Pear

Pear
97


__ADS_3

Satria


Lo pada dapet surat gak?


Bayu


Dapet, bangs*t. Yang ngirim maunya apa sih!


Devan


Dapet anj*r


Satria


Tiba-tiba banget emak gue ngasih amplop. Gue pikir uang bjir.


Bayu


Jingan. Pembantu gue juga tiba-tiba ngasih amplop, kirain apa.


Devan


Yang gue tiba-tiba ada di depan pintu apart.

__ADS_1


Rafa menautkan kedua alisnya saat membaca chat dari grup Cogan Arcturus, jika dipahami, mereka hanya dapat amplop 'kan? Baiklah, mungkin isi box hitam ini juga sama seperti yang mereka dapat. Namun, satu hal yang membuat Rafa merasa janggal. Kotak itu cukup berat, mungkinkah si pengirim menyimpan batu bata di dalamnya?


Karena penasaran, Rafa pun menyakukan kembali ponsel di celana basketnya. Kemudian ia menarik salah satu sisi dari pita hitam yang mengikat kotak tersebut. Setelah pitanya lepas, perlahan Rafa membuka tutup kotaknya.


"Aaaa!" teriak Rafa yang matanya sudah membulat sempurna.


Box itu dilempar ke depan. Lalu Rafa berjalan mundur sampai punggungnya menyentuh sudut kamar dengan napas terengah-engah. Badannya gemetar ketakutan. Ia pun menutup kedua matanya dengan tangan.


"Fa?" panggil Vallen khawatir.


"Fa, lo kenapa?"


Rafa tidak menjawab sama sekali. Maka darinya, Vallen pun berjalan mendekat, alasannya dari tempatnya berdiri tadi isi box itu tidak terlihat sebab terhalang oleh kasur.


"Rafa itu dari siapa!" Vallen memekik histeris. Napasnya memburu karena melihat kucing itu bentukannya sudah mengerikan. Sungguh, rasanya ia ingin mengutuk orang yang berbuat kejam seperti ini.


Sudah pasti Rafa tidak menjawabnya, ia masih shock di sudut kamar sana. Vallen pun mengintip sedikit dengan meminggirkan bantalnya. Kemudian ia melempar bantal itu dan berlari ke arah Rafa. Vallen memegang tangan tunangannya dan memutar tubuh Rafa agar ia menghadap ke tembok, alhasil Vallen berada di apitan antara Rafa dan tembok kamar.


Tanpa ada kata yang terucap, Rafa langsung memeluk Vallen dengan erat. Matanya tetap terpejam, ia pun terus merapatkan wajahnya ke kepala Vallen. Sejenak gadis itu tercengang, tapi kemudian tangannya melingkar hingga telapaknya berhenti di punggung Rafa. Vallen ikut memejamkan mata sembari mengatur irama detak jantungnya. "Yang ngirim jahat banget ...," lirih cewek itu bahkan hampir ingin menangis.


Deru napas Rafa terdengar jelas di telinga Vallen saat ini. Dan saat itu Vallen baru sadar bahwa Rafa pasti yang lebih kaget dibanding dirinya, mengingat cowok itu takut akan darah.


"Rafa tenang ...," kata Vallen yang sesekali juga mengelus atau menepuk pelan punggung Rafa seraya berdesis.

__ADS_1


"G-g-gue takut," kata Rafa pelan, tubuhnya makin menumpu pada Vallen. Kakinya serasa lemas dan tak bertulang.


Dengan tenaga yang Vallen miliki, ia tetap menahan Rafa jangan sampai tumbang, sekali pun yang jadi korban adalah dia yang jadi makin mepet tembok saja.


"Ada Buffalen yang bakal temenin Fa Jelek ...," ucap Vallen lembut yang entah kenapa rasanya membuat hati Rafa lebih tenang.


Sesaat mereka masih dalam posisi itu dengan kecanggungan yang sangat dirasakan Vallen. Hingga akhirnya Vallen melihat ke atas. "Ra-fa ...."


"Hm?"


"Di sana ada kertas, gue penasaran. Gue liat bentar yah?" tanya Vallen sekaligus sebagai isyarat agar Rafa melepaskan dulu pelukannya.


Rafa mengangguk kecil, lalu pelan-pelan ia melepas pelukannya. Vallen pun mendongak dan menangkup wajah Rafa yang melihat ke arahnya. Ibu jari Vallen mengusap pipi Rafa sebentar sebelum melepasnya lagi.


Selanjutnya, Vallen memiringkan muka supaya bisa mengintip isi box yang terhalang tubuh Rafa. Lagi-lagi Vallen menutup mata tak tega dengan kucing bernasib tragis itu. Namun ia tetap memberanikan diri untuk melangkah mendekatinya, lalu mengambil payung yang ujungnya ia gunakan untuk menggeser kertas ke dekatnya. Setelah sampai di sekitar tempatnya berpijak, Vallen pun berjongkok untuk membalik kertas yang kena ceceran darah tersebut.


Sedikit mual rasanya. Bahkan Vallen hampir muntah, tapi dia tahan. Pelan tapi pasti jarinya berhasil menjepit kertas, ia pun segera membalikkannya di lantai.


Tulisannya ...


Let's play!


***

__ADS_1


__ADS_2