
Untuk kedua kalinya Devan dengan lihai mengecek hasil rekaman cctv, mengatur waktunya agar lebih mundur beberapa menit dari yang mereka lihat kemarin.
Kemudian dua orang itu kembali menyimak rekaman, hingga akhirnya mengetahui bahwa orang yang memakai topi hitam mulanya tidak memakai seragam Canopus, tapi tiba-tiba saja pakai setelah keluar wc cowok. Dan satu hal lagi yang mencurigakan, ialah gelagat anak Canopus yang memakai jersey basket yang masuk ke area wc dengan menggendong tasnya.
Devan merasa tak asing, tapi ia juga lupa-lupa ingat, dirinya lalu menge-zoom untuk melihat nama yang terpampang di punggung siswa SMA Canopus itu.
"Mar?" tanya Vallen kebingungan setelah membacanya.
"Marvel," kata Devan melengkapi nama itu.
"Pacarnya Ina?!"
Devan mengerutkan kening. "Hah?"
Melihat Devan yang keheranan membuat Vallen mengerti, sepertinya teman-temannya Rafa tahunya juga Ina mendekati Rafa karena suka. Dan tentu mereka tidak tahu jika Ina sudah punya pacar.
"Ngga ngga," ucap Vallen tak mau memperpanjang bahasan yang tidak Devan mengerti.
"Apa Marvel yang nyuruh orang topi item itu?" Vallen memicingkan mata seraya memandang layar lagi. "Atau emang dalangnya adalah si topi item itu, cuma dia minjem seragam Marvel biar gak ketauan identitasnya?"
__ADS_1
"Kita harus selidikin lebih lanjut. Ke Canopus sekarang Val."
Vallen mengangguk.
***
Vallen dan Devan sudah berada di dalam mobil, entah kenapa Devan malah membawa mobil ke sekolah padahal biasanya ia membawa ini jika ingin mengajak Vallen ke tempat yang jauh dan takut Vallen kedinginan. Mungkinkah Devan memang sudah merencanakan akan menilik kasus ini lebih jauh sejak berangkat ke sekolah hari ini? Atau karena hal yang lain? Vallen juga tidak begitu mengerti.
Sampailah mobil hitam itu di depan SMA Canopus. Devan dan Vallen menatap anak-anak yang baru keluar dari gerbang. Keduanya berharap jika Marvel masih belum pulang, jadi penantian yang mereka lakukan saat ini tidak sia-sia.
"Itu motor Erkan gak sih?" tanya Vallen sembari menumpu dagunya di atas tangan yang ia tempatkan di dashboard mobil. Ingatannya cukup kuat untuk mengingat motor sport warna hitam merah yang cowok itu gunakan saat tragedi pelemparan baru.
Erkan keluar sekolah sembari menggerungkan motornya lalu melaju bersama motor lain yang mengikutinya dari belakang, cukup cepat pergerakan motor-motor itu sampai Vallen harus langsung memutar kepalanya hingga ia menatap ke kaca belakang mobil, sebab Erkan dan gengnya pergi ke arah sana.
"Gue belum liat tasnya Marvel," ucap Vallen yang dengan gesit memerhatikan tas mereka satu persatu.
Ia pun kembali menghadap depan.
"Itu!" kata Vallen dan Devan bersamaan saat mata mereka menangkap tas yang mereka lihat di cctv tadi.
__ADS_1
Dengan segera Devan melesatkan mobilnya tanpa berputar balik karena arah Marvel pun berlawanan dengan Erkan tadi.
Kemungkinannya memang tak besar jika Marvel akan menemui orang bertopi hitam itu, tapi sekecil apapun kemungkinannya, itu sangat berarti bagi Vallen. Ia akan bangkit dari ketidaktahuannya. Hilman dan Rafa tidak boleh mengabaikan kasus ini begitu saja, ini menyangkut nyawa seseorang. Mereka tak boleh terus bungkam tentang masalah ini.
Motor Marvel mengarahkan mobil Devan terus berbelok dan berbelok hingga sampai di suatu tempatโrumah sakit yang Rafa tempati.
Vallen membelalakkan mata, seketika dirinya teringat akan ucapan Ina.
Hari ini gue mau jenguk Rafa.
Vallen segera turun dari mobil yang bahkan belum Devan parkirkan.
"Vallen!" panggil cowok tersebut, tapi gadis itu tidak menghentikan langkahnya.
Vallen takut Marvel melakukan hal-hal aneh. Karena dalam otaknya Marvel masih jadi salah satu yang 'tertuduh' dalam kasus. Mending jika ia hanya bermaksud menjenguk Rafa atau membawa Ina pulang karena tak suka Ina berada di dekat Rafa. Kalau tahunya dia berbuat yang tidak-tidak kepada Rafa? Itu yang Vallen khawatirkan.
๐ Bersambung ....
Jangan lupa vomment guysss, makasiii ๐๐๐
__ADS_1
Eh aku udah pernah bilang ini apa belum yak, lupa. Saran buat kalian kalo mo ngejeda baca Pear mending di part yang ada tulisan "Bersambung"-nya yaaa, soalnya dari bersambung satu ke bersambung lain tuh genap 1 chapter aslinya.