
_______________________________________
Setelah berbicara dengan bundanya, Reynalda memilih untuk pergi keluar istana. Lebih baik ia jalan-jalan pergi ke kota menyusul adik dan calon adik iparnya.
Reynalda berjalan kaki, ia keluar dari pintu gerbang istana. Para pengawal yang berjaga membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada Putri Mahkota Reynalda.
Reynalda terus berjalan kaki, ia melihat lingkungan kota cukup ramai, semua orang menatapnya lalu membungkukkan badannya untuk memberi hormat, setelah itu menjalankan kembali kegiatan mereka masing-masing.
Entah kenapa dirinya menjadi kacau pikirannya. Karena masalah sebelumnya. Bundanya menginginkan dirinya juga menikah, namun dirinya masuh betah untuk sendiri.
Hampir lama ia berjalan kaki, lalu ia mendengar suara tertawa. Suara itu tak asing di indra pendengarannya. Reynalda mencari sumber suara tawa itu. Ia melihat Reynal dan Alice sedang membeli salah satu makanan ringan.
Mereka berdua terlihat tertawa, Reynalda datang mendekatinya. Ternyata sambil membeli, Reynal dan Alice bercanda dengan pedagang makanan ringan.
"Hei...!! Ternyata kalian disini."
Reynal dan Alice berhenti tertawa, lalu mereka berdua menoleh.
"Kak Alda ?" sahut Reynal.
"Kau mencari kita berdua ?" lanjutnya bertanya.
"Ya, aku merasa bosan setelah berbicara dengan bunda." jawab Reynalda.
"Apa yang kau beli ?" lanjutnya bertanya.
"Oh ini, Alice ingin mencoba kentang goreng." jawab Reynal.
Reynalda mengangguk-angguk kepalanya, sambil melihat Alice yang tengah fokus melihat proses pedangang kentang goreng itu yang sedang memanaskan wajannya dengan sihir seburan api dari tangannya.
Alice memang baru kali ini melihat sihir elemen dimanfaatkan untuk berdagang. Di dunia asalnya, yang ia tahu sihir elemen hanya digunakan untuk saat bertarung atau perang.
Alice tetap fokus melihat pembuatan kentang goreng itu, karena memang ia memiliki hobi memasak. Selagi Alice tengah fokus melihat proses kentang goreng itu, Reynal berbicara kepada Reynalda.
"Apa yang dibicarakan bunda padamu ?" tanya Reynal.
"Lupakan, kalau dibahas, rasanya aku ingin pergi." jawab Reynalda kesal.
"Sudahlah, tak perlu dilanjutkan jika itu membuatmu menjadi kesal." ucap Alice yang baru saja mendapat kentang gorengnya, lalu menatap calon suaminya.
"Sudah kau bayar ?" tanya Reynal.
"Sudah." sahut Alice.
__ADS_1
Reynal tersenyum. Lalu ia menatap kakak perempuannya. "Kak Alda, kita lanjut lagi jalan-jalannya ya."
Begitu juga dengan Alice, ia berpamitan kepada calon kakak iparnya. Reynalda mengangguk-angguk kepalanya. Reynal dan Alice pun berlalu meninggalkannya. Reynalda menghela nafasnya.
Entah kenapa dirinya tak ingin pulang ke istana. Yang ada pasti kena omongan bundanya untuk segera menikah.
Menikah itu pilihan. Jika kakaknya dan adiknya menikah, tak perlu juga kali kalau dirinya harus juga menikah. Itulah isi pikiran Reynalda saat ini.
Reynalda mulai memikirkan ingin mengembalikan suasana hatinya. Ia tersenyum, lalu ia melompat tinggi. Semua penduduk yang melihatnya terkejut, tiba-tiba melompat tinggi di tengah-tengah kerumunan.
Tapi itu sudah biasa bagi penduduk Kerajaan Wan. Karena selagi tidak berbuat kekacauan, dan merugikan yang lain, mereka tidak mempermasalahkannya. Ditambah Reynalda adalah Putri Raja, kalau ada yang protes juga percuma, tak ada yang berani.
.....
Reynalda melompat-lompat tinggi dari atap bangunan ke atap bangunan lainnya. Lebih baik ia melompat-lompat dari pada terbang menggunakan dorongan sihir Apinya.
Lagian tak ada yang darurat jadi tak perlu memakai Sihir apinya untuk terbang. Lalu ia mendaratkan kakinya di atap sebuah bangunan rumah maka .
Reynalda pun langsung loncat turun dari atap ke bawah. Saat Reynalda baru saja menginjakkan kakinya di permukaan tanah, secara bersamaan ada seorang lewat.
Tentu saja aksinya membuat orang itu terkejut tak main melihat Reynalda yang tiba-tiba muncul dari atas di hadapannya. Orang itu terkejut, dan jatuh duduk di tanah.
Reynalda yang melihat orang itu terjatuh karena terkejut akibat aksinya. Ia mendekatinya. "Maafkan aku."
Orang itu Laki-laki. Ia bangun berdiri dari jatuhnya. Ia membetulkan jubahnya, lalu ia menutup kepalanya dengan kain jubahnya.
Reynalda sedikit membungkukkan badannya. "Maafkan aku, aku salah."
"Ya." jawab orang itu sambil tersenyum, lalu pergi begitu saja.
"Tunggu !!" batin Reynalda, ia mengerut dahinya bingung. Ia manatap laki-laki itu berjalan mulai menjauh.
Laki-laki itu berpenampilan biasa, dan terlihat seperti seumuran dengannya dan sedikit tinggi. Jika dibandingkan, tinggi Reynalda setara dengan hidung laki-laki itu.
Tapi yang membuat Reynalda bingung, laki-laki itu tak memberinya hormat, laki-laki itu langsung pergi begitu saja. "Apa dia tidak tau aku ?"
Semua penduduk pasti tau anggota keluarga Kerajaan Wan. Semua warga pasti memberinya hormat dengan sedikit membungkukkan badannya saat berpapasan dengannya.
"Apa dia warga baru disini ?" batin Reynalda.
Reynalda semakin mengingat wajah laki-laki itu. "Tampan."
DEG.
__ADS_1
Reynalda merasa ada yang berdebar-debar di dadanya. "Tadi dia bilang aksiku bisa membuat orang lain serangan jantung."
Reynalda memegang dadanya yang berdebar-debar. "Apa ini namanya serangan jantung ?"
"Sudahlah." Reynalda menepis pikiranya ia melanjutkan jalan-jalannya.
Reynalda melompat lagi ke atap bangunan. Ia kembali melompat ke atap bangunan ke atap bangunan lainnya.
.....
Tak terasa hari telah sore. Reynal dan Alice telah pulang kembali ke istana. XiuJuan menyambut mereka berdua. Reynal pergi ke kediamannya. XiuJuan berjalan bersampingan dengan Alice.
XiuJuan mengantar Alice ke kamarnya. Sesudah itu XiuJuan pergi, lalu ia bertemu dengan Reyval dan Xianlun.
"Kalian dari mana ?" tanya XiuJuan.
"Aku mengajaknya jalan-jalan, bunda." jawab Reyval.
XiuJuan mengangguk-angguk kepalanya. Lalu ia menatap menantunya. "Sayang, jangan terlalu lelah."
"Iya, bunda." jawab Xianlun.
Tiba-tiba XiuJuan teringat seseorang. Lalu bertanya kepada Putra Sulungnya dan menantunya. "Apa kalian berdua melihat Reynalda ?"
"Tidak, bunda." jawab Reyval, dan Xianlun pun juga jawab dengan jawaban yang sama dengan suaminya.
"Kemana anak itu ?" guman XiuJuan.
"Ya sudah, bunda tinggal pergi dulu ya." XiuJuan pamit kepada Putra Sulungnya dan menantunya.
Reyval dan Xianlun mempersilahkan XiuJuan untuk pergi. Reyval dan Xianlun pun pergi ke kediaman mereka.
.....
Disisi Lain, Terlihat seorang gadis yang tengah duduk santai. Ia duduk di pinggiran sebuah atap bangunan yang memiliki tingkat 5 lantai. Ia duduk sambil menatap langit.
Reynalda menikmati hal itu. Lalu ia melihat sekelilingnya. Dan pada saat ia melihat jalan kota, entah sengaja atau tidak, ia melihat seorang yang mengenakan jubah hitam, dan kepalanya tak tertutup kain jubahnya.
Teringat. Ya ia teringat lagi kejadian beberapa saat sebelumnya. Laki-laki itu yang ia temui tadi, yang tak sengaja ia buat laki-laki itu terkejut. Ternyata Laki-laki itu tengah berjalan melewati kerumunan warga, dan sambil menikmati makanan ringannya.
Terlihat jelas, wajah laki-laki itu semakin tampan saat tersenyum menikmati makanan yang ia makan. Reynalda masih penasaran dengan laki-laki itu, karena tak tau siapa dirinya sebagai Putri Mahkota.
Reynalda akan mencoba mengikutinya, dari atas atap. Dengan pelan-pelan ia ikuti. Ia pun berhenti saat melihat laki-laki itu sudah ada di jalan sepi, lalu membuang sisa bungkus makanan ringannya ke tempat sampah.
__ADS_1
Wsst !!
Reynalda terkejut tak main melihat laki-laki itu tiba-tiba menghilang. "Teleport ?"