Pendekar Pedang Kayu Harum

Pendekar Pedang Kayu Harum
pkh 15 part 4


__ADS_3

Dengan ucapan ini, mereka berlima sudah mencabut golok masing-masing sehingga tampak sinar-sinar berkilat.


Namun laki-laki pesolek itu tidak keliatan marah, malah dia memperlebar senyumnya lalu berkata, "Aha, ternyata kalian adalah lima ekor tikus pegunungan utara? Bagus sekali! Biarlah kalian tidak akan mati penasaran dan kenalilah aku baik-baik. Aku bernama Siauw Lek dan aku adalah murid Go-bi Chit-kwi, maka kini sekali bertemu dengan aku jangan harap kalian akan dapat hidup lagi!"


Lima orang gagah itu sudah menerjang sambil membentak marah sekali. Golok mereka berkelebat seperti kilat menyambar ke arah tubuh laki-laki pesolek yang masih tersenyum itu.


Akan tetapi penjahat bernama Siauw Lek itu ternyata bukan bersikap sombong secara kosong belaka. Tubuhnya berkelebat dan semua serangan golok lima buah itu mengenai tempat kosong.


Cepat sekali gerakan penjahat itu dan ginkang-nya sudah mencapai tingkat sangat tinggi sehingga begitu diserang dia lenyap dan tahu-tahu telah berada di belakang lima orang itu sambil tertawa mengejek!


Lima orang itu cepat membalikkan tubuh sambil melintangkan golok, kemudian pemimpin mereka yang teringat bahwa mungkin penjahat ini merupakan utusan sisa-sisa musuh di selatan, segera menahan senjatanya dan bertanya dengan suara nyaring.


"Penjahat hina she Siauw! Sebelum engkau mampus di tangan kami, katakanlah kenapa engkau membunuh puteri The-ciangkun?"


Penjahat itu tertawa bergelak. "Ha-ha-ha-ha, kalian ingin tahu pula mengenai hal itu? Nah, dengarlah. Aku disebut sebagai Raja Pemetik Bunga dan memang aku suka sekali pada bunga-bunga harum bermadu. Aku seperti seorang kumbang yang mencari madu-madu bunga. Apa bila ada bunga dengan senang hati membuka kelopaknya dan menyerahkan madunya kepadaku, aku akan terbang pergi dengan kenang-kenangan manis. Akan tetapi kalau ada bunga tidak suka menyerahkan madunya, akan kurontokkan dia! Dara di bawah itu tak mau menyerah, bahkan menjerit, maka terpaksa kucekik dia sampai mati. Ada jalan hidup senang dia memilih mati konyol! Kalau tadi dia menyerah, aku akan puas, dia akan hidup dan senang dan... Ha-ha-ha, dasar nasib, kalian pun akan mampus!"

__ADS_1


"Keparat hina!" Lima orang harimau gunung utara itu menjadi marah sekali dan kembali lima batang golok mereka menyambar.


Tiba-tiba tampak sinar hitam berkelebat dan disusul suara nyaring lima kali.


“Trang-trang-trang-trang-tranggg…!”


Kelima orang kang-ouw itu terkejut karena pedang hitam di tangan Siauw Lek yang tadi berkelebat telah menangkis golok-golok mereka dan begitu bertemu, golok mereka patah semua!


"Tangkap penjahat...!" Terdengar seruan dari arah bawah dan belasan orang pengawal The-ciangkun yang berkepandaian lumayan sudah melayang naik ke atas genteng.


"Lima ekor tikus, rebahlah kalian!"


Kini Siauw Lek menggerakkan pedangnya yang berwarna hitam, cepat sekali gerakannya, pedangnya berubah menjadi cahaya panjang yang mengeluarkan suara bercuitan.


Lima orang gagah itu mencoba mengelak sambil menangkis dengan golok buntung, tapi sia-sia belaka karena sinar pedang itu menebas tangan yang memegang golok terus meluncur ke arah leher mereka. Lima orang gagah itu tidak sempat untuk berteriak pula. Tubuh mereka menggelundung dari atas genteng dengan kepala terpisah dari tubuh!

__ADS_1


Panglima The yang menjadi marah sekali saat melihat belasan orang pengawalnya roboh binasa termakan oleh paku-paku beracun, sudah memimpin banyak sekali pengawal dan berbareng mereka lantas melompat naik ke atas genteng. Akan tetapi mereka tak melihat sesuatu di atas genteng. Sunyi saja dan tidak tampak bayangan seorang pun manusia.


Panglima ini menjadi marah bukan main melihat kelima orang sahabatnya tewas dengan leher putus, dan malam itu juga dia mengerahkan pasukan melakukan pengejaran untuk mencari si penjahat. Akan tetapi, mereka yang pernah melihat penjahat itu, Lima Harimau Pegunungan Utara dan para pengawal yang meloncat naik pertama kali, semuanya telah tewas. Tidak ada seorang pun di antara yang lain sempat melihatnya. Ke mana hendak mengejar dan mencari? Orangnya pun tidak dikenal!


Kembali dunia kang-ouw menjadi geger dengan terjadinya peristiwa mengerikan itu, dan meski pun tidak ada yang melihat penjahat itu, namun paku-paku hitam beracun itu sudah cukup menyatakan bahwa yang melakukan pembunuhan-pembunuhan itu tak lain adalah Kim-lian Jai-hwa-ong Siauw Lek!


Apa lagi ketika di antara para pengawal yang malam itu masih berada di bawah genteng menyatakan bahwa mereka melihat berkelebatnya sinar pedang hitam itu, maka orang-orang di dunia kang-ouw sangat yakin dan tidak ragu-ragu lagi bahwa pedang itu tentulah pedang Hek-liong-kiam (Pedang Naga Hitam) senjata penjahat cabul itu.


Memang Kim-lian Jai-hwa-ong Siauw Lek amat lihai. Kelihaiannya tidaklah mengherankan kalau diingat bahwa dia adalah murid tunggal Go-bi Chit-kwi yang sangat lihai itu. Go-bi Chit-kwi sebelum mengundurkan diri dari dunia ramai merupakan datuk-datuk hitam yang sangat ditakuti di seluruh dunia kang-ouw.


Bahkan Bu-tek Su-kwi si empat iblis yang kini menjagoi di antara golongan sesat, masih merupakan orang-orang muda yang belum begitu ternama ketika Go-bi Chit-kwi sudah amat terkenal. Ketika Bu-tek Su-kwi masih muda, mereka pun gentar menghadapi Tujuh Setan Go-bi, dan orang pertama dari Bu-tek Su-kwi, yaitu Lam-hai Sin-ni, sudah pernah dirobohkan dan hampir diperkosa oleh ketujuh setan ini kalau saja tidak muncul mendiang Sin-jiu Kiam-ong yang menolong wanita itu.


Kini Go-bi Chit-kwi sudah meninggal dunia di sebuah puncak di Pegunungan Go-bi-san. Akan tetapi sebelum mereka meninggal dunia, mereka telah menurunkan semua ilmunya kepada murid mereka yang hanya seorang, yaitu Siauw Lek.


Untuk menamatkan pelajarannya pada tujuh orang guru itu, Siauw Lek belajar sampai dua puluh tahun. Setelah memiliki ilmu kepandaian tinggi, setelah dia berusia tiga puluh tahun, barulah ia turun gunung dan begitu turun gunung maka gegerlah dunia kang-ouw dengan kemunculan seorang jago yang mengumbar nafsunya dengan memperkosa wanita-wanita yang disukainya!

__ADS_1


__ADS_2