Pear

Pear
68


__ADS_3

Rafa melirik ke arah lain, tanpa Vallen tahu ia sebenarnya sedang tersenyum, tapi sangat samar. Tak lama, karena akhirnya ia melihat Vallen lagi. "Kesel itu ... gejala dari cemburu," ucap Rafa.


"Ihhh, nggak!" Vallen mendorong tubuh Rafa sampai cowok tersebut melepaskan pipinya, bahkan posisi mereka sekarang jadi sama-sama duduk.


"Rafa Han ..." Vallen menggeleng.


"... gak tau gue gak pernah inget," batalnya untuk menyebut nama lengkap Rafa.


"Kalo lo searching pake aplikasi kamus hidup gue dan lo ketik 'cemburu sama Rafa', bakal ada tulisan 'Bahasa yang Anda masukan tidak cocok dengan apapun' atau 'Anda salah ketik' atau 'Mungkin maksud Anda: CEMBURU SAMA MONYET?'" celoteh Vallen panjang lebar yang membuat Rafa melongo sebentar dan kemudian menggerakkan kepalanya agar lebih rileks. Cowok itu membasahi bibir dengan lidahnya.


Vallen menaikkan satu alis sembari mengulum senyum karena merasa menang dengan perdebatan tanpa awal ini.


Melihat Rafa yang hanya menatapnya saja, membuat dia memutuskan untuk tiduran lagi. Namun Rafa segera menahan dengan menarik dua tangannya.


"Ayo lari!" ajaknya kembali ke topik pertama.


"Gak!"


"Ayo!"

__ADS_1


"Nggak, gue mau istirahat!"


"Olahraga kebooo, bajak sawah!"


"GUE MAU TIDOOOR."


***


Di sebuah kerajaan bernama Kerajaan Arcturus hiduplah seorang Putri yang perilakunya tidak baik. Ia selalu semena-mena dengan penghuni kerajaan yang pangkatnya berada di bawahnya, padahal Raja dan Ratu tak pernah mengajarinya seperti itu. Keduanya adalah orang baik yang dikagumi oleh penduduk desa.


Hanya dia, hanya sang putri saja yang entah dapat pelajaran darimana untuk berperilaku tak sopan. Saat masih kecil orang-orang cukup mewajarkan karena toh itu adalah anak kecil, nakal sudah biasa. Namun sampai remaja menuju dewasa pun ia masih bertingkah seperti itu, banyak yang merasa kesal dengan Putri, kecuali ... kecuali satu orang.


"Makanan apa ini? Baunya seperti tong sampah berisi sayur busuk!" Putri Vallen melempar piring yang ada di meja makan. Kemudian ia melangkah ke dapur istana untuk melihat koki yang sedang membuat roti. Ia bahkan tak berpikir raut sedih dari pelayan tersebut, juga sakit hati karena ucapannya.


Putri mengambil salah satu roti yang sudah dipanggang, kemudian membelahnya. Ia pun tertawa meremehkan saat melihat kudapan itu. "Kau tahu? Bahkan tekstur spons cuci piring saja lebih baik dari rotimu!"


Mendengarnya, sang koki langsung menunduk. Sedangkan Putri Vallen kembali berjalan lagi, dan kali ini ia menuju kebun istimewa yang letaknya di halaman istana.


Ternyata di sana petani tengah memanen sayur-sayuran. Gadis itu pun berlari senang.

__ADS_1


"Kerja bagus petani-petani!" pujinya sambil terus mendekati hasil panen.


"Tapi lebih bagus jika aku menginjaknya! Hahaha." Putri Vallen tertawa girang sembari menari-nari di atas sayur-sayuran hijau itu, rok dari gaun biru pastel yang digunakanannya pun ikut bergoyang-goyang dengan indah. Tawa Vallen tak lenyap dari dirinya, ia sangat senang melakukan ini semua.


"Terimakasih atas permainan gratis nya wahai petani! Selamat berkebun lagi!" ucapnya penuh semangat sambil mengangkat kepalan tangan ke atas.


Kemudian Putri Vallen berjalan lebih ke depan istana lagi. Di sana ia melihat para prajurit sedang melakukan sesuatu. Aneh, harusnya mereka berlatih untuk perang atau semacamnya, ini malah bermain-main.


Apa itu? Kenapa mereka malah bermain dengan bola jingga? tanya sang putri dalam hati.


"Apa-apaan kalian?" omel Putri Vallen sembari berkacak pinggang. "Jaga istana yang benar! Jangan malah bermain bola begini!"


Seseorang yang memiliki lilitan kain hitam di lengan atas dari tangan kirinya berjalan menghadap sang putri. Dari kain hitam itu Putri Vallen tahu bahwa ia adalah pemimpin para prajurit ini, tapi ya bagaimana pun putri sudah kenal juga dengan dia. Orang tersebut membungkuk sebagai ucapan salam.


"Maaf Tuan Putri, tapi kami bukan sedang bermain, kami sedang berlatih."


Putri Vallen tertawa.


"Kamu bercanda!" serunya.

__ADS_1


"Tidak Putri, ini sungguhan. Beginilah cara kami berlatih."


__ADS_2