
"Abang Es! Azka dikasih susu kotak sama Kakak Cantik loh!" Suara anak kecil terdengar saat pintu kamar dibuka.
Kecanggungan yang terjadi di ruang itu pun seketika berubah karena dua orang yang berdiri di pinggir brangkar segera berbalik ke belakang untuk melihat siapa yang datang.
Seorang anak kecil mendongak. "Temennya Abang?" tanyanya kebingungan. Dan tak terkecuali gadis yang ada di sampingnya juga.
"Vallen?" ucap salah seorang yang berbalik.
"Bay." Vallen menatap tak percaya ke arah cowok tersebut. "Lo bilang Devan baik-baik aja?" Suaranya terdengar bergetar.
"Bayu, lo bohong!"
"Gue disuruh Devan, Val ...."
Devan, seseorang yang tengah duduk di kasur bersama gitarnya itu memajukan tubuhnya yang semula menyender. Ia mengatur degup jantungnya selama menatap Vallen yang berjalan mendekat dengan raut wajah muram.
"Lo sakit apa, Dev?" tanya Vallen yang benar-benar khawatir, tercermin dari netranya yang mulai berkaca-kaca.
"Azka siapa lo, Dev? Dua orang yang di depan kamar itu siapa? Mereka orang tua lo? Kenapa gak pernah liatin mereka ke gue?"
"Devan, jawab ...."
__ADS_1
"Val ...," panggil Devan.
Mata cowok itu mengerjap pelan, tak kuasa melihat Vallen yang pada akhirnya menangis juga. Ia pun memindahkan gitarnya dan meraih satu tangan Vallen.
"Kenapa gue gak tau apa-apa, Dev?" lirihnya.
"Maafin gue, Val," ucap Devan penuh penyesalan.
Vallen menatap Devan dengan lekat. "Jawab pertanyaan gue yang pertama. Lo sakit apa?" Satu tangannya yang lain gadis itu gunakan untuk memegang pundak sang mantan. "Lo bilang gue gak usah khawatir, tapi lo nya sampe masuk rumah sakit gini."
"Gue cuma dirawat bentar."
"Gue gak yakin lo ke sini cuma karna demam."
"Dev, gue serius. Tolong jujur ...."
"Serius, gue numpang tidur aja di sini,” kata Devan sambil cengengesan.
Vallen menggeleng, ia merasa sia-sia bertanya pada Devan. Cewek itu lalu membalikkan tubuhnya. "Azka, Abang Es sakit apa?"
"Lim-fo-ma," ejanya.
__ADS_1
Limfoma adalah kanker darah yang dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati), karenanyalah kanker ini disebut juga sebagai kanker kelenjar getah bening. Limfoma berawal ketika sel kanker menyerang salah satu sel darah putih (limfosit) yang berfungsi melawan infeksi.
"Devan!" bentak gadis itu. Pengetahuan Vallen tentang medis setidaknya cukup untuk mengetahui apa yang Azka sebutkan. Tangisnya lantas pecah kembali.
Devan mengatur napas saat melihat adiknya.
"Val, jangan nangis."
"Sejak kapan?"
"Taun kemarin," jawab Devan. "Tepat di hari pertama kita jadian. Hari itu gue baru tau kanker ini berkembang. Awalnya gue pengen terus nahan perasaan suka sama lo, tapi gue gak mau nyesel karna gak berani buat nyatain."
"Devan ..., kenapa lo gak pernah cerita? Hiks."
"Karna gue tau lo cengeng." Devan menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi gadis itu. "Gue gak mau lo makin suka nangis. Udah cukup dari SD lo nangis terus gara-gara di-bully orang rese itu. Sekarang lo udah gak perlu nangis lagi, udah gak ada yang ganggu lo."
Vallen menggeleng. Tangannya kemudian segera melingkar di pundak Devan. Ia menangis dalam ceruk leher cowok itu. Dan yang Devan lakukan hanya tersenyum samar sembari menepuk pelan punggung Vallen.
Saat kejadian itu terjadi, Azka langsung ditutup matanya oleh Satria yang ada di belakangnya.
"Gue akan baik-baik aja kok. Gak usah cemas," kata Devan.
__ADS_1
"Gimana bisa gue gak cemas ....”