
Sejujurnya Vallen tidak sering bermain ke apartemen Devan apalagi bergabung dengan geng Devan sedangkan dirinya sendirian. Biasanya kalau pun ia bergabung, pasti ada Chela dan Nasya yang ikut menemani. Sesampainya di tempat itu Vallen jadi bingung sendiri harus melakukan apa di antara keempat laki-laki ini. Namun untungnya, Devan berinisiatif mengambil uno stacko hingga mereka pun bermain bersama.
Sistem pemenang mereka buat dengan cara menyisihkan. Bukan yang kalah satu orang kemudian yang lain menang, tapi permainan akan berulang hingga menunju final yang mana dua orang terhebat beradu untuk dicari pemenang sesungguhnya.
Sekarang mereka sudah duduk lesehan di depan meja ruang tamu. Bayu dan Satria duduk berhadapan dengan Devan, Vallen, dan Rafa karena meja di sana berbentuk persegi panjang.
Bayu mendapat giliran pertama, ia memicingkan matanya untuk menentukan balok mana yang akan menjadi target. Setelah yakin, dengan hati-hati ia menggunakan dua jari untuk mengeluarkannya dari susunan, yang ia pilih adalah balok yang letaknya di pinggir dan merupakan jajaran keempat dari atas.
Suara gesekan balok terdengar kala ia menggerakkannya perlahan.
Berhasil!
__ADS_1
Bayu pun menyimpan balok hijau bernomor 2 itu di paling atas. Kemudian dilanjut oleh Satria karena mereka memang mengikuti putaran pemain sesuai arah jarum jam. Cowok itu menggerakkan tangannya seolah hendak melakukan sulap.
"Kosong?" tanya Satria sembari menunjukkan telapak tangan kanannya. Bukannya langsung bermain dia malah sulap dulu.
"Kosong," jawab yang lain.
"Kosong?" tanyanya lagi sambil menunjukkan telapak tangan kiri.
"Kosong."
Setelah cukup lama, ia memerhatikan keempat temannya yang memandang dia dengan sangat serius. Dirinya pun merasa mereka semua penasaran dengan sulapnya kali ini, maka dari itu tak mengulur waktu lagi, Satria langsung menunjukkan kembali telapak tangannya.
__ADS_1
"Gak ada apa-apa ...," pamer Satria yang langsung disebut 'bangs*t' sebab Bayu auto mengumpat. Masih beruntung cowok itu karena Bayu tidak sampai melempar meja ini ke depan mukanya.
"Serah lo, Sat. Buruan!" titah Rafa yang dijawab dengan cekikikan dari Satria.
Cowok itu pun mengambil balok yang sejajar dengan target Bayu tadi, Satria juga sama-sama mengambil yang di pinggirnya karena itu berwarna hijau. Sebuah keputusan ekstrem sebenarnya ia mengambil itu, padahal mereka baru juga main. Ia pun berusaha mengeluarkannya dan berhasil pula, menyisakan balok tengah saja di jajaran sana. Ia pun menyimpannya juga di paling atas.
"Lanjut Dev!" suruh Satria seraya memundurkan bahu dan menumpu tubuh bagian atasnya menggunakan dua tangan di samping badan.
Devan meneruskan untuk mengambil balok warna hijau. Namun yang dipilihnya bukan lagi angka, melainkan tanda putar balik. Karena berhasil, sesuai dengan aturannya maka Satria lagi yang main.
Vallen pun menatap balok dengan jengah, ia juga ingin ikutan!
__ADS_1
Devan melirik Vallen yang mukanya sudah ditekuk saja. "Senyum dong," pintanya, tapi gadis itu malah memanyunkan bibir karena kesal. Melihat itu, Devan terkekeh. Vallen bukan terlihat jelek, malah di mata Devan cewek itu semakin menggemaskan.
Satria dan Bayu berhasil lagi, sekarang gilirannya Rafa. Cowok itu kini menatap tumpukan balok dengan ragu karena susunannya sudah tidak rapi. Entah sesusah itu mengeluarkannya atau Satria dan Bayu sengaja membuat ini acak-acakan. Rafa menghela napas sebentar, kemudian tangannya melayang untuk mengambil balok merah.