
Pernikahan Reyhan dengan Xiu Juan dan KunLi Wong dengan Lin Wei hanya diadakan 2 hari saja. Hari pertama dimana mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri setelah mengucapkan sumpah janji, telah terlewat. Malam harinya, mereka semua istirahat untuk memulihkan tenaga agar tidak lelah di acara hari keduanya.
Bagi pengantin baru ?
Mereka langsung tidur, karena memang lelah selama 1 hari ini mereka menyambut para tamu undangan. Malam ini mereka memutuskan untuk tidur karena di acara hari keduanya adalah pesta Pernikahan mereka.
Keesokan Harinya, pesta Pernikahan diadakan. Masih banyak para tamu undangan yang setia hadir. Banyak sekali Para Putra Mahkota, Pangeran dan Putri Kerajaan lain kagum bahkan ada yang iri dengan pasangan yang telah resmi menjadi pasangan suami istri tersebut. Untuk menikmati pesta, Reyhan dan KunLi Wong mempersilahkan istri mereka untuk bergabung dengan para putri lainnya, atau teman mereka.
Tapi yang ada Xiu dan Lin Wei memilih bergabung dengan ketiga gadis terdekat mereka, siapa lagi kalau bukan Putri Jing Mi, Putri An Niu dan Putri Zhu Niu.
.
.
Sementara disisi Reyhan dan KunLi Wong, mereka berdua bergabung dengan kumpulan para Putra Mahkota, Pangeran. Terlihat Pangeran Jierui Wong menyalami tangan KunLi Wong dan memberi selamat, lalu ia juga tak lupa menyalami dan memberi selamat kepada Reyhan. Meski awalnya dirinya dan Reyhan musuh, sekarang mereka adalah kawan.
Mau gimana pun Pangeran Jierui Wong telah tau kebenaran bahwa Reyhan dulu telah dijebak oleh Jian Heeng. Mereka saling bercerita dan berbagi pengalaman tentang kejadian yang ada di Kerajaan mereka masing-masing sehingga membuat mereka tertawa lepas.
.
.
.....
Disisi Lain, Xiu Juan yang kini telah resmi menjadi istri sekaligus Permaisuri Putra Mahkota Rey Hann Wan/Reyhan sedang menikmati hidangan bersama ketiga saudari iparnya, tak lupa juga Lin Wei yang juga bersama mereka, dan kini telah menjadi istri sekaligus Permaisuri Putra Mahkota KunLi Wong.
"Aku tak menyangka menikah dengannya." ucap Lin Wei malu-malu.
"Aku juga, kak." balas Xiu Juan.
"Aku jadi iri sama kalian berdua." ucap Putri Jing Mi, Putri An Niu dan Putri Zhu Niu juga sepermikirannya.
Xiu Juan dan Lin Wei hanya tersenyum tak menjawab.
.
__ADS_1
.
.....
Pesta masih berjalan. Semua tamu undangan terlihat sangat menikmati pesta Pernikahan. Semua tak menyangka karena pernikahan yang mereka datangi adalah pernikahan Putra-Putri dari Ketiga Kerajaan. Tak biasanya semua terlihat indah, dan nyaman.
Reyhan berjalan mendekati istrinya yang masih asing makan hidangan bersama keempat saudarinya. Xiu Juan masih sibuk mengunyah makanan tak menyadari kehadiran suaminya.
Putri An Niu memberi kode kepada Xiu Juan, kalau Reyhan berada di belakang. Tapi Xiu Juan mengangkat alis sebelahnya seakan tak peduli, ia tetap melanjutkan makannya.
"Ehem..."
Xiu Juan terhenti, lalu perlahan membalikan tubuhnya dengan kedua tangannya masih memegang minumannya dan makanannya.
"Serius sekali makannya." kata Reyhan tertawa kecil melihat mulut Xiu Juan penuh dengan makanannya.
Xiu Juan segera menelan makanannya. Lalu ia nyengir kuda. "Makanannya terlalu enak."
Reyhan hanya tersenyum, ia tak memprotes kelakuan istrinya, karena ia menerima apa adanya. Ia mengelus lembut kepala Xiu Juan.
Setelah berbisik, Reyhan memundurkan kepalanya, dan melihat Xiu Juan yang kini merona dengan kedua matanya sedang membulat. Reyhan hanya terkekeh geli melihatnya.
Putri An Niu dan Putri Zhu Niu mendengus kesal melihat keromantisan kakak laki-lakinya dengan kakak iparnya.
Tak diduga KunLi Wong juga datang menghampiri istrinya. Kini ia berdiri dan merangkul Lin Wei. "Aku mencintaimu."
"Aku tau." sahut Lin Wei pelan.
Semua tamu undangan tersenyum melihat keromantisan 2 pasangan pengantin baru itu.
Disis Lain, para pangeran dan putra mahkota mencuri-curi ke ketiga saudari Reyhan. Putri Jing Mi, Putri An Niu, dan Putri Zhu Niu menjadi pusat perhatian para laki-laki muda. Bahkan semua Putri yang hadir pun juga sedikit kesal.
Mereka akui kalau diri mereka kalah cantik dengan Xiu Juan dan Lin Wei yang terkenal akan kecantikannya. Tapi kali ini mereka kesal karena mereka susah mendapat perhatian dari laki-laki muda. Justru perhatian itu teralihkan ke ketiga Putri Kerajaan Wan.
Terutama Putri Jing Mi, putri yang paling kecil. Dirinya terlihat polos, terkadang Reyhan merasa jengkel 2 kali, karena kecantikan istrinya selalu menjadi pusat perhatian para mata lelaki, ditambah adik-adiknya yang juga jadi pusat perhatian.
__ADS_1
Tak hanya sayang dan mencintai istrinya, tapi Reyhan juga sangat menyayangi keempat saudarinya. Untuk urusan Lin Wei biarlah KunLi Wong yang urus. Toh sekarang kakak kandung perempuannya telah menikah dengan KunLi Wong. Lagian terlihat juga KunLi Wong juga sedang memasang wajah kesal.
.
.
.....
Sementara disisi Lain.
Tepat di suatu ruangan yang dijaga ketat oleh beberapa pengawal. Ruangan itu juga di pasangkan pagar sihir di setiap ruang tahanan. Ya, tempat itu adalah ruang penjara milik Kerajaan Wan.
Seperti yang diketahui, gunanya penjara adalah untuk orang-orang yang telah melakukan kesalahan yang cukup fatal. Dari kejahatan ringan, melanggar peraturan hingga buronan berbahaya, itulah tempat mereka.
Ada beberapa rakyat biasa yang ditahan. Mereka ditahan karena telah melakukan kejahatan, yang lebih mengkagumkan adalah ada salah satu tahanan yang merupakan dari anggota Kerajaan itu sendiri.
Ya, tahanan itu adalah Jian Heeng, mantan Pangeran Kerajaan Wan. Seseorang yang sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Pertama, telah berani membuat Permaisuri Xia keracunan dan lumpuh sementara.
Setelah kejadian itu, Reyhan 'lah yang terkena imbasnya. Kedua, saat Reyhan dikirim untuk diasingkan, ia mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Reyhan dan rombongannya. Semua mati, dan nyatakan tewas, namun tanpa ia ketahui Reyhan kembali pulang.
Ketiga, ia telah melakukan kejahatan dan kekacauan di hampir semua Negara di benua. Hampir setiap hari ia membunuh orang-orang tanpa alasan. Hingga akhirnya ia bisa dihentikan setelah dikalahkan oleh saudara laki-lakinya sendiri, siapa lagi kalau Reyhan.
Dari awal Jian Heeng melakukan itu hanya agar dirinya bisa mendapat posisi gelar Putra Mahkota, sehingga ia bisa menjadi penerus Raja. Segala cara ia lakukan. Dan akhirnya kini ia harus menerima kenyataan pahit.
Sebenarnya ia bisa saja dihukum penggal jika Raja Wan memberi perintah. Tapi Raja Wan tidak bisa melakukan itu, Reyhan 'lah yang meminta kepada Raja Wan agar Jian Heeng tetap ditahan saja. Karena demi menghormati Selir May, seorang ibu yang telah melahirkan seorang bayi yang kini tumbuh besar menjadi seorang tahanan.
Jika dipenggal, pasti hati terdalam seorang ibu sangat sedih jika dirasakan. Jadi Jian Heeng tetap ditaham dan entah dibebaskan sampai kapan pun tidak ada yang tau. Hanya 1 orang yang bisa membebaskannya secara resmi, Reyhan sendiri 'lah orangnya.
"Sepertinya pesta Pernikahan berjalan lancar." ucap salah satu pengawal yang menjaga ruang tahanan.
"Iya, aku merasa senang, karena yang Mulia Putra Mahkota akan meneruskan tahta Kerajaan ini." balas pengawal lainnya.
Semua pengawal yang lainnya mengangguk kepalanya seakan setuju.
Jian Heeng yang mendengar percakapan mereka hanya bisa tersenyum miris.
__ADS_1