Pear

Pear
136


__ADS_3

Vallen dan Devan akhirnya sampai di sebuah rumah dengan banyak motor terparkir di depannya. Marvel melepas helm, lalu turun dari motor. Ia kemudian bertos ria dengan seseorang yang tengah duduk di pembatas teras yang tingginya sekitar 1 meter. Entah apa yang Marvel dan orang itu bincangkan sesaat, tapi setelah itu Marvel masuk ke dalam rumah dan meninggalkan orang itu sendirian di luar.


Bagian depan rumah tak terlalu terang, tapi masih cukup untuk Vallen lihat bahwa orang yang di luar tersebut mengenakan topi hitam. Sayangnya, topi itu terlalu ke bawah hingga wajahnya pun tertutupi olehnya, juga bayangan yang ditimbulkan dari bagian depan topi tersebut.


Orang itu duduk dengan satu kaki yang ditekuk, sedangkan kaki satunya lagi ia luruskan. Entah apa yang membuatnya memisahkan diri dari ramainya orang yang pasti ada di dalam rumah. Kemudian, yang ia lakukan adalah mengeluarkan sepuntung rokok, lantas menyundutnya sebelum memulai untuk menghisap. Ia menyender pada tiang di sana sambil menggeser topinya ke belakang.


Mata Vallen langsung terbuka lebar saat melihatnya, tak tinggal diam, ia pun memotretnya dari dalam mobil.


Hening.


Padahal harusnya saat ini ia berdiskusi dengan Devan. Karena janggal, Vallen pun menoleh ke arah mantannya tersebut. Nyatanya Devan sedang memejamkan mata sembari menempatkan kepalan tangannya di atas kening.


"Dev?"


"Devan lo kenapa?" tanya Vallen khawatir.


Perlahan Devan membuka mata, lalu ia menyadari bahwa masih harus melakukan sesuatu di sini.


"Ga kenapa-napa," jawabnya.


Dengan cepat, Vallen menurunkan tangan kanan Devan. Ia lalu menempatkan punggung tangannya di jidat cowok itu.

__ADS_1


"Dev, lo panas!" cemas Vallen. "Kita ke apartemen lo sekarang yah? Masih kuat nyetir gak?"


Devan mengangguk pelan. "Masih."


Lelaki itu pun menjalankan mobilnya dengan pengawasan Vallen. Pasalnya, jika ingin diambil alih pun, Vallen tidak bisa mengendarai mobil.


***


Vallen menyiapkan baskom berisi air beserta handuk kecil. Ia menyimpannya di atas meja ruang tamu. Kemudian dirinya berlari ke kamar Devan untuk membawa selimut.


Vallen lalu menyerahkan kain tebal nan hangat tersebut kepada Devan yang masih duduk lemas di sofa. Setelah itu, Vallen ikut duduk di sofa dan membiarkan Devan berbaring berbantalkan pahanya. Devan segera mengerubungi dirinya dengan selimut, ia lalu memejamkan mata karena merasa nyaman.


Vallen mulai mencelupkan handuk, memeras benda itu, lalu menempatkannya di kening Devan. Seusainya, Vallen kembali membelai dengan lembut rambut mantannya ini, dan satu tangan lainnya ia gunakan juga untuk menangkup pipi Devan.


Rasa bersalah selintas bertandang ke hatinya, membayangkan bagaimana sepinya Devan setelah mereka putus. Vallen iba melihat mantannya. Seandainya ia mempertahankan Devan kala itu, pasti cowok ini akan merasa lebih baik. Namun apa mau dikata jikalau keputusan Vallen karena berbagai hal akhirnya bulat dan membuat ia menerima Rafa?


Vallen pun menitihkan air mata saat dirinya melihat ke luar balkon dengan kerlap-kerlip gedung perkotaan yang menghiasi malam. Dirinya tengah mencoba mengatur emosi yang sedang tak stabil berkat segala hal tentang Devan.


"Val?" panggil Devan dengan suaranya yang parau.


"Apa Dev?" Vallen segera menatap cowok itu dengan alisnya yang bertaut.

__ADS_1


Devan membuka matanya dan memandang Vallen dengan sayu. "Jangan tinggalin gue ...," pintanya.


Tangan kiri Vallen yang menangkup pipi Devan langsung mengelusnya pelan, sedangkan tangan kanannya yang tadi membelai rambut Devan segera terangkat untuk menghapus air matanya sendiri yang jatuh.


Maaf, Dev ....


***


Bay, Sat, tanyain Devan lagi di mana sekarang!


Rafa mengirimkan pesan itu di multichat dadakan yang ia buat. Hatinya tidak tenang. Ini sudah lewat jam 8 malam, tapi Vallen masih belum juga datang ke kamarnya.


Rafa bertanya-tanya tentang ke mana Devan membawa Vallen, dan apa yang dilakukan oleh mereka berdua? Cowok tersebut memukul kasur yang sedang ditidurinya, lama-lama ia frustasi karena hanya bisa diam di sini. Harusnya sekarang ia bisa mencari Vallen.


Val, lo ke mana?


🍐 Bersambung ....


...Jangan lupa vomment guys 🔥🔥🔥...


...Makasihhh 😘...

__ADS_1


__ADS_2