Pangeran Cinta Beda Agama

Pangeran Cinta Beda Agama
Season 2 (Chap 9)


__ADS_3

Ba'da Isa, Fazil menghampiri Rara ke kamarnya. Dia mulai merasa khawatir pada Rara yang masih terus murung dan mengurung diri di kamarnya.


"Ra, lagi ngapain?" Duduk di tempat tidur Rara.


"Belajar." Jawabnya singkat tanpa menoleh pada Fazil.


"Rajin amat." Menarik ujung jilbab Rara.


"Apaan sih. Jagan ganggu." Sungutnya marah.


Bukannya berhenti menjaili Rara, Fazil malah semakin kuat menarik ujung jilbab Rara.


"Loe kenapa sih, Zil. Gue lagi belajar tau. Loe mah enak, diberi otak yang cerdas, meski nggak belajar tetap bisa menjawab semua soal yang diberikan guru." Rutuknya kesal dan mulai menangis.


Melihat Rara menangis, Fazil langsung mengelus kepalanya. Saat itulah Rara langsung memeluk erat pinggang Fazil.


"Gue nggak bisa ngerjain soal fisika, hhikkss..." Rengeknya dengan tangisan semakin keras.


Fazil terkekeh lucu melihat Rara menangis. Dipegangnya kedua pipi Rara dan dihapusnya air mata itu.


"Sini gue bantu ngerjain. Mana soalnya?" Membuka buku fisika Rara.


"Ini?" Tanya Fazil menunjuk soal dalam buku itu.


"Mmhhh..." Jawabnya dengan masih sesegukan.


"Ok, ini gampang." duduk di sebelah Rara dan mulai menjelaskan soal soal yang tidak dipahami Rara.

__ADS_1


Rara mendengarkan dengan baik. Tapi, meski begitu, air matanya masih terus menetes.


"Selesai. Gampangkan?" Mengelus kepala Rara.


"Hiikkss... susah tau." Rengeknya sambil menghapus air matanya.


"Kerjakan dulu, pakai semua cara yang sudah gue jelasin. Ayok coba." Memberikan pena pada Rara.


Dengan terisak Rara mencoba mengerjakan soal soal itu. Beberapa menit berlalu dengan tenang. Dia berhasil mengerjakan tiga soal pertama. Tapi, pada soal ke empat, Rara kembali merasa susah, hingga akhirnya dia mencoret kasar bukunya dan kembali menangis.


Segera saja Fazil memeluk Rara untuk menenangkannya. Untuk beberapa saat dia membiarkan Rara menangis.


Dua puluh menit kemudian.


Tangisan Rara sudah tidak terdengar. Dia pun sudah melepaskan diri dari pelukan Fazil. Rara menggantinya dengan menyenderkan kepalanya dibahu Fazil.


"Apa yang harus gue lakukan, Zil?"


Rara mengangguk pelan. Anggukan Rara membuat Fazil menghela napas.


"Bagaimana dengan kak Gabriel?" Tanya Fazil.


Rara diam. Dia tidak ingin membukakan mulutnya untuk bicara.


"Kalau kalian saling suka, ya tinggal jadian aja. Gampangkan." Ucap Fazil.


Plakk...

__ADS_1


Rara memukul punggung Fazil kuat. Dia merasa kesal mendengar ucapan Fazil yang tidak masuk akal menurutnya.


"Kenapa malah mukul sih?" Tanya Fazil mengeluh karena sakit.


"Loe duluan kenapa ngomong sembarangan gitu." Rutuknya kesal.


"Hehhe... bercanda kali, Ra. Habis, loe sih sedih mulu." Ungkapnya.


"Loe nggak tau sih apa yang gue rasa, makanya loe bisa ngomong seenaknya." Bersungut kesal.


"Yee, gitu aja marah. Lagi PMS loe?" Goda Fazil.


Rara mengangkat tangannya ingin memukul Fazil lagi, tapi dengan cepat Fazil menjauhkan diri.


"Ampun Rara sayang. Iya gue tau, loe lagi dilema. Tapi, dari pada berlarut gitu, mendingan kalian nikah aja." Ucapnya enteng.


"Faziiiillll..." Teriak Rara kesal.


Dia mengambil bantal dan melempar Fazil. Tidak mau kalah, Fazilpun membalas lemparan Rara dengan bantal yang dilemparkan padanya.


"Bunda, Rara mau nikah..." Menggoda Rara.


Rara semakin kesal, dan kembali melempar Fazil dengan gulingnya. Fazil menghindar, sehingga lemparan itu tidak mengenainya. Hal itu membuat Rara bertambah kesal.


"Yaakkkk, awas aja ya kalau ketangkap. Gue nggak akan kasih ampun." Mengejar Fazil.


Akhirnya mereka berkejar kejaran sambil sesekali saling mengejek. Dan keributan mereka itu terdengar oleh Feisal. Sehingga dia ikut masuk ke kamar Rara. Dan saat itu Rara mengarahkan lemparan pada Fazil, namun Fazil mengelak dan bantal yang dilempar Rara itu mengenai Feisal tepat diwajahnya.

__ADS_1


"Raraaaaa..." Teriak Feisal kesal.


Dia pun membalas Rara dan mencoba menangkap Rara untuk membalas dendam. Terjadipah aksi kejar jejaran dan kehebohan oleh tiga kembar itu.


__ADS_2