Pear

Pear
162


__ADS_3

Sahabat-sahabat Devan masih setia melingkari Devan yang tertidur di dalam peti. Dan sebelum peti itu ditutup, Vallen senantiasa mengontrol perasaannya supaya bisa sedikit tersenyum. Walau sesekali air matanya tetap saja menetes, tapi setidaknya ia sudah lebih tenang dibanding saat di rumah sakit.


Devan, Vallen benar-benar kehilangan sosok itu. Sosok luar biasa yang bahkan masih Vallen kagumi sampai sekarang. "Dev ... bahagia ya di sana? Gue percaya Tuhan akan ngasih tempat terbaik buat orang sebaik lo."


Bayu yang beberapa saat lalu baru datang dari apartemen Devan untuk mengambil sesuatu, tiba-tiba menepuk pundak Vallen. Gadis itu pun menoleh.


Sebuah flashdisk dan beberapa lembar kertas kemudian Bayu serahkan kepadanya.


"Yang pertama nemuin Devan udah gak sadarkan diri di apart itu gue sama Satria tadi. Dan di depan Devan, laptop nyala, pas gue cek, ternyata ada rekaman. Baru gue copy-in tadi, sorry gue liat duluan, soalnya buat mastiin itu apa, dan buat siapa."


"Jadi, maksudnya buat gue?"


"Iya."


***


Vallen memasukkan flashdisk ke laptop yang ia simpan di atas kasur, tepat di hadapan dirinya dan Rafa. Tadinya cowok itu enggan melihat karena itu privasi Vallen dan Devan(?), hanya saja Vallen minta ditemani untuk menontonnya.


Di dalam flashdisk itu ternyata hanya ada dua file yang mana keduanya merupakan video. Vallen lalu memutar salah satunya terlebih dahulu.


Layar kemudian menayangkan Devan dengan mula ia yang tersenyum sesaat sebelum memainkan gitarnya sebagai intro.


Lalu tak lama, suara merdu Devan pun terdengar.


My shattered dreams and broken heart


Are mending on the shelf


I saw you holding hands standing close to someone else


Now I sit all alone, wishing all my feeling was gone


I'd give my best to you


Nothing for me to do

__ADS_1


But have one last cry


One last cry


Before I leave it all behind


I've gotta put you out of my mind, this time


Stop living a lie


I guess I'm down to one last cry


Sesekali Devan melihat kamera saat ia bernyanyi, tapi sesekali juga ia terlihat menitihkan air mata, walaupun langsung menunduk dan terlihat fokus kembali pada gitarnya.


I was here, you were there


Guess we never could agree


While the sun shines on you,


I need some love to rain on me


Wishing all my feeling was gone ....


Gotta get over you


Nothing for me to do


But have one last cry


One last cry


Before I leave it all behind


I've gotta put you out of my mind, this time

__ADS_1


Stop living a lie


I know I gotta be strong,


'Cause 'round me life goes on and on and on


And on


I'm gonna dry my eyes


Right after I have my ...


... one last cry


One last cry


Before I leave it all behind


I'm gonna put you out of my mind, for the very last time


Been living a lie


I guess I'm down


I guess I'm down


I guess I'm down ... to one last cry


Rafa dan Vallen larut dalam kesedihannya masing-masing. Tangis mereka membuncah tanpa ada salah satu yang hendak menenangkan. Karena keduanya sadar bahwa mereka sama-sama telah melakukan kesalahan besar pada Devan selama hidupnya. Rasanya Vallen dan Rafa ingin meneriakkan kata 'maaf' sekencang-kencangnya, tapi mereka pun sadar bahwa hal tersebut sudah tak berguna. Hingga penyesalan itu harus mereka telan selamanya.


Video kedua adalah video Devan yang membawakan lagu buatan ia dan Vallen. Lirik lagu yang sebenarnya tinggal dilanjut sedikit lagi itu akhirnya rampung juga. Tanpa sepengetahuan Vallen, sebenarnya inilah video yang pertama Devan rekam dengan tujuan mengingat chord yang belum ditulisnya sebelum akhirnya meng-cover lagu One Last Cry tadi.


"Fa, temenin gue bawain lagu ini ya nanti?" pinta Vallen.


"Gue gak bisa main gitar, Val."

__ADS_1


"Pake keyboard aja. Kita tampil bareng sama Devan," ucap gadis itu sambil tersenyum tipis.


***


__ADS_2