Pear

Pear
Chapter 3 (2)


__ADS_3

"Gitu dong! Temen gue namanya ini!" Bayu mengketeki Rafa dengan senang.


"Anjir lo selama liburan kagak mandi, Bay?!"


Vallen menengadahkan wajahnya, kemudian ia menemukan Rafa beserta ekspresi eneknya akan bau ketek Bayu. Tercetak lengkungan di bibir cewek itu, sekali pun ia tahu Bayu tak betulan bau, tapi rasanya senang mengetahui Rafa sudah bisa bertingkah seperti ini.


"Mau sekarang, Val?" Devan mengusap tangan Vallen dengan ibu jarinya, membuat gadis berambut sebahu lebih itu menoleh.


"Boleh."


"Sat, Bay, kalian pulang sendiri ya. Fa, gue sama Vallen pamit."


Devan bersalaman dengan Rafa, lalu keluar rumah sambil menuntun Vallen, menyisakan Bayu dan Satria yang mendumel karena mereka tidak diantar pulang.


Saat Vallen berhadapan dengan Rafa tadi, tak sedetik pun gadis itu menatap lelaki yang sudah berstatus suaminya, ia terus mencoba memandang arah lain. Beda halnya dengan Rafa yang sedaritadi merasa tak masalah saat menangkap diri Vallen di matanya.


***


Devan dan Vallen berjalan di area taman. Di tangan kanan cewek itu sudah ada cotton candy yang sesekali ia gigit sembari pikirannya melayang pada sebuah kebingungan.


Tiba-tiba Vallen merasakan belaian lembut di kepalanya, ia kemudian mendongak ke kanan. Ditangkapnya wajah Devan yang terlihat sangat bahagia. Wajar saja, tanaman rindu yang terus dipupuk selama liburan sekolah ini akhirnya bisa Devan cabut.


Vallen menggigit bibir bawahnya. Ia bisa merasakan lagi kehangatan yang selalu ia rasa saat berada di dekat Devan. Nyaman sekali. Devan adalah seseorang yang sangat sabar bahkan dari awal Vallen kenal. Pacar yang benar-benar baik dan bisa mengerti cewek itu dalam kurun waktu hampir genap setahun hubungan. Yang membuat cewek itu menjadi semangat untuk datang ke sekolah, belajar, dan melakukan apapun. Devan, cowok yang selalu dielu-elukan ini bukan hanya tampak baik pada permukaannya di mata orang asing saja, pada kenyataannya Devan memang sebaik itu.


"Tumben, Val. Biasanya cerewet. Gue kangen tau lo ngomong banyak." Devan berkata demikian sambil melihat ke depan.

__ADS_1


Vallen membasahi bibirnya yang terasa kering. Ia lalu mencapit bagian samping kemeja hitam Devan. "Dev ...."


Langkah mereka terhenti.


Pandangan cowok itu langsung jatuh menatap lekat mata Vallen yang indah. "Kenapa, Val?"


Vallen memandang Devan dengan ragu. Ia menautkan kedua alisnya karena merasa khawatir dengan apa yang akan diungkapkannya.


"Devan, maaf."


"Maaf kenapa?" Cowok itu tersenyum dan kembali mengelus rambut Vallen. "Lo gak pernah salah, Val. Lo udah jadi cewek yang baik bagi gue."


Vallen menggeleng.


Devan bingung, ia merasa ada yang tidak beres, apalagi saat melihat mata Vallen berkaca-kaca. "Ada apa?"


"Hah?"


"Kita putus, yah?"


Devan menggeleng. "Val, lo kenapa?" tanyanya tak percaya.


"Gue udah gak bisa, Dev. Maaf."


Cowok di hadapan Vallen memegang tangannya hingga cotton candy-nya jatuh. "Jangan pernah becanda perihal putus, Val."

__ADS_1


"Gue gak becanda ...."


"Apa? Gue salah apa?" Napas Devan mulai tak beraturan kerena emosi.


Vallen menggeleng sembari meneteskan air mata yang tak bisa ia tahan lagi. Cewek itu lalu melepas cengkeraman Devan. Namun, yang dilakukan orang itu sebagai balasan adalah memeluk Vallen.


"Nggak. Gue gak mau. Gue sayang sama lo, Val. Sebut kesalahan gue biar gue bisa perbaikin. Vallen lo gak boleh kayak gini."


"Dev! Denger gak sih! Gue gak bisa!" Emosi Vallen yang memuncak membuat dia mencoba melepaskan diri dari Devan, tapi yang diajak bicara malah makin mengeratkan pelukannya.


"Devan!" teriak Vallen. Dia mendorong Devan hingga pelukan mereka terlepas. Gadis itu segera berlari meninggalkan lelaki ini yang matanya memerah dan berkaca-kaca.


***


Rafa menoleh ke pintu kamar saat kenopnya bergerak. Kemudian, langsung munculah Vallen dari sana.


"Udah pacarannya?" sindir Rafa.


Gadis itu melempar sling bag-nya asal, kemudian membawa dirinya tengkurap di atas kasur. Memeluk bantal sembari menenggelamkan wajahnya di sana.


Rafa menutup buku, lantas memandang Vallen bingung karena ia menangis sampai sesegukan.


"Val ..., lo kenapa?"


🍐 Bersambung ....

__ADS_1


...✨ Jangan lupa vommentnya gaisss ☺️...


...Makasih ✨...


__ADS_2