Pendekar Pedang Kayu Harum

Pendekar Pedang Kayu Harum
pkh 13 part 8


__ADS_3

Kini mengertilah Cui Im mengapa tadi sehabis bersumpah pemuda itu kelihatan lega dan girang. Kiranya dia lupa untuk memasukkan ‘acara’ dan syarat ini ke dalam sumpah itu. Ia menyesal sekali dan mukanya cemberut.


Keng Hong merasa tidak baik kalau kerja sama itu dimulai dengan tidak menyenangkan hati Cui Im, maka katanya cepat,


"Cui Im, engkau akan tahu dari ilmu-ilmu dalam kitab-kitab ini bahwa selagi mempelajari ilmu tinggi, hubungan antara pria dan wanita merupakan pantangan paling besar. Hal itu akan menghambat kemajuan! Tunggu dan lihat sendiri saja nanti kalau kita sudah mulai belajar."


Ucapan ini menyenangkan hati Cui Im karena ia menganggap bahwa adanya Keng Hong menolak cintanya adalah disebabkan pemuda ini menganggap hal itu sebagai pantangan dalam belajar, jadi bukan karena pemuda itu mambencinya atau tidak membalas cintanya! Masih banyak kesempatan baginya untuk kelak menjatuhkan hati pemuda ini. Dia adalah seorang ahli dalam hal itu.


Keng Hong bersama Cui Im lalu memeriksa keadaan di situ dan memang Cui Im tidak membohong. Di situ terdapat bahan-bahan makan-minum seperti yang diceritakan Cui Im tadi dan tidak ada jalan untuk keluar karena ujung terowongan yang dihuni ratusan ribu ekor burung walet itu merupakan dinding yang curam dan tegak lurus, pula amat licin.

__ADS_1


Demikianlah, mulai hari itu juga, Keng Hong dan Cui Im mulai membalik-balik lembaran kitab-kitab pelajaran ilmu silat yang tinggi, dan memang tepat pemberitahuan Keng Hong tadi, karena di dalam kitab pertama, yaitu kitab I-kiong Hoan-hiat dari Siauw-li-pai, terang disebutkan bahwa pantangan utama dalam belajar silat adalah hubungan antara pria dan wanita!


Ilmu I-kiong Hoan-hiat adalah semacam ilmu memindahkan jalan darah dari partai Siauw-lim-pai, juga kitab ke dua Siauw-lim-pai, Seng-to Cin-keng berisikan ilmu yang khas yang mengajarkan Iweekang, bersemedhi mengatur pernapasan untuk menghimpun sinkang.


Setelah melihat sendiri bahwa memang ada pantangan hubungan antara pria dan wanita pada waktu melatih dri dengan ilmu-ilmu itu, Cui Im tidak banyak rewel lagi dan tidak mau mengganggu Keng Hong, biar pun kadang-kadang dia kelihatan seperti cacing kepanasan dan menderita sekali. Bhe Cui Im yang tadinya selalu menghambakan diri pada dorongan nafsu tentu menjadi sangat terganggu, akan tetapi nafsunya ingin menjadi jagoan wanita nomor satu di dunia ini mengalahkan nafsu birahinya sehingga dia tekun berlatih.


Keng Hong sendiri secara diam-diam membaca semua kitab yang berada di sana. Akan tetapi karena dia menganggap bahwa apa yang dahulu dia pelajari dari gurunya mutunya tidak kalah, dia hanya membaca kitab-kitab milik partai lain hanya untuk dimengerti isinya dan dikenal sifatnya, pula dia mempunyai rasa segan untuk mencuri ilmu partai lain.


Biar pun Cui Im juga minta agar dia membacakan kitab ciptaan gurunya, namun dia yakin bahwa tanpa memiliki sinkang seperti yang dia ‘oper’ dari gurunya, dan tanpa mempunyai dasar-dasar yang dulu dia pelajari dari Sin-jiu Kiam-ong, kepandaian yang didapat oleh Cui Im hanyalah permukaannya atau kulitnya belaka.

__ADS_1


Namun tentu saja dia tidak mau bicara tentang hal ini, bahkan setiap kali ada kesempatan dia memuji kemajuan-kemajuan yang diperoleh gadis itu sehingga Cui Im menjadi girang sekali. Memang harus diakui bahwa Cui Im yang memiliki bakat baik sekali itu kini telah memperoleh kemajuan pesat.


Keng Hong menjadi matang ilmunya. Biar pun yang dia matangkan hanya ilmu silat yang dua macam saja itu, yaitu San-in Kun-hoat yang terdiri dari delapan jurus pukulan tangan kosong dan Siang-bhok Kiam-sut yang terdiri dari tiga puluh enam jurus, tapi kematangan dan keistimewaan kedua ilmu ini mencakup seluruh dasar dan inti ilmu silat yang dikuasai Sin-jiu Kiam-ong, maka kini dia dapat memainkan ilmu silat itu secara dahsyat.


Biar pun hanya delapan jurus, namun ilmu silat San-in Kun-hoat ini cukup untuk membuat ia patut dijuluki Sin-jiu (Kepalan Sakti). Ada pun Siang-bhok Kiam-sut adalah ilmu pedang istimewa yang bisa dikatakan menjadi rajanya segala ilmu pedang sehingga dia patut pula dijuluki Kiam-ong (Raja Pedang) seperti gurunya!


Sesudah dia membaca kitab peninggalan suhu-nya, barulah dia sadar bahwa Ilmu Silat San-in Kun-hoat memiliki segi-segi yang sangat hebat, dengan perkembangan yang tidak terhitung banyaknya tergantung dari keadaan dan daya khayalnya sendiri sehingga meski pun pada dasarnya hanya mempunyai delapan jurus, akan tetapi apa bila dikembangkan menjadi jumlah jurus yang tak terhitung banyaknya!


Tadinya ia hanya menguasai dasarnya yang dia gerakkan dengan mengandalkan sinkang kuat belaka. Kini dia dapat memainkan setiap jurus dengan kembangan yang tak terhitung banyaknya. Demikian pula dengan Ilmu Pedang Siang-bhok-Kiam-sut, kalau sebelum ini dia hanya menghafal gerakan-gerakan yang tiga puluh enam jurus mengandalkan sinkang dan kecepatan, namun kini dia dapat menangkap inti sarinya dan dapat mempergunakan Siang-bhok-kiam sedemikian rupa hingga sinar kehijauan pedang itu sudah cukup untuk merobohkan lawan.

__ADS_1


Secara diam-diam dia selalu memperhatikan latihan-latihan yang dilakukan Cui Im dan dia menjadi kagum bukan main. Gadis itu benar-benar hebat, berbakat dan karena tadinya sebagai murid Lam-hai Sin-ni dia sudah memiliki tingkat tinggi, kini dengan mudahnya dia melahap semua isi kitab yang berada di sana dan sudah hafal akan semua isinya, sudah pandai pula memainkan semua ilmu itu termasuk ilmu silat yang diciptakan oleh Sin-jiu Kiam-ong sendiri!


Sunggguh cemas hati Keng Hong kalau melihat hal ini karena dia maklum bahwa Cui Im sekarang, sesudah tiga empat tahun berlatih dengan tekun, jauh bedanya dengan Cui Im dahulu, sungguh pun orangnya masih tetap cantik manis genit. Ilmu kepandaiannya telah meningkat secara hebat sekali.


__ADS_2