Pear

Pear
Chapter 15 (4)


__ADS_3

Rafa terbangun dari tidurnya karena ingin berganti posisi, tapi ia baru ingat ada Vallen di dekatnya. Apalagi tangan gadis itu melingkar di pinggangnya, bukan hal yang tiba-tiba karena Vallen sudah meminta izin sebelum tidur, alasannya gulingnya jatuh karena dilempar Rafa, tapi Vallen butuh meremas sesuatu untuk menyalurkan ketakutannya, dan hal itu berakhir dengan Rafa yang mengijinkan Vallen untuk meremas kaosnya saja.


Rafa membuka mata, ia melihat jam digital yang ada di samping Vallen. Pukul 04.00 pagi. Biasanya Rafa mulai bersiap pukul setengah lima. Sekarang ia bingung harus melakukan apa, menunggu Vallen terbangun?


Cowok itu mencoba memundurkan tubuhnya, tapi hanya bisa sedikit karena Vallen tiba-tiba melenguh, mungkin karena gerakan itu mengganggu tidurnya. Sekarang Rafa bisa melihat wajah Vallen yang nampak damai dalam tidurnya. Lantas ia melamun, apakah tak berlebihan Rafa memperlakukan Vallen seperti ini? Tapi niatnya tadi malam kan karena ingin istirahat dan supaya Vallen tidak mengganggunya.


Rafa memejamkan matanya lagi, setengah jam akan terasa lama jika ia tetap bangun.


Beberapa detik setelahnya, Vallen baru bangun, saat ingin mengucek mata, tangan Vallen terhalang gerakannya oleh tangan Rafa. Ia juga sama-sama baru ingat kalau sedang berada di posisi seperti ini. Vallen pun mendongak untuk melihat Rafa.


Masih tidur?


Vallen memutuskan untuk kembali menunduk, dan kemudian malah diam.


"Udah bangun?"


"Eh?"


Vallen kaget karena Rafa bertanya demikian.


"Hm," katanya sembari mengangguk.


"Udah gak ada guntur."


"Hah?"


"Iya, udah gak ada."


Astaga Vallen malu karena baru mengerti ucapan Rafa, ia pun segera melepaskan pelukannya. Begitu pula dengan Rafa, cowok itu malah terkekeh sejenak.


"Gak usah ketawa, jelek!"


"Ganteng gue mah mau ngapa-ngapain juga."


"Gak! Lo je-lek!"

__ADS_1


"Buffalen tumben cepet bangunnya."


"Stop manggil gitu!"


"Biasanya juga harus gue tarik kakinya nyampe jatoh dari kasur."


"Ihhhh!"


***


"Anak-anak, maaf sepertinya bapak harus pergi karena ada urusan, jam pelajaran bapak setengah jam lagi, bebas untuk kalian gunakan apa saja asal jangan keluar kelas."


"Iya, Pak ...."


Bapak pengajar seni budaya pun meninggalkan kelas membawa kertas-kertasnya. Sepeninggal beliau kelas langsung heboh, entah dengan mereka yang mengobrol, melempar pesawat dari brosur tempat les yang baru dibagikan di gerbang saat pagi tadi, serta banyak lagi lainnya.


"Guys? Kalian tau ini waktunya apa?" tanya Chela semangat.


"Waktunya ... karokean!" jawab Nasya.


Chela mencari mangsanya, ia sudah tahu anak ini suka membawa gitar, dari semester-semester lalu malah.


Chela tersenyum, ia kemudian berlari ke bangku Devan. Sampai di sana, Chela mengibaskan tangannya ke dalam sebagai isyarat agar teman-temannya ikut ke sana. Nasya mengangguk mengerti, sedangkan Vallen daritadi fokus corat-coret buku, maka dari itu Nasya menariknya saja agat cepat. Ia juga mengajak Ina agar ikutan.


"Karaoke kita hari ini akan ditemani oleh iringan gitar dari Devan Mahesa Anggara!" kata Chela sembari menunjuk Devan dengan telapak tangannya. Kemudian tepuk tangan pun dimeriahi oleh dua geng di sana.


"Nyanyi lagu apa nih?" tanya Nasya.


"Lebih dari Egoku yuk!" ajak Ina.


Chela menjentikkan jari. "Cakep! Bisa gak Dev?"


Devan mengangguk. Kemudian matanya menatap Vallen. Meski begitu, tangannya masih dengan baik memainkan gitarnya.


Bait pertama Nasya yang bernyanyi.

__ADS_1


Sulit bagiku menghadapi kamu


Tapi ku takkan menyerah


Kau layak kuperjuangkan


Selanjutnya yang kedua dinyanyikan oleh Chela.


Perih bagiku menahan marahku


Tapi ku akan lakukan


Bahkan lebih dari itu


"Semuanya!" teriak Chela.


Aku yang minta maaf walau kau yang salah


Aku kan menahan walau kau ingin pisah


Karena kamu penting, lebih penting


Dari semua yang kupunya


Devan memandang Vallen sesekali, ia juga ikut bernyanyi, sedangkan Vallen ... gadis itu amat berusaha untuk tidak melihat ke arah Devan. Vallen pun berharap lagunya diganti saja, ia takut Devan baper dengan isinya.


Jika kamu salah aku akan lupakan


Walau belum tentu kau lakukan yang sama


Karena untukku kamu lebih penting


Dari egoku ....


🍐 Bersambung ....

__ADS_1


...✨ Jangan lupa vommentnya gaisss ☺️...


...Makasih ✨...


__ADS_2