
Rafa dan keluarganya baru keluar dari area persidangan. Frian telah dijerat dengan pasal berlapis tentang penganiyaan Pasal 353 ayat 2 KUHP yang mana maksimal hukumannya adalah 7 tahun penjara dan percabulan Pasal 289 KUHP dengan maksimal hukuman 9 tahun penjara.
Kemudian, laporan dari kakak Rafa tentang kekerasan ayah tirinya di masa lalu pun tak berlaku karena saat ini ia sudah berumur lebih dari 18 tahun. Dan kasus Hilman yang bisa saja masuk ke dalam kasus penganiayaan anak, sudah menjadi kadaluwarsa.
Hilman bisa bernapas lega pada akhirnya setelah sekian lama, apalagi mengetahui Geng Rigel yang mana anggotanya merupakan anak buah Frian tidak akan menganggu Rafa.
***
Hari Ujian Praktek pun tiba. Pak Gabud mengangguk kepada Rafa dan Vallen yang sudah siap di panggung dalam aula.
Vallen menarik napas sebelum penampilan benar-benar dimulai. Kemudian, proyektor pun menyala.
Rafa dan Vallen seolah tampil bertiga karena video Devan tetap ditayangkan. Beberapa bagian dari video ada yang sengaja di-silent karena ketika mendiskusikan lagunya waktu itu, Devan dan Vallen sepakat untuk bagi bagian saat bernyanyi.
[Verse: Vallen]
Kesunyian selepas pergimu
Serupa pintu yang kehilangan ketuk
Ku masih butuh waktu
Aku baik hanya saja sepi
Tak ada lagi kamu saat laraku
Sedang bertamu
[Pre-chorus: Devan]
Ke mana jalan tuk mengungkap kerinduan
Yang masih kupendam dalam diam
__ADS_1
Hingga suatu saat akan ada waktu untuk melepas perasaan
[Chorus: Vallen]
Salahkah bila kuingin habiskan senja
Hanya hingga matahari hilang tak berpendar
Lalu kututup hari dengan mimpi yang indah
[Verse 2: Devan]
Aku tahu bahwa perpisahan
Bukanlah sesuatu yang menyenangkan
Tapi menyakitkan
Namun aku coba tuk membuat
Saat dikenang
[Pre-chorus: Vallen]
Ke mana jalan tuk mengungkap keinginan
Yang masih kusimpan dalam diam
Hingga suatu saat akan ada waktu untuk melepas perasaan
[Chorus: Vallen]
Mungkinkah bisa kupinta kau
__ADS_1
Datang sore nanti s'belum akhirnya kau berubah jadi orang berbeda
Lalu kututup kisah dengan akhir yang indah
[Outro: Vallen, Devan]
Tentangmu ....
Hanyalah kamu
Satu hari saja kuminta
Kumohon ....
Sebelum hati ini hilang rasa
Dan kisah kita jadi perpisahan bahagia ....
Riuh tepuk tangan pun menggema. Sedangkan Vallen terdiam dalam ingar-bingar aula, entah kenapa lirik-lirik dalam lagu berhubungan dengan apa yang terjadi dengan dirinya dan Devan sekarang. Namun, jawaban atas lagu itu adalah perpisahan mereka sudah tidak bisa ditutup dengan pertemuan yang indah. Vallen dan Devan telah berbeda dunia. Tak ada lagi harapan akan senja yang menjadi latar pertemuan mereka nantinya. Semua berubah telak menjadi ketidakmungkinan.
***
Setelah Ujian Praktek, ujian-ujian lain pun menyambut Rafa dan Vallen sebelum akhirnya mereka bisa lolos dan akhirnya lulus. Di siang hari, SMA Arcturus sudah mengadakan graduation. Namun, tidak ada prom night yang diadakan sekolah ini karena ulah angkatan-angkatan sebelumnya yang membuat petinggi Arcturus tak lagi percaya dengan acara malam yang dihadiri murid-muridnya, tapi bagi Vallen, Rafa dan kawan-kawan ... prom night itu ada. Mereka semua menyelenggarakannya di dalam apartemen Devan dengan izin orangtuanya.
Semua berdoa dengan khidmat, kemudian berbincang untuk mengenang masa lalu setelah 6 bulan ditinggal oleh Devan. Canda tawa kadang terlontar mengingat mereka semua tak boleh lama-lama larut dalam kesedihan yang mendalam. Hingga akhirnya waktu pun semakin malam, dan yang lain memutuskan untuk pulang, sementara Rafa dan Vallen pergi ke rooftop apartemen.
Keduanya menghirup udara segar malam ini sambil duduk menikmati keindahan Kota Bandung dari atas.
"Fa," panggil Vallen.
"Hm?"
Gadis itu kemudian menengok kepada suaminya. "Lo pernah nanya kan alesan gue mau tunangan sama lo?"
__ADS_1
Rafa mengangguk.
Sekilas Vallen tersenyum. "Aneh banget alesannya. Tapi gue suka sama semua cerita-cerita bunda tentang anaknya. Gue kagum, bahkan sebelum gue tau kalo itu lo. Cowok sekelas yang bahkan jarang banget gue notice saking dinginnya, oke itu alesan yang pertama. Kedua ...."