
"Yang gitu namanya centil!" cibir Rafa sambil mengeluarkan botol dari tasnya.
"Ngga ih ...." Vallen memajukan bibir bawahnya. "Gue gak centil," rengeknya ingin Rafa percaya.
Cowok itu pun berjalan menghampiri tunangannya yang masih menyenderkan tubuh ke tembok. "Buf-fa-len cen-til," ujarnya yang membuat Vallen gemas setiap mendengar ia berucap dengan mengeja kata.
"Serah! Dari pada Rafa? Jelek!" Vallen memeletkan lidahnya, sedangkan Rafa tersenyum tipis.
Lelaki tersebut kemudian maju agar lebih dekat dengan Vallen. "Lo gak butuh kaca, Val." Dirinya pun membungkuk. "Mau ngaca atau nggak ... lo tetep cantik," puji Rafa yang langsung membuat pipi Vallen terasa panas, mungkin Rafa bisa jelas melihat pipi itu bersemu merah saat ini karena kulit Vallen yang putih.
"Sejak kapan lo bisa gombal, Fa?"
"Sejak tadi." Rafa pun mengacak rambut gadis tersebut, kemudian keduanya tertawa kecil.
"Dah, waktu gue gak banyak." Rafa berlari keluar sambil membuka tutup botolnya, setelah sampai di tempat istirahat teman-temannya, Rafa segera meminum itu untuk menuntaskan dahaga.
Saat Rafa berlari tadi, Vallen juga mengikutinya dari belakang, hingga ia berakhir dengan berdiri bersama teman sekelasnya.
"Arcturus juara! Juara juara JUAWRA!" dukung mereka sebelum akhirnya tim basket itu kembali tanding.
__ADS_1
Rafa menutup botolnya lalu hendak ia simpan lagi. Namun kepalanya tiba-tiba terasa sakit, badannya seketika lemas. Saat itu juga tubuh Rafa ambruk. Sebagian penonton yang sadar langsung berteriak, memanggil Rafa yang sedang memegang dadanya sambil seperti sedang kesulitan bernapas. Mata Rafa terbelalak menatap langit. Ia kemudian tremor hebat hingga kejang.
"Rafa kenapa?" Chela keheranan tapi masih diam di tempat.
Vallen menoleh. "Hah? Ra-Rafa! RAFA!!!" Gadis itu pun segera menghambur ke arah tunangannya. Semua temannya juga melakukan hal yang sama.
Arcturus panik dengan apa yang terjadi pada Rafa. Teriakan keras terdengar dari sana-sini, tentu paling keras dari teman-teman Rafa sendiri yang banyak menghabiskan waktu bersama cowok itu.
"RAFAAAA!" pekik Vallen histeris. Ia menangis sejadinya sambil memegang tangan Rafa yang tak berhenti bergerak.
"Rafa bangun!" suruh Bayu.
Napas Chela terengah karena panik, ia lalu mengambil botol yang masih Rafa pegang. Ia lihat isinya dengan mengangkatnya dan mengarahkan itu ke langit, takut air ini kotor atau bagaimana, tapi nyatanya bening. Satu hal yang bisa membuat Chela kaget adalah di alas botol plastik itu terukir tulisan yang sepertinya bekas besetan dari silet atau semacamnya.
Lihat sebuah butuh sebuah.
Chela menitihkan air mata saat otaknya langsung terhubung dengan clue itu, sebuah zat berbahaya yang bahkan membuat Rafa berkemungkinan tidak akan selamat.
"Rafa sadar! Rafaaa! Hiks ...." Vallen menunduk dan mengguncangkan tubuh suaminya. Rambutnya berantakan tak tentu arah. Dirinya benar-benar merasa buruk, jika tak kuat sedikit saja, rasanya Vallen ingin pingsan sekarang juga, tapi Vallen harus membuat Rafa bangun. Ia tak mau meninggalkan Rafa dengan keadaan seperti ini.
__ADS_1
"Rafa bangun!" Suara Vallen makin meningkat.
"RAFA JANGAN GINI! Hiks .... Rafa gue mohon ...."
"RAFAAA!"
Vallen menangis, menumpahkan kesedihan berkat perpindahan takdir yang sangat signifikan, dari pagi hari ia sudah dibuat bahagia oleh Rafa, tapi kenapa saat ini ia dijatuhkan sejatuh-jatuhnya? Tidak, Vallen tidak bisa menerima ini.
"Hiks ... Fa Jelek sadar ...," ucapnya dengan parau. Kemudian ia terseguk.
Vallen menggeleng sambil melihat Rafa yang masih saja kejang.
🍐 Bersambung ....
Ada yang tau maksud clue-nya?
Doain Rafa gak kenapa-napa :'
Jangan lupa vomment guysss
__ADS_1
Makasiii 🥰