Pendekar Pedang Kayu Harum

Pendekar Pedang Kayu Harum
pkh 11 part 11


__ADS_3

Orang-orang yang menyerangnya adalah orang-orang yang berkedudukan tinggi, sedikit banyak merasa malu dan sungkan untuk menggeroyok seorang pemuda, maka mereka itu begitu menyerang dan luput, merasa sungkan untuk mendesak dan membiarkan orang lain yang lebih dekat untuk turun tangan.


"Bukkk..!"


Ketika tubuh Keng Hong sedang bergulingan, datang kaki Kok Liong Cu, yaitu tosu ke dua dari Kong-thong Ngo-lojin yang selain memiliki Ilmu Pukulan Ang-liong Jiauw-kang yang dimiliki oleh mereka berlima, juga terkenal lihai sekali dalam ilmu tendangan. Datangnya tendangan ini cepat dan tidak terduga sehingga tubuh Keng Hong terlempar ketika dicium ujung sepatunya.


Keng Hong merasa napasnya seolah-olah berhenti, namun dengan pengerahan sinkang dia dapat melindungi tubuh dan tidak sampai terluka, hanya merasa nyeri di punggung. Ia melompat bangun lagi hanya untuk menghadapi cahaya berkeredepan yang menyambar dari depan dibarengi bentakan Coa Bu orang kedua dari Hoa-san Siang-sin-kiam yang menusukkan pedangnya sambil membentak,


"Bocah iblis, mampuslah!"


Keng Hong kaget bukan main, cepat dia membuang diri lagi ke kanan menghindarkan diri dari sambaran pedang. Sinar pedang itu menyeleweng lewat dan hanya membabat rumput sehingga rumput-rumput itu terbabat habis tanpa tergerak, menandakan betapa tajam dan lihainya pedang kakek ini!

__ADS_1


Keng Hong sudah meloncat bangun lagi, wajahnya pucat, napasnya terengah dan ketika dia mengerling, kiranya dia sudah dikurung!


"Aku tidak bersalah, dan aku akan mempertahankan nyawaku dari kalian orang-orang tua yang tidak adil!" teriaknya.


Ia maklum bahwa sekali ini sukar bagi dia untuk lolos, karena yang megepungnya adalah orang-orang yang sakti dan jumlah mereka, tanpa menghitung Sim Lai Sek yang tidak ada artinya, adalah delapan orang. Baru menghadapi seorang di antara mereka saja sudah sangat berat, apa lagi delapan orang sekaligus! Baiknya mereka itu masih sungkan untuk mengeroyok, hanya menjaga supaya dia tidak melarikan diri dan siap-siap menerjang jika pemuda itu mendekat.


Dalam keadaan marah dan penasaran, Keng Hong merasa betapa seluruh tubuhnya kini menggetar dan teringatlah dia bahwa apa bila tubuhnya menggetar seperti ini berarti dia dapat menyedot hawa sinkang lawannya. Dia lalu mengerling dan melihat bahwa di antara mereka, yang bersenjata dan yang sukar untuk dihadapi dengan sinkang ialah dua orang dari Hoa-san-pai yang berpedang itu, Coa Kiu dan Coa Bu, orang tertua dari Kong-thong Ngo-lojin, yaitu Kok Sian Cu yang memegang tongkat bambu, dan Thiat-ciang Ouw Ban Kok yang bertangan palsu.


"Plakk! Plakk!"


Tangan kedua orang tua itu berhasil dia tempel dengan tangkisannya dan benar saja, begitu menempel, hawa sinkang dari dua orang kakek itu menerobos keluar memasuki tubuhnya melalui lengannya yang menangkis tadi! Dua orang kakek Kong-thong-pai itu terkejut dan makin besar mereka mengerahkan tenaga untuk melepaskan diri, makin lekat tangan mereka dan makin banyak tenaga mereka tersedot keluar!

__ADS_1


"Ilmu keji!" Kok Sian Cu yang menyaksikan keadaan dua orang sute-nya itu sudah cepat menggerakkan tongkatnya, seperti kilat menusuk mata Keng Hong!


Pemuda ini terkejut dan memiringkan kepalanya, akan tetapi ternyata serangan itu hanya merupakan gertakan saja sebab tahu-tahu ujung tongkat telah menotok sikunya, segera membuat lengannya lumpuh dan otomatis daya tempel atau daya sedotnya lenyap untuk sementara sehingga kedua orang kakek Kong-thong-pai itu dapat membebaskan diri. Ujung tongkat terus menyambar ke arah lehernya. Keng Hong kembali mengelak dan…


"Brettt!" ujung tongkat itu menusuk pecah baju di pundaknya.


"Desss…!"


Pada saat itu pula, kaki Kok Liong Cu sudah mengirim tendangan yang amat keras dan yang tepat mengenai lambung Keng Hong, membuat pemuda itu roboh terguling-guling dengan dengan kepala pening.


Melihat betapa pemuda itu kembali mempergunakan ilmu yang mukjijat dan yang mereka kira adalah ilmu hitam Thi-khi I-beng (Mencuri Hawa Memindahkan Nyawa), para tokoh kang-ouw itu menjadi marah dan telah mengambil keputusan untuk turun tangan sekaligus membunuh bocah berbahaya itu...

__ADS_1


__ADS_2