
"Fa, sorry gue nanya, tapi gue belum tau. Mmm ... Bunda sakit apa waktu itu?" tanya Vallen seraya memapah Rafa berjalan.
"Bunda? Sakit limfoma."
Kaki Vallen berhenti berjalan saat itu juga.
Rafa mengernyitkan dahinya saat melihat Vallen yang tercengang, tangan gadis itu pun bahkan melepas pegangan di pinggangnya.
"Val?"
Vallen tak mau Devan bernasib sama seperti bunda. Vallen ingin Devan tetap hidup.
***
Di sabtu sore, kamar rawat inap Rafa ramai oleh kedatangan teman-temannya.
"Laper nih," keluh Chela yang sudah berada di sana sekitar jam 3 sore, dan sekarang sudah jam 5.
"Ayo kantin!" balas Nasya setelah melihat pesan di DM instagram-nya.
Vallen pun tersenyum samar karena kedua sahabatnya itu mau diajak kerja sama. Ia lalu menyimpan hpnya di atas nakas. "Fa, gue ikut mereka yah?"
"Iya."
Vallen mengambil tas selempang dan mengalungkannya. Tiga cewek itu pergi keluar kamar dan bernapas lega karena rencana yang dibuat berhasil.
"Ok, gue sama Chela ke kantin. Lo jenguk Devannya jangan lama-lama!" peringat Nasya.
Vallen mengangguk. "Bye!" pamitnya saat mereka berada di persimpangan.
Maaf Fa, gue ngelanggar janji. Tapi dalam keadaan Devan yang lagi kayak gini gue gak bisa ninggalin dia ....
***
Devan membuka mata saat mendengar pintu yang terbuka.
"Gue ganggu ya, Dev?" sesalnya karena melihat Devan sedang lemas berbaring di tempat tidur.
"Ngga ...."
Vallen tersenyum sekilas, lalu duduk. "Lagi kemo yah?" tanyanya setelah memperhatikan berbagai selang yang menempel pada tubuh Devan.
"Iya."
"Pasti sakit," gumam gadis itu.
"Udah biasa kok." Devan kemudian mengubah posisinya menjadi duduk. "Jenguk Rafa lagi?" tanyanya.
__ADS_1
Vallen tersenyum canggung dan itu sudah bisa menjadi jawaban bagi Devan. "Val, mau buat lagu sekarang gak?"
"Tapi lo lagi lemes kan Dev?"
"Ngga begitu lemes," sanggah Devan yang kemudian mengambil gitar di samping kasurnya.
Vallen menatap permukaan nakas dan menemukan adanya bon minimarket serta pulpen. "Gue tulis di sini yah liriknya?" tanya Vallen yang dibalas oleh tawa Devan, tapi cowok itu pun mengangguk. Toh tidak ada yang bisa dicorat-coret juga selain itu.
"Kalo gak muat di sini, gue tulis liriknya di jidat lo," ucap Vallen asal yang membuat mereka berdua terkekeh kemudian.
Selanjutnya, Vallen menuliskan tempat dan waktu saat ini di atas bon, entah untuk keperluan apa, ingin saja. Lalu barulah keduanya menentukan tema, isi, dan nada.
Beberapa saat setelahnya ...
“Dev.”
“Iya?”
“Em, ga jadi.”
“Kenapa, Val?” Devan berpikir sejenak hingga muncul satu jawaban.
“Gue tau, lo mau ngomongin yang racunin Rafa kan?”
***
Kenapa? Mau pulang sekarang? tanya Chela.
"Iya, udah mendung, buruan!"
Lo nyusul ke sini aja! Makan mie kuah!
Satria membasahi bibirnya, benar juga, mendung-mendung gini enaknya makan mie kuah selagi hangat. "Bay, yok ah, kantin juga!"
"Fa, kita pamit ya. Abis dari kantin langsung pulang," kata Bayu.
"Hm, ati-ati."
"Sip, bye ma pren!" Satria menaikkan tangan kanannya untuk tos dengan Rafa.
Setelah dua laki-laki itu pergi, pandangan Rafa tak sengaja jatuh pada benda di atas nakas, hp Vallen. Ia mengernyit, tumben-tumbenan Vallen tidak membawa hpnya. Namun mungkin gadis itu memang sedang lupa.
Tangan Rafa terulur dan membuka kunci layarnya. Ini baru pertama kalinya ia memegang hp Vallen. Iseng saja sebenarnya membuka benda ini. Namun dari keisengan itu timbul rasa penasaran yang membuatnya terus ingin menelaah lebih jauh tentang isinya.
Syukur hp Vallen tidak di-password aplikasi LINE-nya, jadi Rafa dengan mudah bisa melihat deretan kontak yang chat dengan Vallen akhir-akhir ini. Dan salah satunya adalah Devan. Saat malam tadi.
^^^Vallen^^^
__ADS_1
^^^Cepet sembuh, Devan!^^^
Devan
Iya Putri
^^^Vallen^^^
^^^Panglima harus sehat ya, biar bisa jaga kerajaannn^^^
Devan
Iya, biar bisa jaga putrinya juga
^^^Vallen^^^
^^^:)^^^
Devan
Lagi apa, Val?
^^^Vallen^^^
^^^Lagi mantau penduduk^^^
^^^Lo nya lagi apaa?^^^
Devan
Lagi berusaha biar bisa bantu putri lagi
^^^Vallen^^^
^^^:(^^^
^^^Gue jadi orang ngerepotin banget ya Dev?^^^
Devan
Ngga, ga sama sekali Val
🍐 Bersambung ....
...Jangan lupa vomment guysss...
...Makasih! 💕...
__ADS_1