tenang. Perlahan tangannya mengelus lembut kepala Keyra.


"Kamu tahu Key, aku paling tidak bisa melihatmu menangis."


Prince mengecup puncak kepala Keyra. Lalu dia membalas pelukan Keyra.


Saat keduanya sedang berpelukan, tanpa mereka sadari Isma berdiri di belakang mobil. Isma sudah disana sejak Keyra mengatakan tentang kehamilannya.


Air mata Isma jatuh saat mendengar Prince mengucapkan kata kalau dia tidak bisa melihat Keyra menangis. Isma merasakan ketulusan cinta Prince untuk Keyra. Meski Keyra mengandung anak pria lain, Prince masih dengan tulus menerimanya dan memberikan pelukan hangat.


'Ternyata aku hanya dijadikan bayangan dalam kesendirian seorang Prince Wijaya Pratama.' Batinnya.


Segera Isma menghapus air matanya, dia melangkah hendak meninggalkan tempat itu.


"Neng… cari siapa?" Teriak Bik Tiah dari teras rumah.


Panggilan itu membuat langkah kaki Isma terhenti, begitu juga dengan Prince dan Keyra. Merekapun segera keluar dari mobil.


Prince kaget melihat keberadaan Isma. Keyra menatap Prince dan Isma bergantian.


"Is, kamu… kamu kok bisa di sini?" Tanya Prince gugup.


Dia tidak tahu harus berkata apa, di tatapnya wakah Isma yang mencoba tersenyum. Bibir Isma memang berhasil tersenyum, tapi mata Isma menunjukkan kesedihan.


'Tuhan… apa yang harus aku lakukan. Tolong bahagiakan Isma. Tolong jangan buat dia menangis.' Batinnya.


Mata Prince mulai berkaca-kaca, sedangkan Isma menundukkan pandangannya setelah melihat wajah Keyra sebentar.


"Sayang, siapa dia?" Tanya Keyra sambil meraih lengan tangan Prince.


"Hahh. . ." Sahut Prince heran mendengar Keyra yang tiba-tiba memanggilnya sayang.


"Hai, aku Keyra calon istri Prince." Sapa Keyra dengan mengulurkan tangan kanannya pada Isma, sedangkan tangan kirinya sengaja mengelus perutnya.

__ADS_1


Isma menyambut tangan Keyra sambil tersenyum, tapi matanya tetap mencuri pandang ke arah perut Keyra.


"Saya Isma, sekretaris Bos." Ucapnya.


Prince hanya diam. Dia bingung harus berbuat apa.


"Maaf kedatangan saya mengganggu Bos dan mbak Keyra. Saya hanya ingin memberikan ini."


Isma mencari sesuatu di dalam tas sandangnya. Beruntunglah ada Flashdisk. Segera diberikannya benda kecil itu pada Prince.


"Kalau begitu, saya permisi dulu…" Pamitnya.


Isma melangkah cepat, beruntunglah di depan langsung ada taxi yang lewat. Isma pun pulang naik taxi.


Air matanya terus mengalir. Hatinya terasa sakit, perih dan sesak. Begitu berat hari ini. Kepalanya semakin terasa pusing, kondisinya yang belum begitu pulih terlebih tadi siang dia pingsang.


"Ampuni aku ya Allah. Kuatkan hatiku…"


Sementara itu, Prince dan Keyra masih berdiri di di dapan rumah. Prince hanya diam. Dia ingin mengejar Isma. Tapi, tidak mungkin meninggalkan Keyra dalam keadaan seperti ini.


"Prince, maukah kamu menikahiku?"


Ucapan Keyra menggema di telinganya. Bagaimana mungkin Keyra baik-baik saja mengatakan hal itu, sedangkan dia tengah mengandung bayi lelaki lain.


"Please. . . Bantu aku Prince. Papa akan membunuhku, kalau sampai dia tahu bayi ini anak Vino." Rengeknya memohon.


Sejenak Prince terdiam, kemudian diajaknya Keyra masuk ke rumah terlebih dahulu.


"Please Prince. . . atau aku gugurkan saja bayi ini…" Memukul perutnya.


"Key, Keyra… hey." Cegah Prince.


Keyra terus memukul perutnya, Prince memeluknya untuk menghentikan Keyra.


"Aagghhh… lepas. Biarkan aku…" Tangisnya pecah dalam pelukan Prince.


"Baiklah, aku akan menikahimu." Ucap Prince.

__ADS_1


Di elusnya lembut kelapa Keyra, di peluknya erat dan di ciumnya puncak kepala Keyra. Prince mencoba menenangkan Keyra. Dia tidak ingin Keyra merasa sendiri dan tersakiti.


Bersambung…


__ADS_2