Pendekar Pedang Kayu Harum

Pendekar Pedang Kayu Harum
pkh 11 part 10


__ADS_3

Sikap Keng Hong tenang saja karena memang sesungguhnya dia tidak merasa berdosa terhadap orang-orang ini. Sikapnya ini mengingatkan semua tokoh itu kepada sikap Sin-jiu Kiam-ong dan membuat mereka makin marah.


"Lai-pangcu, aku menyesal sekali akan peristiwa yang terjadi antara kita, dan Lai-pangcu sebagai seorang tua yang berkedudukan tinggi telah memaksaku hingga terjadi bentrokan dan jatuh korban. Semenjak semula sudah kunyatakan bahwa aku tidak bermusuhan dan tidak ingin bermusuhan dengan Tiat-ciang-pang. Kenapa sekarang Lai-pangcu datang lagi menghadang perjalankanku?"


"Bocah iblis! Engkau mengandalkan ilmu iblismu membunuh murid-murid Tiat-ciang-pang, masih banyak bicara lagi? Kami datang untuk membinasakanmu!" jawab Kim-to Lai Ban.


Sedangkan Ouw Beng Kok, ketua Tiat-ciang-pang masih berdiri dan memandang penuh keheranan. Hampir saja dia tidak dapat percaya bahwa bocah ini yang telah merobohkan banyak anak muridnya dan bahkan hampir saja membunuh Lai Ban, sute-nya!


"Sungguh disayangkan bahwa ucapan Siauw-bin Kuncu mengenai Tiat-ciang-pang tepat sekali, bukan hanya mengandalkan Tiat-ciang (Tangan Besi), bahkan mempunyai Tiat-sim (Hati Besi) pula. Dan bagaimana dengan para Locianpwe ini? Apakah para Totiang ini juga hendak mencariku?" Dia memandang ke arah empat orang tosu yang bersikap galak dan sejak tadi memandangnya dengan sinar mata tajam.


Tosu tertua di antara Kong-thong Ngo-lojin ialah seorang kakek tinggi kurus bermata buta di sebelah kiri. Dia memegang tongkat bambunya, ditudingkan ke arah Keng Hong sambil berkata,


"Cia Keng Hong, engkau sudah membunuh sute termuda kami dan sepuluh orang murid kami, sekarang terpaksa kami orang-orang tua dari Kong-thong-pai melupakan malu dan harus mencabut nyawa seorang muda yang berbahaya seperti engkau!"

__ADS_1


Keng Hong terkejut. Kiranya empat orang ini adalah para suheng dari Kok Cin Cu yang terkenal dengan sebutan Kong-thong Ngo-lojin! Wah, sekali ini dia menghadapi ancaman lawan berat, orang-orang yang memiliki kepandaian tinggi! Bagaimana mungkin dia dapat melawan mereka? Akan tetapi jika tidak dapat melawan, dia hendak membela diri dengan mulut. Dia tak merasa bersalah, maka sebelum mereka turun tangan, dia harus membela diri, menyatakan kebersihannya.


"Aku sudah mendengar semua tuduhan, akan tetapi cu-wi Locianpwe sesungguhnya telah keliru menjatuhkan tuduhan-tuduhan palsu. Tuduhan yang tidak benar berarti fitnah, dan hal itu merupakan perbuatan keji yang bahkan melebihi pembunuhan. Aku tidak bersalah. Pertama-tama tuduhan dari Hoa-san-pai yang mengatakan bahwa aku telah memperkosa dan membunuh nona Sim Ciang Bi. Memang benar ada hubungan cinta antara aku dan mendiang nona Sim, akan tetapi bukan perkosaan. Sedangkan kematian nona itu yang berada dalam pelukanku bukanlah karena aku yang membunuhnya!"


"Aku melihat dengan mata kepala sendiri, engkau masih berani menyangkal?" bentak Sim Lai Sek setengah menjerit.


"Apakah engkau melihat aku membunuh, adik Sim Lai Sek?" tanya Keng Hong dengan sikap tenang.


"Aku melihat engkau... engkau... memperkosanya... kemudian melihat dia mati di dalam pelukanmu. Siapa lagi kalau bukan engkau atau perempuan iblis temanmu itu yang telah membunuhnya?"


"Bocah berilmu iblis! Engkau berbahaya sekali, memiliki ilmu iblis, tukang merayu wanita, pandai pula memutar lidah. Engkau sudah selayaknya dilenyapkan dari muka bumi agar jangan membikin kotor dunia!" bentak Kim-to Lai Ban marah.


"Terserah wawasan Ji-pangcu dan Tiat-ciang-pang. Kini urusan dengan Kong-thong-pai yang menuduh aku membunuh Kok Cin Cu totiang dan sepuluh orang murid-muridnya. Bagaimana aku bisa membunuh seorang lihai seperti Kok Cin Cu totiang? Ada orang lain yang membunuh, akan tetapi jelas bukan aku. Ada pun tentang sepuluh orang anak murid Kong-thong-pai yang tewas dalam pertempuran yang sudah sewajarnya dan sebagian..."

__ADS_1


"Sebagian lagi kau bunuh dalam kuil setelah kau perkosa dua orang murid wanita!" bentak Kok Seng Cu, tosu ke empat dari Kong-thong Ngo-lojin.


Keng Hong terkejut dan menduga bagaimana tosu ini tahu akan hubungannya dengan Kiu Bwee Ceng dan Tang Swat Si? Dia tidak tahu bahwa empat orang tokoh Kong-thong-pai ini menerima pemberitahuan dari coretan yang dilakukan dengan tusuk konde bunga bwe yang ditinggalkan menancap di pondok sesudah melakukan coretan peberitahuan bahwa Kiu Bwee Ceng dan Tang Swat Si telah diperkosa oleh murid Sin-jiu Kiam-ong dan bahwa kedua orang gadis itu bersama para saudara seperguruannya telah dibunuh pula.


"Aku tidak memperkosa. Memang kami berhubungan secara suka sama suka, tetapi aku tidak membunuh siapa-siapa…"


"Manusia keji!"


Kok Sian Cu, orang pertama dari Kong-thong Ngo-lojin sudah tidak dapat lagi menahan kesabarannya. Tubuhnya bergerak maju dan mengirim pukulan ke arah ubun-ubun kepala Keng Hong. Sebuah pukulan maut yang didahului angin pukulan dahsyat sekali.


Keng Hong terkejut sekali dan cepat dia mengelak dengan jalan meloncat ke kiri sambil mengangkat tangan menjaga kepalanya. Tetapi dari sebelah kiri pundaknya disambar lagi oleh hantaman tangan yang lebih ampuh lagi dari pada pukulan pertama tadi, terbuat dari pada logam.


Hebat bukan main datangnya pukulan ini sebab Ouw Beng Kok dijuluki Tiat-ciang (Tangan Besi), bahkan mendirikan perkumpulan Tiat-ciang-pang adalah karena kehebatan tangan kirinya yang palsu inilah. Tangan itu bukan terbuat dari besi sebarangan, melainkan besi yang mengandung racun hebat, dan karena ketua Tiat-ciang-pang ini memiliki lweekang yang amat kuat maka pukulannya itu benar-benar merupakan pukulan maut yang sukar dihindarkan.

__ADS_1


Untung bagi Keng Hong bahwa sebelum suhu-nya meninggal dunia, kakek sakti itu telah ‘mengoperkan’ hawa sinkang mukjijat ke dalam tubuh muridnya sehingga otomatis Keng Hong memiliki sinkang kuat sekali seperti mendiang suhu-nya dan tanpa dia sadari pula dia telah mempunyai ginkang yang membuat tubuhnya seolah-olah dapat bergerak di luar kesadarannya. Datangnya pukulan Ouw Beng Kok cepat, namun tubuh pemuda itu lebih cepat lagi, membuang diri ke belakang lalu bergulingan menjauhi lawan.


__ADS_2