
"Nasy, gue ke kelas dulu yah, ada dokumen yang harus diserahin ke Bu Anggi."
Nasya menoleh pada Ina, ia kemudian mengangguk. "Gue tunggu di sini," tanggapnya karena acara sudah mulai, lagipula di sini ada Chela dan Vallen juga yang menemaninya, tapi mungkin nanti ia akan pergi membaur bersama teman sekelasnya jika SMA Arcturus mulai main.
Ina pun berpamitan pada tiga temannya, kemudian beranjak pergi. Di lorong depan laboratorium banyak yang berlalu-lalang, wajar saja karena acara baru dibuka.
Selamat pagi semua!
Pagi!!! jawab penonton.
Ina melihat sekilas ke arah MC tersebut, tapi tetap berjalan, juga berbelok menuju koridor kelas 12. Di koridor ini malah sepi, pasti karena mereka semua yang tadinya duduk di depan kelas sudah pindah ke trek lari. Ina berlari kecil agar cepat sampai.
Dug ....
Bahunya menabrak seseorang.
"Maaf maaf," ucap Ina yang merasa bersalah karena tidak hati-hati. Kepalanya menunduk, takut orang di sebelahnya ini marah. Namun yang orang itu lakukan adalah diam saja. Tidak berkata apapun, tapi masih diam di tempat. Karena itulah Ina mendongak untuk melihat ekspresinya.
"Hm," dehem orang tersebut bahkan sebelum Ina mendongak sepenuhnya.
__ADS_1
Mata Ina terbelalak. Entah dia sedang de javu atau kejadian seperti ini pernah terjadi. Dia segera membalikkan badan, dan ternyata orang itu sudah tidak ada. Yang Ina sempat lihat tadi adalah orang tersebut memakai seragam Canopus dan memakai topi hitam.
Jantungnya berdebar cepat ketika ia ingat ini betulan pernah terjadi, saat di mall bersama Rafa waktu itu. Tatapan matanya bergerak gusar, hatinya pun merasa tak enak. Namun ia tetap menyeret kakinya ke kelas, berusaha menyingkirkan pikiran buruk yang melingkupi otaknya.
Sesampainya di kelas, Ina tidak menemukan seorang pun. Ia lalu memutuskan untuk mengatur napas sambil duduk di kursi. Beberapa kali Ina menjilat bibir dan menggigit bibir bawahnya seakan sedang cemas berat.
***
"Terimakasih atas sambutannya ...." Dua MC beda gender di tengah lapang sedikit bungkuk saat Ketua Panitia Pertandingan meninggalkan lapangan.
"Oke, semua! Udah siap nonton?" tanya MC cowok semangat sembari mengangkat telunjuknya ke atas, entah untuk apa.
"Siap!"
"Wooo."
"KURANG KERAS!!!"
"WOOOOO!"
__ADS_1
"LEBIH KERAS!!!"
"WOOOOOOO!!!"
"MASIH KURANG KERAS!"
"TERIAK SENDIRI SONO!" seru Satria yang lama-lama kesal juga. Ini MC berguru sama Dora apa gimana ....
MC itu terkekeh seraya memberi jempol untuk Satria, ia pun menuruti perkataan cowok tersebut dengan berteriak sendiri.
"Woooo!"
Semua orang memandang MC tersebut dengan aneh, lapangan hening, hanya suara MC cowok itu saja. Cewek di sebelahnya pun mengerjapkan mata keheranan menatap rekannya yang sedang menutup mata.
"Eling, woy eling ...," bisik MC cewek yang seperti tidak temannya dengar.
"Saha maneh?!" teriak cewek tersebut.
"Aing tiger! Ngrrr ...."
__ADS_1
MC cewek memutar bola matanya. "Bodo amat!" Ia pun maju satu langkah. "Oke semuanya! Kita langsung aja yah, di papan yang ditutupin kain itu ada daftar klasemen. Silakan dibuka!" pintanya pada penjaga papan.
Kain pun ditarik dan menunjukkan daftar yang sebenarnya sudah Rafa lihat di kertas tadi. Yang dapat kesempatan pertama kali main adalah SMA Arcturus lawan SMA Sirius, kemudian SMA Canopus lawan SMA Antares. Karena di Arcturus ada dua lapang basketnya, jadi sekaligus kedua lapangnya dipakai biar cepat, mengingat banyak sekolah juga yang ikut pertandingan ini.