Pear

Pear
Chapter 12 (4)


__ADS_3

Seberesnya makan, Vallen meneruskan pekerjaannya lagi dengan tenang. Waktu terus bergulir mendekati tengah malam. Keduanya pun menyudahi pekerjaannya dan mulai merebahkan diri di kasur. Vallen yang melamun dan Rafa yang sedang mengecek aplikasi chat-nya.


Hening.


Vallen mencoba menutup mata. Tangannya berada di depan dada untuk memegang selimut, tapi bahkan tak sampai tiga detik, Vallen membuka matanya. Setelah mencoba memejamkannya lagi, ternyata malah terbuka lagi. Vallen lalu mengulum bibirnya sendiri, kenapa ia susah tidur begini.


"Sst!" panggil Vallen.


Rafa masih fokus main hp.


"Fa! St!" Vallen masih saja berbisik, padahal siapa juga yang akan terganggu jika mereka berisik di ruangan itu.


Rafa menoleh, bisa Vallen tebak karena terdengar suara bantalnya yang bergerak.


"Main tebak-tebakan yuk!" ajak Vallen.


Entah jin darimana, tapi Rafa segera menyetujui, ia juga menyimpan hp di meja. Kemudian ikut selimutan seperti Vallen.


"Matiin dulu lampu nya!" titah Vallen seenak jidat.


"Sama lo lah!" suruhnya balik karena posisi Vallen lebih dekat dari pintu yang mana di sampingnya ada sakelar lampu. Vallen mendengus dan berjalan ke sana untuk mematikan lampu terang ini, kemudian Rafa menyalakan lampu tidur di kanan dan kiri kasur dengan cepat sebelum Vallen kembali.


Seusainya, gadis itu naik ke kasur. "Gue punya tebakan nih," katanya seraya memposisikan dirinya senyaman mungkin menghadap atas. Vallen mengambil napas, tapi saat hendak mengeluarkan pertanyaannya, ia malah terkekeh sendiri.


"Gue tidur," kata Rafa yang lagi-lagi didengar Vallen sebagai ancaman.


"Ih, jangan! Nih nih gue mulai!" Vallen melirik Rafa melalui sudut matanya. "Penyanyi luar negeri yang susah nelen namanya?"


"Sakit tenggorokan dia?" tanya Rafa polos.


"Hahaha, ngga. Jawab aja siapa."


"Mana gue tau."


"Cobain jawab siapa gitu kek ...."


"Justin nelen bibir?" Rafa menjawab asal, membuat Vallen kembali tergelak seraya mengomentarinya karena ngaco.


"Ok gue kasih tau. Penyanyi yang susah nelen itu ...


...


Ed Seret!"

__ADS_1


Vallen mengulum bibirnya menahan tawa.


Krik ...


"Hahahaha! Ed Seret!" Gadis itu mulai terpingkal-pingkal karena leluconnya sendiri.


Rafa melihat Vallen aneh. "Ha ... ha," ucapnya sebagai pengganti tawa, yang tentu tidak ikhlas.


"Ck, coba yang ini." Vallen kembali berusaha. "Pemain sepakbola yang beratnya 3 kg?"


"Gak adalah."


"Ada! Ayo tebak."


Rafa berpikir, sangat keras sampai ia menyipitkan matanya saat menatap plafon. Nihil, tidak terbesit apapun di kepalanya.


"Nyerah?" Vallen tersenyum meremehkan.


"Hm."


"Pemain sepakbola yang beratnya 3 kg itu ...


"Bambang Tabung gas! Hahahaha!"


"Sekali lagi, Fa. Apa Bahasa Arabnya diam di tempat?"


Rafa membalik tidurnya jadi menyamping ke kanan. Cowok itu bisa dengan jelas melihat Vallen yang masih menatapnya remeh.


"Ayo apa!"


Rafa bergumam.


Vallen tersenyum. Rafa payah! Masa tidak bisa menjawab semua tebakan ini, padahal ada di internet.


"Bahasa arabnya diam di tempat? Ta'kabur."


Vallen melotot dan ikut memiringkan tubuh jadi berhadapan dengan Rafa. "Gila! Kok tau sih ... gue kira lo gak akan tau juga yang ini hahaha!"


"Satria pernah ngasih tebakan itu."


Vallen mengerti.


"Gantian, gue," saran Rafa.

__ADS_1


"Oke, apa?


"Apa bahasa inggrisnya kebo di sebelah gue?"


"Buffalo beside me."


"Salah."


"Hah?"


"Masa gak tau sih!" Sekarang Rafa bisa balik meremehkan dan gantian Vallen yang berpikir, grammar-nya salahkah?


"The buffalo beside me?" Gadis itu coba menjawab lagi.


"Salah."


"Ih apaan dong?" tanya Vallen tak terima.


"Bahasa inggrisnya itu ..."


Cukup lama Rafa menggantung kalimatnya, mengundang perhatian Vallen yang kemudian mengangkat kedua alisnya untuk meminta penjelasan lebih lengkap. "Itu?"


"Yaitu ..."


"Rafa lama!" komen Vallen.


Rafa tersenyum kecil, lalu memajukan wajahnya ke atas guling yang menjadi pembatas mereka. Membuat mereka jadi lebih dekat dan agar Vallen mendengar jawabannya dengan jelas.


"Kebo di sebelah gue, bahasa inggrisnya adalah ...


... Buf-fa-len ..."


Vallen mengerutkan dahi sesaat sampai kemudian dia mengerti.


"Anj*r, maksud lo ...." Ia menunjuk wajah cowok di depannya. "RAFA!!!!" Dan selanjutnya lelaki tersebut menjadi sasaran tinju dari istrinya sendiri.


Buffalen ngamuk!


🍐 Bersambung ....


...✨ Jangan lupa vommentnya gaisss ☺️...


...Makasih ✨...

__ADS_1


__ADS_2