
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Tiba-tiba dari belakang Putri An Niu dan Putri Zhu Niu, muncul 4 pedang yang terbang keluar dari dalam hutan Angker dan meluncur melewati mereka berdua.
.
.
Jleb.. Jleb.. Jleb.. Jleb..
.
.
Keempat pedang itu menyerang dan menancap kepala orang 4 itu hingga tembus kebelakang.
ShaosLo dan lainnya terjakejut tak main melihat ke-4 kepala anak buahnya telah jatuh ke tanah dan mati. Putri An Niu dan Zhu Niu juga terkejut dalam diamnya melihat datangnya 4 pedang membunuh 4 anak buah ShaosLo dalam sekali serang. Mereka pun tersadar dan bisa menebak dari mana 4 pedang itu bisa muncul, sangat tidak asing bagi mereka.
Seperti dugaan Putri An Niu dan Putri Zhu Niu, mereka berdua melihat sosok seseorang yang dirindukan tak pernah terlihat selama setahun ini. Dari luar hutan angker, Putri An Niu dan Putri Zhu Niu melihat sosok orang itu yang berdiri dan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Kakak..!!"
Ucap Putri An Niu dan Putri Zhu Niu bersamaan melihat sosok Reyhan, sosok kakak tampan yang mereka rindukan. Ternyata Reyhan yang telah membunuh ke-4 anak buahnya ShaosLo dengan kekuatannya. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu menyimpan kembali pedang mereka ke dalam sarungnya, lalu mereka berdua berlari ke arah Reyhan. Dan disisi Reyhan, ia perlahan tersenyum dan membuka kedua tangannya.
Mereka bertiga saling berpelukkan melepas rasa rindu mereka. Reyhan memeluk erat kedua adiknya dan mencium kedua pucuk rambut adik kembarnya. Reyhan melepas pelukannya, matanya melihat kedua adik kembarnya secara bergantian lalu kedua tangannya memegang pundak kanan Putri An Niu dan pundak kiri Putri Zhu Niu.
"Kenapa kalian bisa sampai sini ?" tanya Reyhan.
"Kita mencari kakak." jawab Putri An Niu dan Putri Zhu Niu bersamaan.
"Kalian mencariku ?" tanya Reyhan.
Putri An Niu dan Putri Zhu Niu mengangguk-angguk kepalanya. "Kakak selama setahun ini kemana ? Kami sangat merindukanmu."
"Benarkah ?" sahut Reyhan, lalu ia tersenyum.
__ADS_1
"Tak hanya kami, ketiga Ibunda kita dan Kakak Lin Wei, Adik Jing Mi juga sangat merindukanmu." jawab Putri An Niu.
"Kita rela mencarimu jauh dari Kerajaan. Ibunda Permaisuri sangat merindukanmu dan menginginkan dirimu untuk pulang, Kak." tambah Putri Zhu Niu.
Reyhan tersenyum dan hatinya, ternyata kepergian dirinya membuat semua keluarganya rindu dan mengingunkan dirinya pulang. Sekilas Reyhan teringat kehidupan sebelumnya yang sangat menyedihkan. Ternyata kehidupan yang sekarang tidak buruk juga, seperti kehidupan sebelumnya.
"Terimakasih kalian semua telah merindukanku, sampai-sampai kalian rela di kejar-kejar oleh mereka." ucap Reyhan sambil melirik arah Pemuda Bangsawan Lo yang dari tadi diam melihat dirinya dan kedua adik kembarnya.
Putri An Niu dan Putri Zhu Niu tersadar, lalu mereka berbalik badannya dan melihat ShaosLo diam menatap mereka bertiga dengan tatapan dingin. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu kembali menarik pedang mereka, tapi di hentikan oleh Reyhan. Akhirnya mereka berdua mematuhi sang kakak.
Reyhan mulai melangkah kedepan ke arah ShaosLo dan ke-6 anak buahnya. Seperti biasa, Reyhan memunculkan satu cahaya portal di dekatnya. Tangan Reyhan mendekati cahaya portalnya.
Lalu ia menarik pedangnya.
Mata ShaosLo dan ke-6 anak buahnya terbelalak tak percaya melihat Reyhan dengan mudahnya memunculkan dan menarik sebuah pedang.
Tiba-tiba ShaosLo teringat kejadian setahun yang lalu. Ia teringat hari perayaan ulang tahun Putri Mahkota Kerajaan Wan. Ya benar dirinya pernah ikut pertandingan pertarungan di hari kedua perayaan itu, tapi dirinya dan teman se-Timnya kalah.
Dan ShaosLo kembali teringat pertunjukan pertarungan setelah pertunjukan Tim-nya. Dan ia teringat sosok hebat dengan Kekuatan yang tak dimiliki oleh siapapun. ShaosLo, akhirnya siapa sosok yang ada di depannya. "Putra Mahkota Rey Hann Wan. " gumannya.
Lalu kedua matanya menatap 2 gadis kembar, ia teringat lagi, ternyata 2 gadis kembar itu adalah Putri Kerajaan Wan, tak lain adik dari Putra Mahkota Kerajaan Wan, tapi kenapa 2 gadis kembar itu memakai pakaian seperti rakyat biasa ? Tiba-tiba ia berkeringat dingin. Kini ia benar-benar dalam masalah karena harus berurusan anggota Kerajaan.
Tak sabar untuk menerima perintah. Karena teringat ShaosLo akan membayar mereka dengan bayaran tinggi jika melakukan tugasnya hingga tuntas. Akhirnya mereka ber-6 berinisiatif maju, dari pada harus menunggu perintah, yang ada dipikiran mereka adalah mendapat bayaran.
Ditambah ke-4 teman mereka telah mati, jadi bayaran untuk teman-temannya, akan jatuh menjadi milik mereka ber-6. Disisi ShaosLo, jantungnya berdebar tak karuan melihat ke-6 anak buahnya maju tanpa menunggu perintahnya. Ia ingin menarik ke-6 anak buahnya untuk mundur.
Karena dirinya tak ingin berurusan dengan orang-orang Anggota Kerajaan. Yang ada ia bisa dihukum oleh 2 Kerajaan Wong dan Wan. Sedangkan ke-6 anak buahnya maju berlari ke arah Reyhan dan segera menyerang Reyhan.
Disisi Reyhan, ia mulai memutar posisi pedangnya terbalik menghadap ke belakang dan ia berlari ke arah ke-6 anak buah ShaosLo.
Tang.. Ting.. Tang.. Ting..
.
.
Dengan lihai dan cepatnya Reyhan mengayunkan pedangnya. Semua Ke-6 anak buah ShaosLo memiliki tubuh yang besar, sehingga mereka tak bisa mengimbangi kecepatan gerakkan Reyhan.
Semua anak-anak buahnya ShaosLo hanya memiliki sihir tanah yang cukup hebat. Mereka menggunakan sihir Tanah bukan untuk menyerang, melainkan untuk bertahan dari serangan ayunan pedang Reyhan yang benar-benar sangat cepat.
Mereka ber-6 segera menjaga jarak dari Reyhan, dan memulai menyerang dengan sihir Tanah mereka. Mereka ber-6 menghujani Reyhan dengan sihir Tanah mereka.
__ADS_1
.
Reyhan memunculkan cahaya portalnya yang besar sebagai perisainya.
.
.
Semua serangan hujan Tanah milik ke-6 anak buah ShaosLo masuk kedalam cahaya portalnya.
.
Tiba-tiba muncul lagi cahaya portal di sebelah cahaya portalnya Reyhan yang pertama, dan keluarlah Tanah-Tanah seperti hujan.
.
Ternyata Reyhan membalikkan semua serangan-serangan sihir Hujan Tanah itu ke arah pemiliknya. Semua terkejut melihatnya, dan Ke-6 anak buahnya ShaosLo pun terkena balik serangan mereka sendiri. Mereka semua terluka, dan tak bisa berdiri karena luka yang mereka terima bukan luka sembarangan.
Melainkan tulang-tulang mereka retak dan patah. Karena sebelumnya mereka ber-6 menyerang dengan sihir hujan Tanah untuk menghancurkan tulang-tulang Reyhan. Dan sekarang mereka yang terkena serangan mereka sendiri. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu tersenyum melihat kakaknya menyelesaikan pertarungannya dengan mudah
Tubuh ShaosLo bergetar hebat melihat pemandangan yang ada didepannya. Dari awal ShaosLo benar-benar tak ingin berurusan dengan orang-orang Anggota Kerajaan. Apalagi setelah melihat kekuatan Reyhan setahun yang lalu waktu hari perayaan.
Dirinya berniat tidak ingin mencari masalah dengan Reyhan. Karena jelas-jelas bukan tandingannya, meskipun ia memilki sihir elemen Petir yang kuat, tetap saja, kekuatan Reyhan bukan tandingannya.
Reyhan berjalan mendekati ShaosLo. Seketika tubuh ShaosLo lemas. Tubuhnya bergetar ketika Reyhan sudah berdiri dihadapannya, melipatkan kedua tangannya dan menatapnya dengan dingin.
.
Tiba-tiba ShaosLo berlutut di tanah dan menangkupkan kedua tangannya. "Mohon maafkan hamba, yang Mulia Putra Mahkota Wan, hamba benar-benar tidak tau jika mereka berdua juga adalah Putri Kerajaan Wan."
"Aku memaafkanmu, kamu sekarang pergi dari hadapanku!" ucap Reyhan dingin.
"Terima-ka-kasih ya-yang Mulia." ucap ShaosLo terbata-bata, lalu ia segera menaiki kudanya, pergi dari tempat itu dan meninggalkan semua anak buahnya yang sudah tak berguna.
__ADS_1