
KENG HONG sebenarnya adalah seorang pemuda yang baru berusia delapan belas tahun, masih hijau dan belum ada pengalaman sama sekali mengenai pergaulan dengan wanita. Akan tetapi, sebagai murid Sin-jiu Kiam-ong Sie Cun Hong, seorang ‘jagoan’ besar, bukan hanya tentang ilmu silat akan tetapi juga mengenai ilmu menjatuhkan hati wanita, sedikit banyak Keng Hong ketularan penyakit itu.
Sering kali suhu-nya bercerita tentang petualangan-petualangan cintanya di masa muda, bahkan memberinya nasehat-nasehat tentang wanita, mengajarkan ‘teknik-teknik’ merayu wanita, sehingga biar pun pada dasarnya Keng Hong tidak berbakat menjadi seorang pria mata keranjang dan hidung belang, akan tetapi watak suhu-nya menular dan dia menjadi seorang pemuda yang lebih berani menghadapi wanita dari pada pemuda-pemuda lain yang sebaya dengannya.
Apa lagi sesudah dia berjumpa dengan Ang-kiam Tok-sian-li Bhi Cui Im dan remajanya gugur oleh wanita cabul yang cantik itu, pengalaman hebat ini menambah keberaniannya menghadapi Ciang Bi. Hanya ada satu hal yang menguntungkan bagi batin Keng Hong, yaitu bahwa dia amat taat kepada pesan-pesan suhu-nya sehingga betapa pun terpupuk dan bangkit selera serta nafsunya untuk berdekatan dan bermain cinta dengan wanita, tetapi seperti suhu-nya, memaksa dan memperkosa wanita merupakan pantangan mutlak baginya.
Kalau ada wanita suka kepadanya, dia akan melayaninya. Akan tetapi betapa pun cantik seorang wanita dan betapa pun tertarik hatinya, kalau wanita itu tidak suka kepadanya, dia tidak akan menyentuh seujung rambutnya. Ketaatan ini menguntungkan Keng Hong sendiri dan para wanita, karena andai kata tidak, tentu dia akan tersesat menjadi seorang jai-hwa-cat (penjahat pemetik bunga) atau tukang pemerkosa wanita yang berbahaya sekali!
Mendengar jawaban gadis itu, Keng Hong tertawa, merangkul lehernya dan menundukkan muka. Mereka berciuman dan biar pun keduanya belum berpengalaman dalam bermain cinta, namun karena didorong hati yang mencinta, mereka berciuman mesra.
__ADS_1
"Hong-ko..." Ciang Bi merintih, tubuhnya menggetar, semua bulu di tubuhnya meremang pada waktu kedua lengannya merayap seperti ular melingkari leher pemuda perkasa yang menjatuhkan hatinya itu.
"Bi-moi... engkau jelita sekali..." Keng Hong juga berbisik di dekat telinga gadis itu dan kembali mereka berdekapan dan berciuman mesra.
Cinta adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap makhluk di dunia, setiap makhluk yang hidup wajar sesuai dengan kodrat dan kekuasaan alam. Cinta bukan merupakan sesuatu yang kotor dan bukan merupakan hal yang tak patut dibicarakan. Sebaliknya dari pada itu!
Cinta antara pria dan wanita adalah hal yang amat wajar, merupakan anugrah dari Tuhan, merupakan dorongan alamiah yang tak dapat dibantah, bahkan tak dapat dihindarkan dan tak dapat dibuang karena cinta ini pula yang membuat manusia masih berlangsung ada di dunia ini, berkembang biak dan menciptakan generasi demi generasi. Karenanya, cinta adalah bersih dan murni, tidak kotor dan bukanlah sesuatu yang tidak patut dibicarakan, bahkan seharusnya dibicarakan agar tidak disalah gunakan.
Tanpa diberi tahu, tanpa membaca buku, jika masanya sudah tiba sesuai dengan usianya, seorang pemuda akan tertarik melihat seorang pemudi, dan sebaliknya. Rasa tertarik ini menimbulkan suka yang disebut cinta, kasih atau asmara. Tidak berhenti sampai di situ saja. Cinta antara pria dan wanita yang normal diikuti oleh bangkitnya nafsu birahi yang wajar, diikuti pula oleh hubungan kelamin yang juga sudah wajar.
__ADS_1
Segala macam makhluk di dunia ini, kecuali manusia, akan melakukan hal ini, yaitu saling tertarik dan saling mendekati, menurut nafsu birahi melakukan hubungan kelamin. Adakah seorang pun dapat mengatakan bahwa perkembangan dan perbuatan itu kotor dan tidak patut? Sama sekali tidak!
Akan tetapi, sekali lagi ditekankan bahwa manusia bukanlah sembarang makhluk! Tanpa berunding lebih dulu, manusia seluruh dunia ini sudah membangun dan mendirikan mercu suar di antara segala makhluk yang disebut peradaban dan melahirkan peri kemanusiaan! Peri kemanusiaan inilah yang melahirkan hukum-hukum yang dibuat oleh manusia sendiri, disesuaikan dengan rasa, dengan kebiasaan, dan dengan kepercayaan golongan masing-masing.
Lalu lahir pula hukum-hukum susila yang melarang pria dan wanita melakukan hubungan kelamin di luar pengesahan hukum. Terciptalah istilah-istilah dan sebutan bagi perbuatan-perbuatan yang melanggar garis yang ditentukan ini, misalnya perjinahan, perkosaan dan lain-lain. Cintanya itu sendiri, nafsu birahinya itu sendiri, dan hubungan kelamin itu sendiri tetap bersih dan murni, bukanlah hal yang tidak patut. Hanya perbuatan melanggar garis hukum itulah yang tidak patut, karena sudah tahu ada garis tetap dilanggar sehingga tentu saja menimbulkan pertentangan-pertentangan.
Keng Hong adalah seorang pemuda yang kurang pengalaman. Dia bertumbuh menjadi dewasa dalam asuhan seorang aneh seperti Sin-jiu Kiam-ong yang menjadi gurunya. Dan sejak dia masih muda, Sin-jiu Kiam-ong sudah meninggalkan dan tak lagi mengindahkan gari-garis hukum buatan manusia ini. Dia melakukan apa saja yang dia anggap benar, biar pun itu melanggar hukum manusia dan sebaliknya dia tidak akan melakukan hal yang dianggapnya tidak benar, biar pun hal itu dibenarkan hukum.
Maka timbulah perbuatan-perbuatannya yang menggemparkan sebab tidak cocok dengan hukum manusia lain, permainan cinta dengan banyak wanita yang merasa tertarik dengan ketampanan dan kegagahannya, juga pencurian-pencurian dan perampasan-perampasan benda-benda pusaka, atau pertolongan-pertolongan tanpa melihat bulu, dan pertentangan-pertentangan lain yang mengakibatkan dia dimusuhi orang-orang gagah sedunia!
__ADS_1
Watak aneh Sin-jiu Kiam-ong yang pada hakekatnya seorang pendekar yang sakti dan berjiwa besar itu hanyalah akibat. Akibat dari kepatahan hati. Di waktu masih muda, baru berusia dua puluh dua tahun dan baru saja menikah dua tahun dengan seorang wanita yang cantik jelita, masih belum mempunyai keturunan, pada suatu malam pendekar muda yang sakti ini, yang baru pulang dari perantauan selama sebulan, menemukan isterinya yang tercinta itu sedang melakukan hubungan kelamin dengan seorang pria lain, sahabat baiknya sendiri!
Tadinya Sin-jiu Kiam-ong Sie Cun Hong amat marah dan hampir saja dia meloncat masuk dan serta-merta membunuh isterinya dan sahabatnya itu, yang dalam keadaan seperti itu tidak tahu bahwa perbuatan mereka ditonton oleh Sie Cun Hong yang mengintai di luar jendela kamar. Akan tetapi tiba-tiba pikiran yang aneh menyelinap dalam benaknya.